BERANI MODAL AWAL ENTREPRENEUR
1. BERANI MIMPI
Rejeki itu mengikuti mimpi kita,
rejeki itu bisa direncanakan menurut mimpi kita,
dan rejeki itu berbanding lurus dengan mimpi kita.
ENTREPRENEUR itu memang harus berani bermimpi. Bagaimana dengan anda? Saya rasa, meski disaat krisis ekonomi, kita janganlah takut bermimpi. Atau visi itu sama dangan cetak biru (blue print) dari realita. Artinya sesuatu yang akan menjadi kenyataan.
Presiden pertama kita Ir. Soekarno, pernah mengatakan, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit.”Visi itu memeng bisa mensugesti orang. Dan, semua langkah kita akan kita arahkan kesana. Apalagi intrepreneur itu biasanya seorang pemimpin. Maka mimpi tentang perusahaan, mimpi tentang masa depan, tentu akan dapat mempengaruhi para aengikut yang dipimpinnya.
Sebagian pemimpin, entrepreneur harus mempunyai ilmu “obor”. Artinya harus dapat msnerangi sekelilingnya. Entrepreneur dengan visi besar adalah obor bagi bawahannya. Entrepreneur dengan visi besar akan dapat menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dan penuh motivasi.
2. BERANI MENCOBA
Seandainya kita berani mencoba,
dan kita lebih tekun dan ulet,
maka pasti yang namanya kegagalan itu
tak akan pernah ada
ORANG bukannya gagal, tatapi berhenti mencoba. Ungkapan ini sengaja saya kedepankan. Mengapa? Karena sesungguhnya seseorang untuk dpat kesuksesan dalam karier atau bisnisnya, maka orang itu harus mempunyai keberanian mencoba.
Seorang entrepreneur dalam situasi sesulit apapun akan semakin tertantang untuk tidak berhenti mencoba. Dengan kata lain “berani mencoba”, dan orang yang selalu berani mencoba itulah yang pada akhirnya justru akan meraih kemenangan atau kesuksesan.
Tegasnya, keberhasilan dalam bisnis sangat memang ditentukan semangat kewirausahaan kita yang tinggi. Dengan demikian sikapmencoba dan mencoba terus-menerus itu akan dilakukan. Pada akhirnya dengan sikap kita yang “berani mencoba” itu, akan membuat kita tidak mudah terpuruk dengan keputusasaan. Apalagi sampai menghancurkan hidup dan bisnisyang telah kita rintis lama.
Selain itu, pikiran kita juga harus tetap diformulasikan kea rah positif. Bukan sebaliknya, suka berfikir negative apalagi sampai putus asa. Sikap semacam ini harus kita buang jauh-jauh.
3. BERANI MERANTAU
Kita itu harus mempunyai keberanian merantau.
Sebab dengan keberanian merantau,
kita akan lebih bisa percaya diri dan mandiri
BANYAK entrepreneur yang sukseskarena ia merantau. Orang Tegal sukses deangan wartegnya di Jakarta. Begitu juga dengan orang Wonogiri sukses menekuni usaha sebagai penjual bakso. Orang Wonosari sukses sebagai penjual bakmi dan minuman. Sementra orang Padang sukses dengan masakan padangnya.
Bahkan orang cina banyak yang sukses ketika merantau ke luar negri. Dan tak sedikit pula orang Jawa yang sukses sebagai transmigrasi di Sumatra. Hal itu wajar terjadi, Karena orang tersebut memang punya keberanian untuk merantau.
Menruty saya, keberanian merantau itu perlu kita miliki, karena dengan merantau berati kita berani meninggalkan lingkngan keluarga. Sebab, ketika kita berada dilingkungan keluarga, meskipun kita sudah tumbuh besar atau dewasa, namun tetap dianggap sebagai anak kecil.Sehingga hal itu akan membuat kita tergantung dan tidak mandiri. Akibat dari itu sangat jelas, kita mudah patah semangat dan putus asa. Tidak berani menghadapi tantangan atu resiko bisnis. Kita pun akan mudah bergantung bergantuang pada orang lain.
4. BERANI GAGAL
Hanya orang yang berani gagal total,
Akan meraih keberhasilan total.
DALAM kehidupan sosial, memang kegagalan itu adalahsebuah kata yang tidak begitu enak didengar. Kegagalan bukan sesuatu yang disukai, dan setiap kejadian yang setiap orang tidak menginginkannya. Kita tidak bisa memungkiri diri kita, yang nyata-nyata masih lebih suka melihat orang yang sukses dari pada melihat orang yang gagal, bahkan tidak menyukai orang yang gagal.
Maka apabila anda seorang entrepreneur yang menemui kegagalan dalam usaha, maka jangan berharap orang akan memuji anda. Jangan berharap pula orang di sekitar anda maupun relasi anda akan memahami mengapa anda gagal.
Menurut pengalaman saya, apabia orang gagal, maka tidak ada gunanya murung dan memikirkan kegagalan. Tetapi perlu mencari penyebabnya. Dan justru kita harus lebih tertantang lagi dengan usaha yang sedang kita jalani yang mengalami kegagalan itu.
Ada beberapa sebab dari kegagalan itu sendiri. Pertama, kita ini sering menilai kemampuan diri kita terlalu rendah. Kedua, setiap bertindak, kita sering terpengaruh oleh mitos yang muncul di masyarakat sekitar kita. ketiga, biasanya kita terlalu “melankolis” dan suka memvonis diri terlebih dahulu, bahwa kita ini dilahirkan dengan nasib buruk. Keempat, kita cendrung memiliki sikap , tidak mau atau tidak mau tahu dari mana kita mulai kembali suatu usaha.
5. BERANI SUKSES
Seberapa besar rejeki yang kita inginkan,
itu sama dengan
seberapa besar kita berani mengambil resiko.
HANYA segelintir entrepreneur yang dapat m3encapai tangga sukses
Teratas tanpa perjuangan dan pengorbanan. Resepnya antara lain, kalau melakuklan kesalahan, mereka melupakannya dan terus bekerja hingga akhirnya mencapai kesuksesan.
Harus selalu ingat, bahwa kita orang yang berpotensi dalam bisnis, yang setiap saat harus melipatgandakan kepercayaan diri,dan bisa menghilangkan penyakit excutis, penyakit mencari alasan.
Saya berpendapat bahwa kita sebagai entrepreneur harus berani menyatakan dirinya sukses. Karena dengan keberanian kita menyatakan sukses, akan membangkitkan kepercayaan diri. Dengan kepercayaan itu kita akan lebih bersemangat meraih kesuksesan.
BAGIAN KEDUA
MENJADI ENTREPRENEUR, BAGAIMANA?
6. MIMPI JADI NYATA
Jika kita punya tekad besar,
tak mustahil hal itu akan terwujud.
BANYAK diantara kita yang ingin bekerja pada perusahaan orang lain, sebagai karyawan. Saya kira alasannya, kita pasti sudah tahu semua, yaitu sebagai karyawan yang dibutuhkan adalah keamana. Setiap bulan ada kepastian terima gaji. Setelah tua mendapat pension.
Karena inginnya aman-aman saja, saya kira yang sudah menjadi karyawan pun sulit untuk berubah menjadi entrepreneur. Oleh karena itu bagaimana kalau kita menjadi entrepreneur. Menurut saya bila kita punya tekad besar, tak mustahil hal itu akan terwujud. Saya yakin kita akan lebih bangga, karena kita akhirnya punya banyak karyawan dan bisa menggaji mereka.
7. MIMPI JADI INVESTOR
Menjadi investor berarti
uang bekerja untuk kita.
MENJADI karyawan (employee), bisnis sendiri (self-employed), menjadi pengusaha (bussines owner), dan sekaligus sebagai investor, iru memang bisa saja menjadi pekerjaan kita. Contohnya dokter. Selain dia sudah tercatat sebagai pegawai negri atau sebagai karyawan, dia pada saat praktek di rumah atau di tempat lain, maka sang dokter itu sudah mengelola bisnis sendiri.
Dan setelah itu bukan hal tak yang mungkin kalau kemudian kita bisa menjadi investor. Menjadi investor berarti uang bekerja untuk kita. Maka kalau kita mau kaya, mestinya tidak cukup kita menjadi karyawan atau sekedar punya bisnis kecil-kecilan, sebaliknya kita harus berani menjadi pengusaha atau investor, sekalipun untuk mengarah sana itu tidak mudah. Tak sedikit tantangan yang harus dihadapi. Tapi yakinlah, dengan kita mempunyai jiwa entrepreneur mimpi jadi investor akan menjadi kenyataan.
8. GAGAL KULIAH, JADILAH ENTREPRENEUR
Mulailah berwirausaha
Justru di saat kita tidak punya apa-apa.
WAKTU kuliah dulu saya punya teman yang pandai dan memiliki wawasan dunia bisnis yang lumayan. Ide-ide usaha yang muncul dari pemikiran yang sangat cemerlang. Semua teman berdecak kagum dengan ide-0ide cemerlangnya.
Tetapi ide-ideitu tinggal ide-ide saja. Sampai kini tidak ada satupun bisnis yang di jalankan. Malahan, terakhir saya terahir ketamu dia , berstatus karyawan sebuah perusahaan public di Jakarta. Dia memang terlalu pandai untuk merencanakan sebuah usaha sekaligus terlalu takut untuk memulai.
Jobs adalah contoh orang yang berhasil dalam berwirausaha, justru bukan kepandaiannya di bangku kuliah. Tapi, karena ia memiliki keberanian dan keyakinan akan usaha yang digelutinya. Dia mampu bertindak merealisasi gagasannya dengan meninggalkan lingkungan kuliah dan teman-teman yang suka berhura-hura.
9.BERANI DULU, BARU TRAMPIL
Saya bisanya hanya nghodog wedang atau merebus air,
Tapi akhirnya saya bisa juga puya restoran.
Itu karena saya punya keberanian.
SAYA sempat di Tanya para mahasiswa: “Apakah seorang untuk menjadi pengusaha itu harus memiliki keterampilan dulu?”
Menurut saya, untuk menjadi pengusaha kita harus berani dulu baru setelah itu mempunyai keterampilan, bukan sebaliknya. Sebab, saya melihat di indonesia ini sebenarnya banyak sekli pengangguran yang tidak sedikit punya keterampilan tertentu. Namun tidak punya keberanian untuk memulai usaha. Akibatnya keterampilan yang di miliki akhirnya banyak yang tidak di manfaatkan. Itu kan saying sekali.
10.PELUANG BISNIS DI SEKITAR KITA
Kerguan meraih peluang bisnis,
itu kerugian bagi kita sendiri.
DALAM buku ini saya juga ingin mengungkap dimana sebenarnya kita bisa menangkap peluang bisnis di sekitar kita. Istilah populernya adalah Economy Orbit of Opportunit (EOO). Sya kira penting, karena peluang bisnis itu sebenarnya ada di sekitar kita. Refrensinya juga bisa di dapat dari lingkungan kita juga dari membaca., mandengar cerita orang lain, seminar, jalan-jalan atau wisata.
Sebagai contoh, di beberapa kota di Amerika Serikat, sudah banyak bisnis yang dikembangkan dari ide-ide sederhana seperti bisnis membangunkan orang tidur (morning call). Aneh tapi itu nyata. Tentu pengguna jasa ini harus menjadi member dulu dengan membayar annual fee dalam jumlah tertentu. Ada juga disini bisnis yang masih langka dan kurang memasyarakat, yakni bisnis menyewakan pakaian dan perlengkapan bayi.
Tapi tentu peluang bisnis itu hanya bisa diraih jika kita jeli dan gigih.
Ingat pepatah yang mengatakan : “tidak ada usaha, tidak ada hasil”. Oleh karena itu jangan ragu dalam setioap meraih peluang bisnis yang ada di sekitar kita. Soal besar kecilnya peluang jangan jadi masalah, tangkap dulu peluang yang ada. Dan jangan kwatir, peluang berikutnya pasti akan mengikut. Bisnis itu selalu mengalir seperti bola salju, di mulai dari yang kecil lalu menggumpal menjadi besar.
11.BUKAN MELULU KARENA UANG
Kesuksesan bisnis kita bukan semata-mata uang,
tapi visi.
Karena itu visi masa depan harus kita miliki.
TIDAK serdikit obsesi entrepreneur dalam menekuni bnisnisnya bukan semata karena uang. Banyak dari mereka maju karena visi, yaitu ingin menciptakan lapangan pekerjaan, dan dari usahanya itu mempunyai dampak social bagi kesejahteraan masyarakat. Maka katika itu semua tercapai ia merasakan sangat puas.
Mereka selalu kreatif dan inovatif. Mereka menikmati apa yang dilakukannya. Penderknya, visi itulah yang sebenarnya menggerakkan entrepreneur melakukan sesuatu yang akhirnya usahanya meraih kesuksesan.
12. MEMULAI BISNIS BARU
Jika kita memang ingin memulai bisnis baru,
maka mestinya peluang
pasarlah yang lebih kita jadikan pijakan
JIKA kita ingin memulai bisnis baru, tentu kita harus bisa menjawab empat pertanyaan ini. Pertama, produk atau layanan apakah yanbg akan kita buat, dan itu untuk siapa? Kedua, mengapa harus usaha itu? Mengapa calaon customer harus membeli dari kita? Apakah yang akan kita berikan jika produk itu belum ada? Bagaimana kompetisinya? Apa keuntungan yang akan kita proleh dari kompetisi itu? Ketiga, apakah kita mempunyai sumbernya? Apakah kita akan mendapat order? Apakah order itu dating segera? Keempat, siapa pasar kita? Lantas darimanakah ide untuk memulai bisnis baru itu berasal?
Untuk itulah langkah yang kita gunakan pun bukannya inside out approach melainkan outside in approach, yaitu pendekatan dari luar kedaam. Cara ini cendrung melihat dahulu, apakah ada peluang bisnis atau tidak. Sebab, sesungguhnya ide dasar bisn9is itu sukses adalah jika kita mampu merespon dan mengkreasikan kebutuhan pasar. Cara ini biasanya disebut opurtunity recognition.
13. MEMULAI BISNIS TANPA UANG TUNAI
Bisnis mempunyai uang tunai dulu, itu sudah lumrah.
Tapi tak benar, tak mungkin memulai bisnis
tanpa uang tunai.
KEBANYAKAN kita selalu mengeluhkan ketiadaan modal uang sebagai alas an mengapa kita enggan berwirausaha. Padahal, modal yang paling vital sebenarnya bukannya uang, tetapi modal non-fisik, akni berupa motivasidan keberanian memulai yang menggebu-gebu.
Ada cara untuk kita mulai bisnis meski kita tidak uang tunai sekalipun. Contohnya, kiota bisa menjadi seorang perantara. Misalnya, menjadi perantara jual beli rumah, jual beli motor dan lain-lain. Keuntungan yang bisa kita dapat dari komisi penjualan atau dari cara lain atas kesepakatan kita dengan pemilik produk. Saya yakin kita pasti bisa melakukannya.
PENTINGNYA KECERDASAN EMOSIONAL
14. KECAERDASAN EMOSIONAL ENTREPRENEUR
Mengedepankan kecerdasan emosi kita dalam bisnis
itu adalah hal yang mutlak.
ORANG yang pertama mengenalkan kecerdasan emosional adalah Daniel goelman. Dalam bukunya “emotional intelligece” atau EQ, ia mengungkapkan bahwa ada 5 wilayah kecerdasan emosi yaiotu: mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenal emosi orang lain, dan membina hubungan. Artinya bila kita mampu memahami, dan melaksanakan kelima wilayah utama kecerdasan tersebut maka semua perjalanan bisnis apapun yang kita lakukan akan berjalan mulus.
Entrepreneur itu memang perlu kecerdasan emosional yang optimal. Nilai akademis saat studi tak harus tinggi. Sulit bagi seseorang untuk menjadi sentrepreneur, meski memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi tetapi kecerdasan emosinya rendah. Lantas apakah anda ingin memiliki kecerdasan emosional yang optimal? Itu bisa di pelajari, dilatih dan bisa di kembangkan. Karena semua itu proses yang memerlukan waktu, ketekunan dan semangat yang tinggi.
15. MEYNELARASKAN OTAK BERPIKIR DAN
OTAK EMOSIONAL
Tidak mudah menyelaskan kedua otak tersebut.
Tapi kita harus berani nencobanya.
HASIL penelitian Daniel goelman, tentang otak dan ilmu prilaku yang dimuat “the new york times” di katakana, sesungguhnya kita memiliki 2 otak, satu yang berpikir (otak berpikir) dan satu yang merasakan (otak emosional). Biasanya otak berpikir itu di sebut otak kiri dan otak emosional itu di sebut otak kanan. Saya kira, dikotomi emosional dengan berpikir kurang lebih sama dengan istilah “hati” dan “kepala”.
Saya berpendapat dengan pakar manajemen Dr.Patrisia patton, yang mengatakan bahwa untuk mengatur emosi kita bisa lakukan dengan cara belajar, yaitu: pertama, belajar mengidentifikasi apa yang biasanya memicu emosi kita dan emosi apa yang kita berikan. Kedua,belajar dari kesalahan, belajar membedakan segala hal di sekitar kita yang dapat memberikan pengaruh dan yang tidak mamberikan pengaruh pada diri kita. Ketiga, belajar selalu bertanggung jawab terhadap setiap tindakan kita. Keempat, belajar mencari kebenaran, belajar memanfaatkan waktu secara maksimal untuk menyelesaikan masalah, dan kelima, belajar menggunakankekuatan sekaligus kerendahan hati.
16. TIDAK PANIK MANGHADAPI KRISIS
Krisis ekonomi jangan kita jadikan alasan
untuk tidak memulai atau mangembangkan bisnis.
PADA masa krisis ekonomi, entrepreneur atau kewirausahawan perlu mengembangkan kecerdasan emosional. Dengan begitu, ia akan mampu melihat peluang bisnis yang ada di sekitarnya. Entrepreneur yang cerdas emosinya juga memiliki “intuisi” yang tajam. Ia dapat menangkap sesuatu yang tidak dilihat orang lain. Walaupun data tidak lengkap, ia biasanya dapat mengambil konklusi yang pas.
Entrepreneur semacam itu sangat kita butuhkan. Entrepreneur yang cerdas emosinya. Dengan kita berani mengambil resiko, maka akan lebih terbuka mengambil peluang. Sebab kalau kiita baru berusaha setelah “pasarnya” diamankan itu bukanlah entrepreneur.
Krisis ekonomi jangan kita jadikan alasan untuk memulai atau mengembangkan bisnis. Bila krisis ini berakhir,apa yang akan kita lakukan, tetap menjadi pemain atau penonton? Sebab, ada masa pasca krisisyang diyakini pertumbuhannya akan cepat sekali. Oleh karena itu sebaiknya kita mencuri start sejak sekarang, untuk memulai atau mengembangkan bisnis yang prospekti di masa depan. Anggap saja sekarang ini tidak ada krisis.
17. OPTIMISME ENTREPRENEUR
Sesungguhnya keberanian seorang entrepreneur
dalam menggeluti bisnisnya,
terletak pada optimismenya.
DALAM situasi Ekonomi sesulit apapun, saya rasa seorang entrepreneur harus tetap optimis dalam menggeluti bisnisnya. Sebab, sesungguhnya keberanian seorang entrepreneur dalam menggeluti bisnisnya adalah terletak pada optimismenya. Dengan optimis kita akan termotivasi dan cemerlang dalam memanfaatkan setiap peluang bisnis.
Bila kita menghadapinya tidak dengan fikiran segar, dengan tidak optimis, maka kita akan dihadapkan pada situasi pikiran yang rumit, terlalu tegang dan akhirnya akan stress sendiri. Bahkan ide gagasan kita yang cemerlang tiba-tiba berhenti, dan akhirnya merembet pada sikap kudiri. Sehingga dalam setiap kita melakukan negoisasi bisnis akan selalu gerogi.
Dengan pemikiran yang optimis itu, kita juga akan lebih bisa menggunakan imajinasi untuk meraih kesuksesan atau keberhasilan. Dengan demikian, optimisme dapat meningkatkan kekuatan atau kemampuan kita dalam berusaha dan akan menghentikan alur pemikiran yang negative. Namun kalau kita cendrung suka berfikiran negative, maka pasti akan memenuhi banyak kesukaran.
18. EGALITER ITU PERLU
Emosi kita akan semakin cerdas,
bila kita mau mengedepankan
hubungan yang humanis dan harmonis.
TEORI kepemimpiunan berdasarkan gen mengungkapkan, bahwa pada dasarnya setiap orang itu sama. Begitu pula halnya, di dalam mendambakan perhatian positif. Saya melihat salah satu upaya daam mewujudkan hal itu adalah jika kita berhsil menerapkan hubungan yang lebih mengedepankan aspek humanis danm harmonis dalam komunikasi antar level structural atau yang lebih di kenal dengan hubungan yang egaliter. Saya merasa yakin bahwa hubungan semacam ini segi manfaatya sangat besar, bila kita benar-benar berhasil menerapkannya di perusahaan kita masing-masing.
Menurut saya, dampak positif lain dari hubungan egaliter itu adalah kita akan lebih dapat meningkatkan kecerdasan emosional kita. Terutama hal yang berkaitan dengan soal membina hubungan dengan orang lain, dan mengenali emosi orang lain. Dengan begitu kita lebih mudah menyelaraskan diri dengan orang lain.
Oleh karena itu tak ada sallahnya bila kita berani mencoba menerapkan hubungan egaliter ketimbang hubungan yang selalu mengedepankan jarak atau gap antara pimpinan dan staf. Sebab, suasana kerja seperti ini akan membuat suasana kerja menjadi tidak kondusif atau tidak enjoy. Kreativitas juga akan mandeg dan prestasi kerja pun akan menurun. Itu sebabnya hubungan egaliter itu perlu.
BAGIAN KEEMPAT
GAYA KEPEMIMPINAN ENTREPRENEUR
19. MEMANFAATKAN OTAK ORANG LAIN
Menjadi orang nomor satu di perusahaan kita sendiri,
itu sangat bisa.
Tapi tidak bisa semua kegiatan bisnis
kita jalankan sendiri.
KITA mungkin tak cukup memanfaatkan otak kita sendiri, tapi ada sebaiknya juga memanfaatkan ptak orang lain. Sebab kita harus menyadari benar, bahwa setelah bisnis yang kita rasakan berkembang cukup pesat dan kita menjadi orang nomor satu di perusahaan yang kita dirikan, tentu saja tak semua kegiatan bisnis bisa kita jalankan dengan otak kita sediri.
Maka sudah sewajarnya kita memanfaatkan otak orang lain, yang oleh William E. heinecke, penulis buku “ the entrepreneur 21 golden dan rulers for the global business manager” disebut “work with pther people’s brain”. Menurut entrepreneur terkemuka yang sukses mengembangkan bisnis pizza hut tersebut, seorang entrepreneur yang bersedia bekerja memanfaatkan orang lain, sesungguhnya ada lah entrepreneur sejati.
Perlu diingat bahwa memanfaatkan otak orang lain, itu bukan kelemahan kita sebagai entrepreneur. Tapi sebaliknya, hal itu menunjukkan bahwa kita benar-benar telah memiliki intlaktualitas, kecerdasan emosional, kecintaan pada diri sendiri, maupun perusahaan.
20. PEMIMPIN BUKAN MANAJER
Pemimpin itu selalu berpikir meloncat-loncat
dan sering membingungkan bawahannya.
MELAKUKAN hal-hal yang benar (doing the right thing), berani mengambil resiko dan memiliki motivasiuntuk selalu nomor satu. Ide-ide bisnisnya orisinal, dan menaruh mata ke masa depan serta memiliki perspektif jauh ke depan penuh kepercayaan dari . Itu salah satu profil pemimpin.
Saya stuju dengan pakar manajen yang mengatakan, kalau pemimpin itu selalu melakukan hal-hal yang benar, sementara manajer hanya mampu melakukan hal-hal yang benar. Dimana seorang pemimpin dalam melakukan hal-hal yang benar tidak terlalu memperdulikan caranya. Itu tak terlalu penting baginya. Sebab bagi seprang pemimpin hal-hal yang menyangkut pelaksanaan idenya itu adalah tugas manager.
21. BANYAK MELAYANI BANYAK REJAKI
Jika perusahaan ingin berkembangkan,
maka pelayanan adalah segalanya.
SEBAGAI entrepreneur yang sudah cukup lamamenggeluti dunia bisnis, pasti akan selalu berhubungan dengan banyak orang. Apalagi kita sebagai pemimpin perusahaan, tentunya melayani banyak orang adalahpekerjaan yang harus dilakukan. Melayani banyak orang berarti usaha kita jalan. Saya kira, melayani banyak orang harus mengalahkan diri kita sendiri sebelum memberikan pelayanan kepada orang lain. Melayani berarti tidak boleh pilih kasih. Pelayanan berarti kita melayani orang-orang di lingkungan bisnis kita. Dan kita tak mungkin bekerja tanpa harus saling melayani.
Melayani bawahan berarti kita memberikan perhatian kepada bawahan kita. Melayani manager berarti kita memberikan penghargaan kepada mereka. Dan melayani konsumen adalah pekerjaan kita yang utama. Perusahaan yang ingin berkembang, maka pelayanan adalah segalanya. Bisnis melayani banyak orang akan mendatangkan banyak omset.
BAGIAN KELIMA
INTUISI ITU PERLU
22. MENGAMBIL KEPUTUSAN
Pertimbangan intuisi lebih peka dari pertimbangan rasional,
maka kita jangan ragu untuk menggunakan intuisi dalam bisnis.
DALAM menggeluti bisnis atau kehidupan ini, sebaiknya kita tetap menggunakan intuisi. Sebab intuisi akan ikut membuka pikiran dan memberi nilai tambah bagi emosi kita, dan intuisi akan memberdayakan kitaagar semakin produktif dan aktif dalam setiap situasi.
Intuisi menjadi sangat penting tidak hanya untuk kepentingan sekarang, namun juga untuk kepentingan masa depan. Sebab diperkirakan tantangan bisnis di masa mendatang , relative berbeda dengan sekarang. Perubahannya sangat cepat dan serba kacau, tidak menentu, sehingga sulit bagi kita untuk memprediksinya.
Menurut Quinn Spitsser dan Ron Evans, intuisi itu adalah analisa kilat dari fakta dengan fakta dan pengetahuan sebagai filter. Dalam bisnis memang di kenal adanya intuisi bisnis. Di dalamnya ada wawasan, mental, pengalaman, dan perasaan. Bagi mereka yang memiliki intuisi bisnis yang tajam, maka ia tak hanya mampu mengendalikan perasan, tapin ada juga wawasan yang luas, pengalaman yang banyak dan mental yang dalam. Intuisi ada empat tingkatan, yaitu bisa muncul dari fisik, emosi, mental, dan spiritual.
23. PARADIGMA BISNIS DI ERA MILENIUM
Bergerak adalah awal kesuksesan bisnis
SAYA sependapat dengan Matthew J. Kierman, penulis “the commandments of the 21st century management” yang mengatakan, bahwa dalam bisnis telah terjadi pergeseran paradigma. Jika di abad 20 bisnis kita terkesan stabil dan bisa diprediksi, namun di abad 21 atau di era millennium ketiga ini perubahannya cendrung terputus-putus.
Begitu pula bisnis kita yang dululebih didasarkan ukuran dan skala, tapi kini lebih pada kecepatan dan responsive. Kepemimpinan kalau dulu banyak dilakukan dari atas kini dilakukan semua orang. Maka tak mengherankan bila menjalankan bisnis di era milenium ke tiga ini, memang di tuntut lebih luwes, tidak kaku. Sebab perjalanan bisnis lebih dikendalikan oleh visi dan nilai-nilai, dibandingkan sebelumnya yang semata-mata dikendalikan peraturan dan hirarki. Sehingga, saat ini bisnis tak lagi mengandalkan pada analisis kuantitatif, namun lebih pada kreativitas dan intuisi.
BAGIAN KEENAM
MEMPELAJARI PENGALAMAN
ENTREPRENEUR LAIN
24.MANAJEMEN PADANG
Saya kira manajemen model “padang”
layak juga diterapkan
di sector jasa maupun produksi lainnya.
ADA manajemen yang menarik di Indonesia, setidaknya itu menurut saya, yaitu manajemen padang. Itu karena model manajemen ini menerapkan transparansi dalam keuangan dan pembagian keuntungan lewat system bagi hasil.
Dampak dari model manajemen ini memeng tak hanya pada factor manajerial semata, tetapi juga berdampak pada factor pelayanan. Dimana pelayanan yang serba cepat menjadikan restoran padang di kenal. Kita juga bebas memilih menu. Menu pun bervariasi, begitu juga minumannya dan pasti di jamin halal.
Dan yang menarik lainnya adalah hubungan antara pemilik modal dengan manajemen lebih sebagai mitra. Karena apa?Mereka tidak mendapatkan gaji, namun mereka mendapatkan bagian dari keuntungan bersih restoran tersebut. Jadi dalam memberikan keuntungan itu, memang ada pembagian untuk pemilik modal sendiri dan ada pula pembagian untuk manajemennya atau karyawannya. Itu biasanya di bagikan setelah keuntungan dikurangi 2,5% untuk zakat.
25. TAK SUKA BISNIS BESAR
Ketentraman hati ada kalanya lebih penting
dari pada keuntungan bisnis.
ANDA penggemar soto? Pasti anda telah mengenal atau malah sudah menjadi pelanggan tetap soto Kadipiro, yang terletak di jalan wates yogyakarta itu. Di restoran yang didirikan tahun 1921 oleh pak Karto Wijoyo(alm), dan setelah 1975 di kelola putra sulungnya, pak Widadi sampai sekarang ini, secara terbuka memaparkan tulisan besar pada sebuah papan yang dipasang di restoran tersebut yang isinya, “Tidak buka cabang di Jakarta atau di kota lainnya”.
Menurutnya ia sengaja tak buka cabang di kota lainnya, meski banyak pihak yang menawarinya untuk kerjasama. Hal itu katanya, ia inmgin hidup tetram dengan bisnisnya sekarang.Selain itu ingin memegang teguh nasehat orang tuanya, yaitu untuk selau hidup sederhana, ulet, sabar, jujur dalam bisnisnya, dan nrimo apa yang didapat sekarang. Maka tak mengherankan filosofinya berbunyi, “kamulyaning urip iku, dumunung onotentremew ati.” Artinya, sesungguhnya kebahagian orng hidup itu hanya pada ketentraman hati.
Dan setelah saya kaji, ternyata sikap mereka tak suka bisnis besar adalah karena pertama, mereka masih ada perasaan takut kehilangan suasana keluarga. kedua, mereka lebih senang dengan posisinya sekarang. Bisa memegang kendali bisnisnya dan tanpa adanya delegasi. Ketiga, karena mereka lebih senang dengan pemberdayaan sumberdaya manusianya atau karyawannya, dan bukan pada control.
26. BERKEMBANG DENGAN FRANCHISE
Pilihan tepat mengembankanbisnis masa depan adalah model franchise.
Sebab pemilik franchise tak hanya menguntungkan pemilik merek saja,
tapi juga menguntungkan pengguna merek
franchise adalah pemberian hak pada seseorang dalam penggunaan merek, untuk menjalankan usaha dalam kurun waktu tertentu. Sisitem ini lebih menguntungkan untuk mengembangkan usaha kita dibandingkan cara lainnya. Oleh karena itu ketika kita menggunakan system franchise terhadap usaha kita, maka jelas orang membayar merk atau royalty tiap bulan kepada kita. Biayanya lebih rendah dari cara lainnya, dan kita tak perlu mengalokasikan uang atau modal untuk ttempat usaha atau yang lainnya.
Bisnis franchise cukup menjanjikan. Maka sebelum kita menggunakan system ini, kita harus jeli atau hati-hati dalam pewaralabanya. Dapatkah dia atau pewaralabanya menjalankan usaha yang kita jalankan? Dapatkah dia memproleh keuntungan menjalankan usaha kita? Begitu juga lokasi pewaralaba pun perlu kita cermati. Dapatkah usaha kita sukses di daerah tersebut? Apakah usaha kita menarik orang lain?
BAGIAN KETUJUH
ENTREPRENEUR UNIVERSITY
27. MEGA ENTREPRENEUR
Ikut memikirkan atau mendorong
munculnya pengusaha baru,
sama pantingnya dengan upaya memajukan bisnis kita.
KEGAIRAHAN kita untuk menciptakan pengusaha baru, terutama yang bisnisnya sudah mapan memang sudah mulai tampak sekarang ini. Dan itu sebagai salah satu pertanda bahwa sesungguhnya pengusaha ita tidak hanya antusias dalam memajukan bisnisnya, tetapi juga mempunyai tanggung jawab social yang tinggi. Sosok pengusaha seperti inilah pantas kita sebut sebagai mega entrepreneur.
Saya optimis kehadiran pengusaha baru di dunia bisnis kita akan menambah kegairahan dunia bisnis kita. Dan tak mustahil pengusaha baru itu pun nantinya akan menciptakan pengusaha baru lagi. Sehingga kehadiran mega entrepreneur tidak hanya sekedar menciptakan lapangan kerja, tetapi juga bisa menciptakan pengusaha baru. Langkah megaentrepreneur seperti itu, pada akhirnya juga akan berdampak pada tumbuhnya perekonomian kita yang lebih baik.
28. JADI PENGUSAHA TANPA GELAR
Tanpa gelar pun kita
bisa menjadi pengusaha yang sukses.
Matshusita Konosuke, pengusaha elektronik terbesar di Jepang Ia adalah pengusaha tak bergelar. Akibat ekonomi keluarganya, anak petani ini terpaksa tak bisa menyelesaikan studinya di pendidikan dasar. Namun karena kemauan dan kerja kerasnya, ia pun mampu menjadi pengusaha yang sukses. Hal yang sama terjadi pada Bill Gates, yang sukses dengan microsoftnya. Dia malah driop out dari Harvard University.
Pengusaha kita yang di kenal denga bisnis Es Teller 77 dan mie Tek Tek, Sukyatno Nugroho, MBA, juga tak bergelar. Di sekelah dia hanya ranking 40 dari 50 murid. Ijazahnya Cuma sampai SMP, karena dia Cuma bertahan 3 bulan di kelas 1 SMA. Kalaupunh di belakang namanya ada MBA, itu pun bukan master of business administrasion. Tapi singkatan dari: “manusia bisnis asal-asalan” dan nyatanya ia pun sukses dengan usahanya.
Saya yakin jika kita mau bekerja keras seperti yang di contohkan oleh pengusaha sukses tadi, saya kira usaha kita akan berhasil. Jadi gelar seseorang tak menjamin bisnisnya berhasil. Bahkan mereka yang punya gelar, dan IP nya tinggi cendrung mudah mendapatkan pekerjaan. Artinya ia lebih memilih menjadi dosen, pegawai negeri atau karyawan swasta. Kalau jadi pengusaha kerap kali bisnisnya sullit maju.
29. DIWISUDA SETELAH MENJADI PENGSAHA
Jika tidak ada keberanian membuka usaha
maka tidak akan pernah di wisuda.
Ijazah atau sertifikat memang kerap kali membuat kita bangga. Saya rasa itu boleh-boleh saja, tapi sebaiknya kita jangan lantas lupa diri. Jangan membuat kita lantas tak bersemangat lagi. Sebab paa dasarnya ijazah atau sertifikat itu belum menjadi jaminan untuk kita meraih sukses dalam karier. Sebaliknya jikaa kita ingin menjadi pengusaha, barangkali sebaiknya ijazah itu harus di abaikan. Karena itu ada yang mengatakan, kalau perlu ijazah itu di baker.
Itu sebabnya mengapa peserta yang telah selesai pendidikan “Entrepreneur University” tidak kami beri ijazah. Sebab kalau para lulusannya kami berikan ijazah, sama halnya kita masih memberikan kemungkinan mereka melamar pada perusahaan orang lain.Namun kami memberikan penghargaan kepada mereka berupa prasasti yang tak bisa di gunakan untuk melamar pekerjaan.
Peserta pendidikan “Entrepreneur University” yang menjalani pendidikan selama enam bulan, dan kuliah setiap sabtu dan minggu, pukul 14.00 WIB sampai 17.00 WIB itu, baru menjadi wisuda setelah menjadi pengsaha atau setelah membuka usaha atau setelah usahanya menggelinding.
Sumber : Oleh : PURDI E. CHANDRA
Jumat, 16 April 2010
Selasa, 13 April 2010
Before You Quit Your Job
Before You Quit Your Job
Mungkin bagi anda hari paling mengerikan itu adalah hari dimana hidup anda berhenti kerja. Tidak ada gaji tetap, tidak ada lagi asuransi kesehatan, atau rencana dana pensiun. Tidak ada lagi hari libur karena sakit atau cuti.
Penghasilan anda menjadi nol. Rasa takut tidak mempunyai gaji tetap menghantui anda. Anda juga akan mengetahui alasan kenapa banyak karyawan tidak menjadi seorang entrepreneur, karena rasa takut tidak mempunyai gaji tetap. Tetapi salah satu kemampuan entrepreneur adalah kemampuan bertahan secara cerdas dan tetap waras tanpa uang.
Apakah sejumlah orang dilahirkan sebagai entrepreneur? Banyak yang menanyakan hal di atas. Mari kita ulas. Saya akan jawab kembali memakai pertanyaan , apakah sejumlah orang dilahirkan sebagai karyawan? Orang dapat dididik. Mereja bisa dididik menjadi karyawan atau entrepreneur. Peyebab kenapa lebih banyak karyawan daripada entrepreneur adalah karena sekolah tradisional mendidik generasi muda menjadi karyawan. Sehingga banyak orang tua berkata kepada anaknya “ Pergilah bersekolah supaya kamu kelak mendapat pekerjaan bagus. ‘Saya belum pernah mendengar ada orang tua berkata pergilah bersekolah supaya kamu menjadi seorang entrepreneur.’”
Definisi entrepreneur yang baik adalah menurut Howard H. Stevenson, seorang dosen dari Harvard University.”Kewirausahaan adalah pendekatan pada manajemen yang kami definisikan sebagai berikut: mengejar peluang tanpa memedulikan sumber daya yang ada sekarang ini dan tetap ada di bawah kendali.
Apa perbedaan Antara Karyawan dengan Entrepreneur?
Perbedaaan paling mendasar adalah tentang cara pikir yang tepat. Karyawan mencari pekerjaan setelah bisnis di bangun. Pekerjaan entrepreneur dimulai sebelum ada bisnis.
Pekerjaan terpenting seorang entrepreneur dimulai sebelum adanya karyawan ataupun bisnis. Pekerjaan ini adalah merancang bisnis agar dapat tumbuh, mempekerjaan banyak orang, menambahan nilai untuk konsumennya, menjadi warga negara korporat yang bertanggung jawab, membawa kemakmuran untuk semua orang yang bekerja di bisnis itu, berderma, dan pada akhirnya tidak lagi memerlukan seorang entrepreneur. Sebelum ada bisnis, seorang entrepreneur telah sukses merancang jenis bisnis ini dalam benak nya. Inilah entrepreneur sejati.
Apa karakteristik seorang entrepreneur? Menurut prespektif saya, karakteristik entrepreneur sejati adalah kreativitas dan kemampuan mencapai hal – hal melebihi kemampuan mereka. Mereka adalah ahli dalam pemecahan masalah, mengubah masalah itu menjadi properti inteletual yang berharga, dan mengungkit properti intelektual itu kedalam bisnis. Mereka ahli menggunakan uang dan kemampuan yang dimiliki oleh orang lain.
Perbedaan yang lebih jelas dapat dilihat pada kehendak menempuh resiko yang bisa diperkirakan dan kehendak untuk terbang di hadsapan kebijaksanaan konvensional. Entrepreneur akan mencoba sesuatu yang bahkan kalau semua orang di sekitarnya mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan.
Apakah anda membangun bisnis atau menciptakan pekerjaan?
Kalau anda dapat meninggalkan bisnis anda selama setahun lalu kembali dan mendapatkannya lebih kuat dan lebih besar. Mungkin anda telah mempunyai sebuah bisnis besar. Kalau tidak seperti itu maka anda cuma menciptakan pekerjaan. Misalnya banyak pekerjaan seperti pengacara , akuntan maupun dokter menjadi sangat berhasil sehingga klien mereka hanya ingin berbisnis dengan mereka. Semakin mereka sukses semakin sedikit waktu yang mereka miliki. Dalam hal ini mereka memiliki pekerjaan bukan bisnis.
Orang Bodoh dan Makin Bodoh, Menjadi kaya dan Makin kaya.
Pernahkah anda mendengan hal di atas? Ini mungkin merupakan hal yang telah diketahui banyak orang. Tetapi banyak juga orang tidak mengetahui ini dapat digunakan sebagai pacuan untuk mencapai kebebasan keuangan. Seperti yang telah saya katakan, pengalaman adalah guru paling baik. Kita dapat belajar dari kesalahan yang kita buat dan mengerti dimana letak kesalahan kita.
Perbedaan lain karyawan dan entrepreneur adalah entrepreneur belajar dari kesalahan sedang karyawan di bayar untuk tidak melakukan kesalahan. Hal ini semata – mata dikarenakan bahwa bahkan di sekolah sekalipun anda di tuntut untuk tidak melakukan kesalahan. Sebagai entrepreneur, pekerjaan yang di lakukan adalah menetapkan sasaran baru, menyusun rencana, melakukan kesalahan dan mengambil resiko gagal. Semakin banyak kesalahan yang dilakukan semakin pandailah entrepreneur itu dan mudah – mudahan perusahaan itu tumbuh serta berkembang dari pelajaran yang di pelajarinya. Karyawan dipekerjakan untuk mengikuti peraturan, mengikuti apa yang diminta kepada mereka, dan melakukan pekerjaan dengan benar. Apabila karyawan ingin melakukan sesuatu hal dengan caranya sendiri dan tidak mengikuti peratuan yang ada, atau membuat terlalu banyak kesalahan, mereka akan dipecat karena tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan.
Pekerjaan karyawan adalah tidak mengambil resiko dan pekerjaan entrepreneur adalah dengan mengambil resiko, membuat kesalahan dan kadang – kadang mengalami kegagalan.tetapi resiko ini tidak diambil secara acak. Resiko yang dapat diambil adalah resiko yang telah di perhitungkan dengan cermat. Semakin baik penilaian anda terhadap hal ini maka resiko yang anda ambil akan semakin kecil. Perlu dicamkan bahwa karyawan tidak suka mengambil resiko. Mereka lebih suka kepada keamanan. Tapi ini berarti kebalikan dari kebebasan.
Mengetahui Perbedaan Antara Pekerjaan dan Tugas
Apa yang dimaksud pekerjaan menurut anda?
Pekerjaan adalah sesuatu yang karenanya aku akan memperoleh bayaran. Sebagai contoh yang nyata dalam kehidupan bersekolah, pekerjaan rumah (home work). Apabila guru anda menyuruh anda mengerjakan pekerjaan rumah anda, apa bayaran yang anda dapat? Bayaran itu berupa nilai anda.
Sedang tugas adalah apa yang anda lakukan untuk menyiapkan diri menghadapi pekerjaan.
Jadi dapat disimpulkan entrepreneur harus melakukan pekerjaan rumahnya. Artinya dia harus memastikan bahwa kelima pekerjaan dama kuadran cashflow untuk bisnis barunya itu dapat terpenuhi. Kelima pekerjaan rumah para entrepreneur adalah:
1. Produk
2. Hukum
3. Sistem
4. Komunikasi
5. Arus kas
Jika entrepreneur lemah dalam menangani 1 hal saja, maka bisnis nya mungkin mengalami kegagalan secara finansial atau gagal berkembang.
Sebelum anda berhenti bekerja, anda perlu melihat tingkatan sistem yang berada di tingkatan kuadran B. Ini bukan berarti anda harus menjadi ahli dalam semua tingkatan.ini berarti bahwa sebagai seorang entrepreneur anda tidak hanya memiliki 1 pekerjaan saja tetapi 5 pekerjaan. Jadi sebelum berhenti bekerja luangkanlah sedikit waktu untuk mempelajari setiap tingkat ini.
Ingatlah anda bekerja untuk belajar bukan hanya untuk menghasilkan uang.
Orang yang Cerdas di Sekolah dan Orang yang Cerdas di Jalanan
Terdapat 4 pemikir
1. Pemikir A : Pemikir yang kritis / memiliki kemampuan analisis
2. Pemikir C : Pemikir yang kreatif / memiliki logika yang fleksibel
3. Pemikir T : Pakar / memiliki keterampilan teknis
4. Pemikir P : Keterampilan menangani orang / kepemimpinan personal.
Keempat pemikir di atas sama penting nya bagi seorang entrepreneur. Tetapi kita tidak perlu menguasai semuanya. Kita cuma perlu menjadi pakar pada 1 tingkat. Karena kalau anda dikelilingi oleh tim yang hebat maka anda juga harus menjadi yang terbaik dalam suatu hal. Kalau anda hanya mempunyai kemampuan sedang dalam berkomunikasi kamu tidak pernah akan memerlukan pengacara, insinyur, atau akuntan terbaik. Kamu hanya akan memerlukan mereka dengan kemampuan sedang karena anda juga berkemampuan sedang.
Ada juga empat jenis sekolah bisnus yang berbeda :
1. Sekolah Bisnis Tradisional
2. Sekolah Bisnis Keluarga
3. Sekolah Bisnis Perusahaan
4. Sekolah Bisnis Jalanan
Dalam hal ini, maksudnya adalah kita dapat menemukan jalan lain untuk menjadi seorang entrepreneur, apabila kita kiranya tidak dapat menikmati sekolah bisnis tradisional ( Perguruan Tinggi ) kita dapat mendapatkan nya dengan mengikuti seminar, buku dan sumber – seumber online untuk mendukung hasrat entrepreneur meraih keberhasilan.
Kombinasi orang yang cerdas di sekolah dan cerdas di jalanan akan membantu anda membangun bisnis yang sukses. Namun tim yang tepat di perlukan sebagai rumusan sejati kesuksesan.
Uang Berbicara
Untuk menjadi seorang entrepreneur sejati, anda perlu bersikap jujur dengan diri anda sendiri saat mengevaluasi dimana posisi anda sekarang. Tentukan posisi anda dan buat sebuah tim yang dapat melengkapi kelemahan anda.
Memahami arus kas dan pengelolaan uang tunau adalah kebutuhan mutlak seorang entrepreneur atau pemilik bisnis. Entrepreneur pada akhirnya harus bertanggung jawab pada jumlah total. Memulai sebuah bisnis hampir selalu membutuhkan lebih banyak uang daripada yang diperkirakan oleh seorang entrepreneur itu sendiri.
Dalam mempelajari ini anda perlu mengetahui 2 hal.
1. Sumber uang tunai anda.
2. Pengeluaran uang tunai anda.
Kedua hal ini penting untuk dipertimbangkan seorang entrepreneur. Calon investor ingin melihat jawaban tentang kedua hal ini. Banyak bisnis sukses yang memasuki krisis finansial karena tidak direncanakan dengan semestina dalam waktu jeda antara pengeluaran produksi atas produknya dan pengumpulan uang dari konsumen. Penundaan salah satu siklus apa itu penjualan, pembelian, pemasokan barang ataupun yang lain nya dapat berakibat krisis uang tunai. Anda harus dapat memperpendek siklus saat dimungkinkan.
Keseluruhan industri dapat berubah dalam waktu yang lebih singkat daripada saat membangun, menjual dan menagih penjualan produk.
Umumnya para entrepreneur berusaha menghabiskan separuh waktunya untuk bekerja dengan masa depan bisnisnya dan membangun tim yang kuat untuk berkonsentrasi pada topik masa kini dan masa lalu bisnis itu. Dengan begitu, entrepreneur dapat merancang suatu sistem baru yang kuat sehingga dapat bersaing dengan perusahaan lain.
Tiga Jenis Uang
Tiga jenis uang terdiri dari:
1. Uang kompetitif
Untuk menjelaskan jenis uang ini dapat di liat sebagai berikut “ kita belajar bersaing sedari dini. Di sekolah, kita bersaing untuk mendapat nilai, kita bersaing dalam olahraga dan kita bersaing untuk orang yang kita cintai. Dalam pekerjaan kita belajar bersaing untuk pekerjaan, kenaikan gaji, promosi, pengakuan dan untuk bertahan. Dalam bisnis perusahaan bersaing untuk mendapat konsumen, pangsa pasar, kontrak, dan karyawan yang bagus. Persaingan adsalah seleksi alam atau sesuatu yang memakan sesuatu yang lain. Kebanyakan orang bekerja untuk uang kompetitif.”
2. Uang Kooperatif
“Dalam olahraga dan bisnis, kooperasi dikenal dengan kerja tim. Entrepreneur terkaya dan paling berkuasa membangun bisnis terbesar di dunia lewat kooperasi. Mereka menjadi lebih kompetitif karena kooperasi tim mereka. Kebanyakan entrepreneur bisnis besar adalah pemimpin tim yang hebat. Dan mereka mendapatkan uang kooperatif.”
3. Uang Spiritual
Uang spiritual adalah mengenai mengerjakan suatu pekerjaan bukan karena kamu ingin melakukan nya tetapi karena hal itu harus dilakukan dan jauh di dalam lubuk hatimu kamu tahu bahwa kamulah yang harus melakukan nya karena kamu terganggu ketika tahu bahwa tidak ada orang lain yang melakukannya. Dan upah dari hal ini adalah uang spiritual.
Cara Beralih Dari Bisnis Kecil ke Bisnis Besar
Bisnis paling sukses biasanya melakukan salah satu dari hal berikut:
- Memecahkan masalah
- Memenuhi kebutuhan
Memiliki misi yang berkaitan dengan pemecahan masalah atau pemenuhan kebutuhan, dikombinasikan dengan hasrat untuk melayani sebanyak mungkin orang, adalah dasar untuk membangun bisnis yang sukses.
Tim pemenang
Kesuksesan atau kegagalan dalam bisnis harus berhubungan dengan etika kerja, kebulatan tekad, dan hasrat. Kebanyakan orang yang melakukan lompatan itu mempunyai berton- ton ketiga hal itu. Namun, faktor penentu terbesar bahkan lebih berhubungan dengan mempelajari 3 keterampilan penting yang akan mengubah semua bisnis menjadi sebuah kesuksesan.
Pertama, anda harus dapat menjual. Karena “Penjualan = Pendapatan” kalau pendapatan kurang hal itu dikarenakan si pemilik tidak suka, tidak mengetahui cara, atau semata enggan untuk menjual.
Kedua, dalam rangka membangun bisnis atau jaringan sebenarnya, dan bergerak keluar dari kuadran “S”, Anda harus mampu menarik, membangun, dan memotivasi tim yang hebat. Dan di dunia bisnis kecil, semua orang dalam tim harus bersedia menjual, terlepas dari posisi mereka dalam perusahaan.
Unsur ketiga tidak kalah pentingnya untuk melengkapi kedua unsur diatas. Yaitu kemampuan anda mengajarkan kepada orang lain dalam bisnis cara menjual, cara menjadi anggota tim yang hebat dan cara untuk sukses. Keterampilan inilah yang memastikan pertumbuhan, keuntungan dan hidup panjang perusahaan.
Apa Pekerjaan Seorang Pemimpin Bisnis ?
Berikut daftar pekerjaan yang paling penting bagi seorang pemimpin bisnis:
1. Menentukan dengan jelas misi,sasaran, dan visi perusahaan
2. Menentukan orang – orang terbaik dan bentuk mereka menjadi sebuah tim
3. Memperkuat perusahaan anda dari dalam
4. Mengembangkan perusahaan anda dari luar
5. Meningkatkan jumlah total keuangan
6. Berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan
7. Menjadi warga negara korporat yang baik
Cara mengembangkan bisnis :
1. Menyalin keseluruhan sistem. Maksudnya pemilik menjual perusahaannya ke orang lain dan membangun perusahaan kembali yang lebih sempurna.
2. Berwaralaba.
3. Membuat perusahaan go public melalui IPO ( initial public offering ) kalau di Indonesia lebih banyak disebut dengan bursa efek
4. Lisencing dan joint ventures. Licensing adalah suatu kesepakatan yang memungnkan bisnis lain memproduksi produk anda. Joint ventures adalah berkerjasama apabila ada suatu proyek yang terlalu besar dan berbahaya untuk dikerjakan sendiri misal dalam hal modal, ketenagakerjaan, dan lain sebagainya. Hal ini memungkinkan suatu perusahaan bekerja sama dengan perusahaan lain untuk meraih tender.
sources : Robert T Kyosaki
Mungkin bagi anda hari paling mengerikan itu adalah hari dimana hidup anda berhenti kerja. Tidak ada gaji tetap, tidak ada lagi asuransi kesehatan, atau rencana dana pensiun. Tidak ada lagi hari libur karena sakit atau cuti.
Penghasilan anda menjadi nol. Rasa takut tidak mempunyai gaji tetap menghantui anda. Anda juga akan mengetahui alasan kenapa banyak karyawan tidak menjadi seorang entrepreneur, karena rasa takut tidak mempunyai gaji tetap. Tetapi salah satu kemampuan entrepreneur adalah kemampuan bertahan secara cerdas dan tetap waras tanpa uang.
Apakah sejumlah orang dilahirkan sebagai entrepreneur? Banyak yang menanyakan hal di atas. Mari kita ulas. Saya akan jawab kembali memakai pertanyaan , apakah sejumlah orang dilahirkan sebagai karyawan? Orang dapat dididik. Mereja bisa dididik menjadi karyawan atau entrepreneur. Peyebab kenapa lebih banyak karyawan daripada entrepreneur adalah karena sekolah tradisional mendidik generasi muda menjadi karyawan. Sehingga banyak orang tua berkata kepada anaknya “ Pergilah bersekolah supaya kamu kelak mendapat pekerjaan bagus. ‘Saya belum pernah mendengar ada orang tua berkata pergilah bersekolah supaya kamu menjadi seorang entrepreneur.’”
Definisi entrepreneur yang baik adalah menurut Howard H. Stevenson, seorang dosen dari Harvard University.”Kewirausahaan adalah pendekatan pada manajemen yang kami definisikan sebagai berikut: mengejar peluang tanpa memedulikan sumber daya yang ada sekarang ini dan tetap ada di bawah kendali.
Apa perbedaan Antara Karyawan dengan Entrepreneur?
Perbedaaan paling mendasar adalah tentang cara pikir yang tepat. Karyawan mencari pekerjaan setelah bisnis di bangun. Pekerjaan entrepreneur dimulai sebelum ada bisnis.
Pekerjaan terpenting seorang entrepreneur dimulai sebelum adanya karyawan ataupun bisnis. Pekerjaan ini adalah merancang bisnis agar dapat tumbuh, mempekerjaan banyak orang, menambahan nilai untuk konsumennya, menjadi warga negara korporat yang bertanggung jawab, membawa kemakmuran untuk semua orang yang bekerja di bisnis itu, berderma, dan pada akhirnya tidak lagi memerlukan seorang entrepreneur. Sebelum ada bisnis, seorang entrepreneur telah sukses merancang jenis bisnis ini dalam benak nya. Inilah entrepreneur sejati.
Apa karakteristik seorang entrepreneur? Menurut prespektif saya, karakteristik entrepreneur sejati adalah kreativitas dan kemampuan mencapai hal – hal melebihi kemampuan mereka. Mereka adalah ahli dalam pemecahan masalah, mengubah masalah itu menjadi properti inteletual yang berharga, dan mengungkit properti intelektual itu kedalam bisnis. Mereka ahli menggunakan uang dan kemampuan yang dimiliki oleh orang lain.
Perbedaan yang lebih jelas dapat dilihat pada kehendak menempuh resiko yang bisa diperkirakan dan kehendak untuk terbang di hadsapan kebijaksanaan konvensional. Entrepreneur akan mencoba sesuatu yang bahkan kalau semua orang di sekitarnya mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan.
Apakah anda membangun bisnis atau menciptakan pekerjaan?
Kalau anda dapat meninggalkan bisnis anda selama setahun lalu kembali dan mendapatkannya lebih kuat dan lebih besar. Mungkin anda telah mempunyai sebuah bisnis besar. Kalau tidak seperti itu maka anda cuma menciptakan pekerjaan. Misalnya banyak pekerjaan seperti pengacara , akuntan maupun dokter menjadi sangat berhasil sehingga klien mereka hanya ingin berbisnis dengan mereka. Semakin mereka sukses semakin sedikit waktu yang mereka miliki. Dalam hal ini mereka memiliki pekerjaan bukan bisnis.
Orang Bodoh dan Makin Bodoh, Menjadi kaya dan Makin kaya.
Pernahkah anda mendengan hal di atas? Ini mungkin merupakan hal yang telah diketahui banyak orang. Tetapi banyak juga orang tidak mengetahui ini dapat digunakan sebagai pacuan untuk mencapai kebebasan keuangan. Seperti yang telah saya katakan, pengalaman adalah guru paling baik. Kita dapat belajar dari kesalahan yang kita buat dan mengerti dimana letak kesalahan kita.
Perbedaan lain karyawan dan entrepreneur adalah entrepreneur belajar dari kesalahan sedang karyawan di bayar untuk tidak melakukan kesalahan. Hal ini semata – mata dikarenakan bahwa bahkan di sekolah sekalipun anda di tuntut untuk tidak melakukan kesalahan. Sebagai entrepreneur, pekerjaan yang di lakukan adalah menetapkan sasaran baru, menyusun rencana, melakukan kesalahan dan mengambil resiko gagal. Semakin banyak kesalahan yang dilakukan semakin pandailah entrepreneur itu dan mudah – mudahan perusahaan itu tumbuh serta berkembang dari pelajaran yang di pelajarinya. Karyawan dipekerjakan untuk mengikuti peraturan, mengikuti apa yang diminta kepada mereka, dan melakukan pekerjaan dengan benar. Apabila karyawan ingin melakukan sesuatu hal dengan caranya sendiri dan tidak mengikuti peratuan yang ada, atau membuat terlalu banyak kesalahan, mereka akan dipecat karena tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan.
Pekerjaan karyawan adalah tidak mengambil resiko dan pekerjaan entrepreneur adalah dengan mengambil resiko, membuat kesalahan dan kadang – kadang mengalami kegagalan.tetapi resiko ini tidak diambil secara acak. Resiko yang dapat diambil adalah resiko yang telah di perhitungkan dengan cermat. Semakin baik penilaian anda terhadap hal ini maka resiko yang anda ambil akan semakin kecil. Perlu dicamkan bahwa karyawan tidak suka mengambil resiko. Mereka lebih suka kepada keamanan. Tapi ini berarti kebalikan dari kebebasan.
Mengetahui Perbedaan Antara Pekerjaan dan Tugas
Apa yang dimaksud pekerjaan menurut anda?
Pekerjaan adalah sesuatu yang karenanya aku akan memperoleh bayaran. Sebagai contoh yang nyata dalam kehidupan bersekolah, pekerjaan rumah (home work). Apabila guru anda menyuruh anda mengerjakan pekerjaan rumah anda, apa bayaran yang anda dapat? Bayaran itu berupa nilai anda.
Sedang tugas adalah apa yang anda lakukan untuk menyiapkan diri menghadapi pekerjaan.
Jadi dapat disimpulkan entrepreneur harus melakukan pekerjaan rumahnya. Artinya dia harus memastikan bahwa kelima pekerjaan dama kuadran cashflow untuk bisnis barunya itu dapat terpenuhi. Kelima pekerjaan rumah para entrepreneur adalah:
1. Produk
2. Hukum
3. Sistem
4. Komunikasi
5. Arus kas
Jika entrepreneur lemah dalam menangani 1 hal saja, maka bisnis nya mungkin mengalami kegagalan secara finansial atau gagal berkembang.
Sebelum anda berhenti bekerja, anda perlu melihat tingkatan sistem yang berada di tingkatan kuadran B. Ini bukan berarti anda harus menjadi ahli dalam semua tingkatan.ini berarti bahwa sebagai seorang entrepreneur anda tidak hanya memiliki 1 pekerjaan saja tetapi 5 pekerjaan. Jadi sebelum berhenti bekerja luangkanlah sedikit waktu untuk mempelajari setiap tingkat ini.
Ingatlah anda bekerja untuk belajar bukan hanya untuk menghasilkan uang.
Orang yang Cerdas di Sekolah dan Orang yang Cerdas di Jalanan
Terdapat 4 pemikir
1. Pemikir A : Pemikir yang kritis / memiliki kemampuan analisis
2. Pemikir C : Pemikir yang kreatif / memiliki logika yang fleksibel
3. Pemikir T : Pakar / memiliki keterampilan teknis
4. Pemikir P : Keterampilan menangani orang / kepemimpinan personal.
Keempat pemikir di atas sama penting nya bagi seorang entrepreneur. Tetapi kita tidak perlu menguasai semuanya. Kita cuma perlu menjadi pakar pada 1 tingkat. Karena kalau anda dikelilingi oleh tim yang hebat maka anda juga harus menjadi yang terbaik dalam suatu hal. Kalau anda hanya mempunyai kemampuan sedang dalam berkomunikasi kamu tidak pernah akan memerlukan pengacara, insinyur, atau akuntan terbaik. Kamu hanya akan memerlukan mereka dengan kemampuan sedang karena anda juga berkemampuan sedang.
Ada juga empat jenis sekolah bisnus yang berbeda :
1. Sekolah Bisnis Tradisional
2. Sekolah Bisnis Keluarga
3. Sekolah Bisnis Perusahaan
4. Sekolah Bisnis Jalanan
Dalam hal ini, maksudnya adalah kita dapat menemukan jalan lain untuk menjadi seorang entrepreneur, apabila kita kiranya tidak dapat menikmati sekolah bisnis tradisional ( Perguruan Tinggi ) kita dapat mendapatkan nya dengan mengikuti seminar, buku dan sumber – seumber online untuk mendukung hasrat entrepreneur meraih keberhasilan.
Kombinasi orang yang cerdas di sekolah dan cerdas di jalanan akan membantu anda membangun bisnis yang sukses. Namun tim yang tepat di perlukan sebagai rumusan sejati kesuksesan.
Uang Berbicara
Untuk menjadi seorang entrepreneur sejati, anda perlu bersikap jujur dengan diri anda sendiri saat mengevaluasi dimana posisi anda sekarang. Tentukan posisi anda dan buat sebuah tim yang dapat melengkapi kelemahan anda.
Memahami arus kas dan pengelolaan uang tunau adalah kebutuhan mutlak seorang entrepreneur atau pemilik bisnis. Entrepreneur pada akhirnya harus bertanggung jawab pada jumlah total. Memulai sebuah bisnis hampir selalu membutuhkan lebih banyak uang daripada yang diperkirakan oleh seorang entrepreneur itu sendiri.
Dalam mempelajari ini anda perlu mengetahui 2 hal.
1. Sumber uang tunai anda.
2. Pengeluaran uang tunai anda.
Kedua hal ini penting untuk dipertimbangkan seorang entrepreneur. Calon investor ingin melihat jawaban tentang kedua hal ini. Banyak bisnis sukses yang memasuki krisis finansial karena tidak direncanakan dengan semestina dalam waktu jeda antara pengeluaran produksi atas produknya dan pengumpulan uang dari konsumen. Penundaan salah satu siklus apa itu penjualan, pembelian, pemasokan barang ataupun yang lain nya dapat berakibat krisis uang tunai. Anda harus dapat memperpendek siklus saat dimungkinkan.
Keseluruhan industri dapat berubah dalam waktu yang lebih singkat daripada saat membangun, menjual dan menagih penjualan produk.
Umumnya para entrepreneur berusaha menghabiskan separuh waktunya untuk bekerja dengan masa depan bisnisnya dan membangun tim yang kuat untuk berkonsentrasi pada topik masa kini dan masa lalu bisnis itu. Dengan begitu, entrepreneur dapat merancang suatu sistem baru yang kuat sehingga dapat bersaing dengan perusahaan lain.
Tiga Jenis Uang
Tiga jenis uang terdiri dari:
1. Uang kompetitif
Untuk menjelaskan jenis uang ini dapat di liat sebagai berikut “ kita belajar bersaing sedari dini. Di sekolah, kita bersaing untuk mendapat nilai, kita bersaing dalam olahraga dan kita bersaing untuk orang yang kita cintai. Dalam pekerjaan kita belajar bersaing untuk pekerjaan, kenaikan gaji, promosi, pengakuan dan untuk bertahan. Dalam bisnis perusahaan bersaing untuk mendapat konsumen, pangsa pasar, kontrak, dan karyawan yang bagus. Persaingan adsalah seleksi alam atau sesuatu yang memakan sesuatu yang lain. Kebanyakan orang bekerja untuk uang kompetitif.”
2. Uang Kooperatif
“Dalam olahraga dan bisnis, kooperasi dikenal dengan kerja tim. Entrepreneur terkaya dan paling berkuasa membangun bisnis terbesar di dunia lewat kooperasi. Mereka menjadi lebih kompetitif karena kooperasi tim mereka. Kebanyakan entrepreneur bisnis besar adalah pemimpin tim yang hebat. Dan mereka mendapatkan uang kooperatif.”
3. Uang Spiritual
Uang spiritual adalah mengenai mengerjakan suatu pekerjaan bukan karena kamu ingin melakukan nya tetapi karena hal itu harus dilakukan dan jauh di dalam lubuk hatimu kamu tahu bahwa kamulah yang harus melakukan nya karena kamu terganggu ketika tahu bahwa tidak ada orang lain yang melakukannya. Dan upah dari hal ini adalah uang spiritual.
Cara Beralih Dari Bisnis Kecil ke Bisnis Besar
Bisnis paling sukses biasanya melakukan salah satu dari hal berikut:
- Memecahkan masalah
- Memenuhi kebutuhan
Memiliki misi yang berkaitan dengan pemecahan masalah atau pemenuhan kebutuhan, dikombinasikan dengan hasrat untuk melayani sebanyak mungkin orang, adalah dasar untuk membangun bisnis yang sukses.
Tim pemenang
Kesuksesan atau kegagalan dalam bisnis harus berhubungan dengan etika kerja, kebulatan tekad, dan hasrat. Kebanyakan orang yang melakukan lompatan itu mempunyai berton- ton ketiga hal itu. Namun, faktor penentu terbesar bahkan lebih berhubungan dengan mempelajari 3 keterampilan penting yang akan mengubah semua bisnis menjadi sebuah kesuksesan.
Pertama, anda harus dapat menjual. Karena “Penjualan = Pendapatan” kalau pendapatan kurang hal itu dikarenakan si pemilik tidak suka, tidak mengetahui cara, atau semata enggan untuk menjual.
Kedua, dalam rangka membangun bisnis atau jaringan sebenarnya, dan bergerak keluar dari kuadran “S”, Anda harus mampu menarik, membangun, dan memotivasi tim yang hebat. Dan di dunia bisnis kecil, semua orang dalam tim harus bersedia menjual, terlepas dari posisi mereka dalam perusahaan.
Unsur ketiga tidak kalah pentingnya untuk melengkapi kedua unsur diatas. Yaitu kemampuan anda mengajarkan kepada orang lain dalam bisnis cara menjual, cara menjadi anggota tim yang hebat dan cara untuk sukses. Keterampilan inilah yang memastikan pertumbuhan, keuntungan dan hidup panjang perusahaan.
Apa Pekerjaan Seorang Pemimpin Bisnis ?
Berikut daftar pekerjaan yang paling penting bagi seorang pemimpin bisnis:
1. Menentukan dengan jelas misi,sasaran, dan visi perusahaan
2. Menentukan orang – orang terbaik dan bentuk mereka menjadi sebuah tim
3. Memperkuat perusahaan anda dari dalam
4. Mengembangkan perusahaan anda dari luar
5. Meningkatkan jumlah total keuangan
6. Berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan
7. Menjadi warga negara korporat yang baik
Cara mengembangkan bisnis :
1. Menyalin keseluruhan sistem. Maksudnya pemilik menjual perusahaannya ke orang lain dan membangun perusahaan kembali yang lebih sempurna.
2. Berwaralaba.
3. Membuat perusahaan go public melalui IPO ( initial public offering ) kalau di Indonesia lebih banyak disebut dengan bursa efek
4. Lisencing dan joint ventures. Licensing adalah suatu kesepakatan yang memungnkan bisnis lain memproduksi produk anda. Joint ventures adalah berkerjasama apabila ada suatu proyek yang terlalu besar dan berbahaya untuk dikerjakan sendiri misal dalam hal modal, ketenagakerjaan, dan lain sebagainya. Hal ini memungkinkan suatu perusahaan bekerja sama dengan perusahaan lain untuk meraih tender.
sources : Robert T Kyosaki
Minggu, 28 Maret 2010
8 Intisari Kecerdasan Finansial
# 1 MEMILIH TUJUAN PRODUKTIF DAN KONSUMTIF
Ilmu ekonomi mempelajari perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnnya.Pada hakikatnya,ilmu ekonomi mempelajari tiga hal,yaitu; produksi,konsumsi, dan distribusi.Dalam perekonomian modern dewasa , aktivitasa distribusi dapat dikategorikan sebagaia aktivitas distribusi menciptakan nilai tambah [value added].Iniberarti , pelaku distribusi adalah aktor – aktor bisnis yang menciptakan uang dengan cara creating voloe.
Konsumen adalah tindakan menghabiskan nilai guna suatu barang. Konsumen berarti mengorbankan sejumlah uang yang tidak akan kembali. Lantas apayang kita peroleh Kepuasan, nilai guna atau utilitas.Kalau kita membeli baju,kita mengorbankan sejumlah uang[katakanlah Rp100 ribu].Namun kita memperoleh manfaat dari baju terbut,yaitu badan terlindungi.
Sedangkan produksi adalah menciptakan sesuatu [barang dan jasa]yang memiliki nilai guna masyarakat.Dalam berproduksi, kita mengeluarkan sejumlah uang sebagai modal, namun kelak aakan kembali dengan nilai yang diharapkanlebih besar. Selisihnya adalah laba, yang dalam bahasa ekonomi adalah nilai tambah.
Tindakan kita sehari-hari adalah berdifat mengeluarkan uang, dapat dikategorikan kedalam dua jenis; produktif atau konsumtif. Cobalah membuat daftar 50 hal yang biasa anda lakukan setiap hari. Pilah kegiatan-kegiatan tersebut menjadi aktivitas produksi atau konsumsi. Yang termasuk kegiatan konsumsi a.1. memakai mobil ke mall, makan, membeli cemilan, membeli pulsa, bayar servis kendaraan, membayar rekening listrik, beli baju, membayar angsuran rumah yang sitempati keluarga, dan lain-lain. Biaya anak sekolah juga termasukaktivitas konsumtif ( dari sudut pandang orang tua ),karena tingkat kembaliannya sukar dihitung. walau begitu, dari sudut pandang anak, biaya pendidikan harus tetap dianggap sebagai investasi jangka panjang.
Sementara itu yang termasuk kegiatan produktif a.1. bekerja dikantor, jual beli mobil bekas, mengerjakan script-writing/tulisan desain grafis yang dipesan klain, membeli mobil untuk disewakan,dll.
poinnya. Yang penting bagi anda adalah mempertimbangkan kembali setiap item kegiatan konsumtif. Benarkah uangnya layak dikeluarkan? Mengapa harus ikut fitness yang tarifnya Rp 2 juta sebulan, kalau ada alternatif lain yang hanya Rp 25 ribu sekali dating? Mengapa harus membeli baju seharga Rp 500 ribu kalau ada pilihan lain dengan harga seperlimanya.
# 2 MEMBEDAKAN ASET DAN LIABILITAS
Pelajaran terpenting dari pakar kecerdasan finansial seperti kiyosaki adalah tiori untuk memisahkan dengan tegas antara aset dan liabilitas. Banyak liabilitas yang tampakseolah-olah sebagai aset, sehingga kita merasa kaya ( tapi sebenarnya miskin ).
Misalnya saja, mobil pribadi dan rumah pribadi. Secara akunting, kedua harta ini akan dicatat dikolom aset. Namun bagi kiosaki tidak demikian. Rumah pribadi dan aset pribadi adalah liabilitas. Mengapa? Sebab angsuran atas dua jenis harta itu bisa menguras 40% dari pendapatan bulanan anda.
Apa yang membedakan antara aset dan liabilitas?
Cash flow, sekali lagi, aliran uang kas.
Aset adalah harta yang memberikan aliran kas bagi pundi-pundi anda secara rutin. Ibaratnya, aset adalah pacar yang produktif, yang setiap waktu membantu anda meraih kesuksesan secara finansial. Yang termasuk aset adalah:
Kamar-kamar dirumah anda yang disewakan untuk anak-anak kos
Rumah yang dikontrakkan
Mobil yang disewakan
Tanah yang dibudidayakan scara produktif atau disewakan
Uang yang ditanamkan dalam berbagai bentuk investasi
Kekayaan intelektual yang memberi royalti
Karya cipta/karyaseni yang memberi royalti
Sedangkan liabilitas adalah harta yang menguras isi kocek anda secara rutin. Liabilitas ibarat “cewek matre” yang bisa membuat anda failit. Sebagian besar daftar konsumsi anda pada prinsipnya bisa dikategorikan sebagai liabilitas, misalnya:
Hand phone, televisi,kulkas, dan barang-barang elektronik lainnya
Kendaraan pribadi
Rumah pribadi
Koleksi busana, termasuk sepatu
Keanggotaan padaklub tertentu
Pangkaslah liabilitas anda, dan milikilah sebanyak mungkin aset yang bisa memberikan cash inflow ( pendapatan tunai ) bagi anda. Dengan cara itu, anda akan memperbaiki kondisi keuangan anda. Pengeluaran yang dihemat itu bisa dialokasian sebagai investasi, untuk menambah sisi pendapatan tunai anda.
Kalau memang liabilitas tidak mungkin dihindari, gunakan cara pembayaran tunai agar anda tidak dikenai bnga untuk sesuatu yang bersifat konsumtif. Kalau anda harus membayar bunga, usahakan semaksimal mungkin agar benda yang dibeli mempunyai nilai produktif, sehingga benda tersebut mampu membayar sendiri cicilannya.
# 3 MEMAHAMI ALIRAN UANG
Lihatlah disekeliling, dan perhatikanlah bagaimana roda bisnis berputar.Cermati transaksi yang terjadi setiap; orang membeli pulsa,direstoran terlaris, termasuk juga transaksi yang terjadi di pasar tradisional. Pahamilah mengapa orang rela mengorbankan sejumlah uang tertentu untuk mendapatkan barang atau jasa tertentu.
Selama 15 minit, cobalah perhatikan kasir disuatu swalayan.perkirakan berapa rupiah transaksi yang dialakukan.Selama 30 minit, ketika makan siang, cobalah menghitung berapa konsumen yang datang kerestoran tempat anda makan.Taksirlah berapa pengeluaran peroang,dan cobalah menebak berapa omzet restoran tersebut setiap harinya.Pahami juga cara pengelolaannya,dan bagaimana mereka mendapatkan bahan baku, dan bagaimana mereka memperlakukan stok yang tidak laku dijual.
Cobalah mengamati perilaku orang –orang ketika berbelanja.Selidiki latar belakang mereka.Lihatlah preferensi barang yang mereka beli.Ketika sedang ngoprol dengan teman – teman,cobalah bertanya tentang barang atau jasa apa yang sangat ingin mereka dapatkan kalau merka banyak uang.
Berikut ini hal –hal yang mungkin anda temukan :
Kaum berpenghasilan tetap ( karyawan swasta, pegawai negri ) memiliki polabelanja yang hampir sama, baik siklus waktu maupun barang yang ingin meraka beli.
Terjadi pola aliran uang,pada awal bulan uang mengucur dari employer ke employee. Tetapi itu hanya terjadi dalam beberapa hari. Selebihnya, aliran uang berbalik kembali kekalangan employer, yaitu mereka yang memiliki dan mengelola bisnis. Kalaupun gaji sudah habis, kaum employee itu tidak berhenti berbelanja. Kan ada kartu kredit?
Dibandingkan kaum empeloyer, justru employee yang berpendapatan tetap, yang paling berani nerutang. Sebagian besar utang mereka adalah utang konsumtif, bayak diantara mereka yang angsuran rutinnya lebih dari separuh gaji mereka.jadi, 90 % ditujukan untuk tujuan komsumsi! Bukan untuk memperbaiki arus kas. Semkin lama mereka terjerat utang konsumtif, semakin kecilpeluangnya untuk bebas secara finansial.
Kebanyakan orang memiliki obsesi- obsesi yang bersifat konsumtif (misalnya liburan ke bali) hanya sedikit yang terobsesi untuk melakukan restrukturisasi aset dan membudidayakan uang agar bisa mendapatkan passive income.
# 4 CARILAH EMAS YANG TERSEMBUNYI
Orang cerdas secara finansial, mampu melihat apa yang tidak mampu di lihat orang awam.di mata awam, seeokor ayam betina adalah binatang berkaki dua kalau dipanggang akan menjadi makanan lezat. namun bagi seorang yang cerdas secara finansial, seekor ayam betina itu tiga tahun ke depan akan menjadi akan menjadi ratusan ekor ayam.
Lihatlah keseliling. Cobalah memainkan imajinasi anda. Bayangkan jika lahan rawa-rawa itu disulap menjadi menjadi pemukiman real estat, pusat perbelanjaan atau apartemen mewah.tentu harga tanahnya akan berlipat ganda luar biasa.
Banyak pemain bisnis sektor propersi yang mencari emas tersembunyi. Mereka mencari lahanyng tidak ada nilainya bagi orang lain, kemudian di sulap menjadi emas. Mereka menciptakan lingkungan dan menjualnya dengan mudah. Yang mereka jual sebetulnya adalah gagasan,bukan rumah atau taman.
Keuntungannya jelas luar biasa.namun,mereka sangat sadar bahwa mereka sangat sadar bahwa keuntungan diperoleh pada saat membeli,bukan pada saat menjual.ini berarti,mereka tahu persis apa yang harus mereka lakukan, pada saat melakukan pada saat melakukan dealing pembelian awal.
Segala yang berharga letaknya tersembunyi. Kita harus menggali gunung untuk mendapatkan sebungkah emas.kita harus menyelam kedasar laut untuk mendapatkan mutiara.emas tidak tampak di atas permukaan tanah,begitu pula mutiara tidak kelihatan diatas permukaan laut.
Emas yang tersembunyi adalah kiasan dari peluang-peluang bisnis yang bisa anda garap. Mungkin itu tidak berharga bagi orang kebanyakan,namun jika anda menyentuhnya,ia bisa menjadi mesin uang. Kebanyakan orang tidak menyadarinya,jadi peluang anda semakin terbuka lebar.
Bisnis barang rongsokan dan kertas bekas misalnya, adalah jenis bisnis yang yang tidak menarik bagi kebanyakan orang. Sebab citranya buruk: kotor, ribet, dan mirip sampah. Lingkungan kerjanya juga tidak sehat.
Namun, gambaran itu menipu.persis kesan yang muncul ketika kita melihat padang pasir gersang yang terhampar luas. Padahal, dibalik gurun yang menyilaukan mata itu terdapat sumber minyakmirialan barel.
Jadi jangan tertipu penampilan atau gambaran permukaan. Mungkin kita tidak menyangka kalau seorang penjual pisang goreng biisa mencapai omset penjualan Rp 5 juta per hari. Seorang penjual siomay mampu meraup mendapatan bersih yang jauh besar dari pada gaji seorang manejer yang berpenampilan rapi yang kemana-mana naik mobil mewah.
# 5 MEMILIKI DAYA UNGKIT
Kalau sudah menemukan gunung yang akan digali dandicari bungkahan-bungkahan emasnya, kini waktunya merancang alat pengungkit. Yang membedakan orang kaya dengan kelas menengah serta orang orang miskin adalah kepemilikan daya ungkit.
Daya ungkit adalah sesuatu yang membuat asset anda akan tumbuh berlipat ganda mengikutideret waktu daya ungkit muncul dari system yang diciptakan yang sedemikian rupa, sehingga tidak lagi bergantung pada orangtertentu dengan daya ungkit, kita bias memindahkan sebongkah batu besar yang tak mungkin kita angkat.
Seorang penjual baksomaksimal memcapai omset Rp 1 juta sehari. Ia ingin melipatgandakan uangnya menjadi Rp 20 juta. Bagaimana caranya? Ya, membuka cabang, dengan 20 cabang, ia mencapai omset yang ditargetkan. Tentu saja untuk membuka cabang ia harus melatih karyawan dan setafnya, menstandarisasi resep, dan membuat tampilan outlet dengan cirri khas tertentu. Takkalah penting, ia harusmemilih lokasi-lokasi yang tepat agartarget penjualan tercapai.
Namun ternyata sipenjual bakso tak puas dengan omset 20 juta sehari, ia ingin Rp 100 juta sehari. Bagaimanacaranya setelah berkonsultasi kirikanan. Ia pun membuat system waralaba untuk produknya ia merancangstrategi promosi untuk menaikkan brand produknya juga agar para investor tertarik membeli lisensi miliknya. Dengan system waralaba, ia tidak kesulitan mencapai target yang diingankannya.
# 6 BIARKAN YANG BEKERJA
Kalau sistem sudah bekerja dengan baik, kini tiba waktunya beternak uang. Yang bekerja kini bukan orangnya,tetapi uangnya. Orangnyaboleh beristirahat, mengerjakan appun yang menjadi hobbinya, atau mencari ide-ide baruuntuk menambah bidangbisnis yang lain guna memperkuat jaringan usahanya. Tai prinsipnya, uang hasil jernih lelah selamanya, sudah waktunya jadi aset utama yang memberikan uanga tunai secara rutin.
Caranya? Sebarkan uang ersebut ke berbagai instrumen investasi. Sebarkan menurut skala resiko yang diinginkan,guna menghindari total loss. Kalau uangnya cukup banyak, pilihan yang tersedia semakin beragam. Lembaaga yanmg konservatif pun,seperti bankpastiakan tergiur. Mereka akan menawarkan suku bunga khusus seandainya pemilik uang menempatkan dananya dibank tersebut.
Deposito dan oblikasi pemerintah adalah alternatif investasi yang diyakini berisikominimal. Kemudian ada obligasi swasta dan saham, yang resikonya lebih tinggi.tapi tentu saja, kalau resikonya tinggi,peluang profitnya juga mesti tinggi. Penempatan uang tunai dibank pengkreditan lembaga non bank, mungkin mau memberi bunga yang legih tinggi dibandingkan bank umumtapi resikonya juga lebih tinggi.bermain valuta asing juga beresiko tinggi, walaupun anda berpeluanganda mendapatkan keuntunganbesardan cepat jadi antara resiko dan tingkat keuntungan selalu berbanding lurus. Disini yang berperan adalah kalkulasi anda,dan juga nyali.
Bidang properti adalah alternatif invesasi yang selama ini menjadi primadona. Membeli apartemen, rumah real estat, atautanah dilokasi yang strategis, biasanya akan membeerikan keuntungan yang lumayan. Namun lokasinya harus stategis.jauh lebih mudah menjual aset mahal dilokasi yang stategis dari pada aset murah dilokasi yang kurang berkambang.
Dibandingkan deposito, saham dan valas,properti lebih lambat diuangkan. Jadi lebih bersifattidak likuid.namun ada keuntungan gandayang bisa anda peroleh.yang pertama adalah pendapatan sewa properti, yang kedua adalah ekuity yang pastiakan anda dapatkan seiring naiknya harga properti. Properti adalah satu-satunya aset yang nilainya tidak pernah turun.
Namun sektor propertijuga memiliki siklus pasng surut sendiri. Dalam 3-5 tahun sekali, biasanya terjadi stagnasi pasar. Kondisi seperti ini terjadi oada saat kondisi ekonomi semakin melambat,suku bunga merangkak naik inflasi semakin meningkat, saatitu perusahaan-perusahaan propertisulitmenjual produknya. Sebaliknya. Pasar skunder sangat ramai banyakorang menjual rumahnya mungkin karena butuh uang tunai.
Pasangmata dan telinga, hingga anda tahu persis kapan saat-saat seperti itu terjadi.itulah waktu tepat untukmem bali karena harga biasanya dipatok diawah harga biasanya.kita memperoleh keuntungaan saat membelibukan pada saatmenjualnya
#7 CIPTAKAN ASET YANG TIDAK BISA HILANG
Kunci menuju kebebasan finansial adalah bagaimana menciptakan aset yang bisa memberrikan arus kas fositif. Namun, aset dalam pengertian fisik bisa saja setiap saat hilang. Entah dicuri orang,dirampok,atau hilang nilainya nilainya karena sudah lagi tidak produktif .
Karena itu, perlu bagi kita untuk menciptakan aset yang tidak bisa dicuri, hilang atau dirampok. Yaitu cara berpikir dan bertindak. Boleh saja anda bangkrut total, terkena musibah hingga seluruh milik anda rata dengan tanah. Namun jika anda masih mempertahankan cara berpikir dan cara bertindak cerdas secara finansial, maka semua yang hilang itu bisa kembali.
Cara berpikir adalah yang terpnting. Sebab cara berpikir mimpengaruhi cara bertindak. Cara ber pikir mempengaruhi sikap yang anda ambil mengenai persoalan apapun. Cara berpikir akan menyelamatkan akan perubahan yang cepat dewasa ini.
# 8 PAHAMI TANDA-TANDA MAKRO PREKONOMIAN
Dunia bisnis adalah bagian tak terpisahkan dari sistem perekonomi secara umum. Jadi, sangat penting untuk untuk tanda-tanda makro perekonomian.sebab dari sana, akan muncul berbagai peluang yang dapat dimamfaatkan, serta potensi-potensi hambatan yang perlu diantisipasi sejak dini.
Mulailah mengamati apa yang terjadi dengan perekonomiaan makro kita. Indikator-indikator yang harus diamati setiap saat adalah: tingkat pertumbuhan ekonomi, valas, laju inflasi,suku bunga perbankan,indek saham, dan tngkat pertumbuhan.
Pertumbbuhan ekonomi yang tinggi membuka peluang banyak bidang. Aplagibila tingkat sukku bunga cukup rendah, sehingga uang tunai mengalir ke setiap bidang bisnis, masyarakat relatif lebih gampang mengeluarkan uangnya. Indek saham semakin meningkat yang menandai dunia bisnis memasuki masa booming. Inilah saatnya berinvestasi pada saham atau bisnis sektor riil secara umum.
Namun jika itu diiringi oleh laju inflasi yang relatif tinggi, maka brsip-siaplah memasuki oeriode suram. Inflasi tinggi akan diikuti oleh tingginya suku bunga dan melemahnya nilai rupiah. Uang akan tersedot dari peredaran,sehingga jualan apapun menjadi lebih sulit.iniah saatnya menempatkan uang tunai dalam bentuk deposito atau valuta asing.atau waktunyamembeli properti yang nilainya telah mengaalami koreksi.
Pada prinsipnya perekonomian ibarat ayuanan pendulum antara pertumbuhan dan sagflasi, antara inflasi dengan tingka suku bunga, dan antara sektor riil dan sektor moniter. Jika anda mampu menemukan pola ayunan pendulumtersebut,maka sangat mudah bagi anda untuk menempatkan aset pada bidang-bidang yang keuntungannya maksimal.
Semua kebijakan pemerintah, dari kenaikan gaji pegawai hingga naiknya harga BBM akan menimbulkan dampak bagi bisnis.vermatilah bagaimana pemerintah merumuskan kebijakan –kebjakannya serta kebijakan apa yang akan diambil pada masa akan datang .dengan mencermati tren kebijakan pemerintah, beraarti anda akan lebih siapmengantisipasi peristiwa apapun yang akan terjadi dengan perekonomian dan bisnis dimasa depan.
First Think First:
Posisikan Diri dalam Cashflow Quadran
First think first untuk menyerap intisari kecerdasan finansial adalah memposisikan diri anda dalam cashflow quadran ala kiyosaki. Berarti anda harus memilih peransebagai karyawan atau employee( kuadran E ), profesional ( kuadran S ), business owner ( kuadran B ), atau investor ( kuadran I ).
Ingat anda tidakharus memilih salah satu kuadran. Anda boleh memilih dari satu peran dalam lebih dari suatu kuadran. Tergantung pada potensi yang anda miliki dan “nyali” untuk mlakukannya.
Kalau enggan meninggalkan meninggalkan pekerjaan anda,berarti anda tidak ingin pergi dari kuadra E. apakah ini buruk? Tidak juga. Anda bisa etap saja berperan sambil employee sambil anda memainkan uang anda berperan sebagai investor dikuadran I, atau membuka bisnis sendiri berperan dikuadran B, apakah bisa berhasil? Tergantung pada bagaimana anda mengalokasikan waktu, sumberdaya, dan perhatian atau konsentrasi.
Mungkin saat ini anda belum berniat untuk berpindah kuadran, atau melakukan ekvansi ke kuadranlain. Belum ada modal adalah alasan yang paling klasik. Namun itu bukan berarti anda tidak melakukannya.rencanakan dengan pasti, kapan anda akan berpindah kuadran atau merambah ke kuadran lain. Tampa perencanaan yang pasti, niat hanya tinggalsekadar niat yang tak pernah dirialisasikan, jadi harus punya target, padatahun berapa anda memiliki bisnis sendiri, dibidang apa, dan bagaimana anda mengatur waktu antara tetap bekerja sambilmengellola bisnis sendiri.
Setelah itu tentukan cara yang paling realistis untuk memcapa target. Jika modal adalah hambatan utama, maka mulailah menyisihkan pendapatan sedikit demi sedikit. Jika skilll dan pengetahuan masih menjadi kendala, maka berusahalah dengan keras untuk memahami bidang bisnis yang akan terjuni, jika jurang cukup pe-de untuk tampil sebagai singgle fighter, maka mulailah pasang mata dantelinga untuk mendapat partner yang tepat.
Intinya, anda harus memahami posisi dari anda sekarang dalam posisi cashflow kuadran kiyosaki. Kemudiaan , tentukan bagaimana posisis anda dimasa depan dalam kuadran yang sama.
Setelah itu, baru pikirkan strategi manapun langkah-langkah tyang realistis, berdasarkan delapan poin intisari kecerdasan finansial seperti diuraikan di bagian sebelumnya.
Banyak orang menganggap sukses dalam hidup dengan kerja keras, nasib baik, keberuntungan,keadaan, kekayaaan yang mereka tidak miliki, bantuan dari luar, koneksi atau pengorbanan-pengornbanan basar yang tak tetanggungkan. Mereka tidak tahu bahwa sukses tidak tergantung padakondisi ataau keadaan apapun untuk meraih sukses, kita harus mempersiapkan diri untuk sukses.pertama, harus ada kemauan untuk sukses, lalu kita harus melakukan hal-hal yang diperlukan untuk membantu kita mencapainya.
Sukses tidak akan datang dari menghabiskan semua penghasilan untuk makan dan minum, atau berpesta sampai larut malam. Sukses lahir dari usaha untuk membantu diri sendirimengembangkan mental, pikiran, jiwa dan raga.jika kita ingin sukses kita harus mempersiapkan diri untuk menerimanya. Persiapkan ini secara logis terdiri dari memperbaiki dari lewat pengetahuan self help yang harus kita dapatkan sendiri, untuk kemudian diterapkan dalam langkah-langkah nyata.
Kita tidak membuanga waktu dan uang-uang kita, tetapi kita belajar untuk membuatnya bermamfaat bagi kita. Untuk menguasai pengetahuan-pengetahuan praktis yanng jika diterapkan dengan tepat, akan mendatangkan kekuatan.sisihkan sebagian dari penghasilan anda,semakain banyak yang anda tabung, andasemakin dekat menjadi orang kaya.
Tidak ada keheidupanyang tak bisadiperkayalewatmenolong diri sendiri. Tak ada kehidupan yang takprodukif, lewat menolong diri sendiri. Tak ada hidup yang takmeraih sukses lewat menolong diri sendiri.hidup anda akan dierkaya sampai takterhitung harganya, lewat usaha yang rajindan terus-menerus untuk meninggikan nilai-nilai anda.
Energi Sukses Ada di Dalam Diri Sendiri
Ada dua jenis orang yang gagal. Yanag pertama, mereka yanga berbuat tapi tak pernah berpikir. Yang kedua, yang berpikir tak pernah berbuat.
Menjalani hidup tampa menggunakan kemampuan kit unuk berfikir sama dengan membidik tanpa sasaran.sebaliknya, berpikir saja tanpa ada perbuatan konkrit,jugag tidak memberi mamfaat apapun. Jadi perlu ada keseimbangan antara pemikiran dan perbuatan.
Dalamkaitannya dengan kecerdasan finansial, kita perluterus menerus mengasahnya dengan perbuatan-perbbuatan nyata. Ada begitu banyak orang yang tahu untuk menjadi kaya,tetapi mereka tidaak mempraktikkannya, sehingga seumur hidup mereka tetap saja miskin.ironi sepert ini haruskita hindari.mereka gagal menjadi kayakarena ketakutan menghadapi resiko.mereka tidak pernah menemukan persepsi yang tepat tentang resiko.
MENGUBAH PERSEPSI MENGENAI RESIKO
Sesungguhnya apapun yang kitalakukan memiliki resiko. Berjalan-jalanke pantai, pergi naik bis atau taksi,naik pesawa terbang, bahkan tidur dirumah pun,semuanya memiliki resiko. Kita bisa nyaman melakukanya setiap hari hanya karena kita tidak perlu terlalu memfokuskan fikiran pada resiko-resiko tersebut.
Berikut ini daftar resiko yang mucul dan tindakan kita sehari-hari:
Tertawa berisiko tampak bodoh
Menangis berisiko tampak sentimental
Mengulurkan tangan berisiko keterlibatan
Mengekpos perasaan berisiko mengekpos diri sejati
Mensintai beresiko tidak dicintai
Hidup berisiko mati
Mengharap berisiko putus asa
Mencoba beresiko gagal
Tapi resiko tetap harus diambil karena bencana terbesar dalam hidup ini adalah tidak berisiko apa-apa. Apapun ada resikonya. Hanya saja kalau menyangkut uang, kita sering bersifat sangat konservatif atau defensif. Kalau ada kerja bakti, sebagian besar diantara kita lebih memilih menyumbang tenaga, kita dihargai tidak lebih dari upah pekerja kasar.
Orang yang tak pernah mengambil resiko, tak pernah melakukan apa-aapa, tak punya apa-apa. Lebih parah lagi,mereka bukan apa-apa. Mereka mungkin terhindar dari penderitaan dan kesusahan, tapi merekatak pernah belajar, merasakan, berubah, berkembang, mencintai, bahkan tak pernah hidup.
Mereka terbelenggu sikap—sikap mereka,mereka adalah budak, karena mereka mengorbankan kebebasan mereka, merekalahyang sesungguhnya terpenjara rasa keterkaitanyanag dalam terhadap uang, yang akhirnya terbelenggudiri sendiri.
Hanya orang yang mengambil resiko yang bisa bebas. Baik bebas secara finansial maupun beabs dalam arti sesungguhnya.cobalah berani ambl resiko dalamhal uang. Tentu saja, mesti ada perhitungan yang cermat. Batasilah resiko yang anda ambil.
KETEKUNAN DAN KETABAHAN ADALAH
FAKTOR YANG PALING MENDASAR UNTUK SUKSES
Pemenang tak pernaherhenti dan yang berhenti tak akan menang (pepatah lama)
Faktor paling mendasar untuk sukses adalah ketekunan suatu kebulatan tekad untuktidak membiarkan energy dan semangat runtuh karena keputusan yang sesekali pasti akan dirasakan. Orang-orang yang kurang berbakat tetapi tekun, akan lebih kaya dibanding mereka yang berbakat besar tapi tidak tekun, yang berhebti seebelum memulai.
Cobaan justru dapat dijadikan titik balikkkehidupan kita.seorang guru biologi menerangkan kepada murid tentang cara ulat bulu berubah menjadi kupu-kupu. Ia berkata, dalam berapajam si kupu-kupu akan berjuang keluar dari kokon.iamelarang murid-murid memberikan bantuan kepada kupu-kupu tersebut.sesudah itu, guru tersebut meninggalkan kelas seorang murid yang merasa kasihan, membantu salah satu kupu-kupu sehingga tak perlu berjuang lagi.sesaat sesudah keluar, kupu-kupu itu mati.ketika guru itu kembali,murid-murid brcerita tentang apa yang terjadi. Pak guru lalu menjelaskan bahwa hokum alamsudah mengatur,perjuangan kupu-kupu keluardari kokon sebenarnyamembantu kupu-kupu mengembangkan dan menguatkan sayapnya. Ang murid yangkasihan itu memang berniat membantu kupu-kupu terssebut, namun dengan bertindak seperti itu ia justru membunuhnya.
MENJADI ORANG BERKARAKTER KUAT
Disekeiling kita banyak pria dan wanita ber kemampuan tinggi yang gagal, karena kekurangan stamina. Mereka mempunyai [pikiran setengah-setengah, mempunyai kemauan seengah-setengah,dan mengerjakan suatu cara setengah-setengah. Mereka tidak cukup keberanian untuk berdiri tegak, dan menyerah kepada godaan.
Orang berkarakterkuat adalah orang-orang yang walaupun digoda, mempunyai kekuatan untuk menolaknya. Mereka mempunyai stamina untuk mengendalikan nafsu. Kita memdpatkan kekuatan ketika menolak godaan dan mengendalikan nafsu kita ketimbang menyerah kepadanya.
Ditengah persaingan yang menghancurkan moral, kita makin sulit menemukan orang yang berrkarakter kuat, orang yang mempunyaistamina sejati,yang mempunyai keberanian moral, yang berani berdiri tegak diatas segala bentuk godaan dan perbuatan yang salah.
DO IT NOW!
Anda harus menebar benih masa depan yang lebih baik dengan mengerjakan segala sesuatu sekarang juga. Kita semua pernah menunda mengerjakan sesuatu dalam hidup ini.sesudah itu, biasanya kita lalu menyesal karena sementara harus menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, ada tugas baru yang mesti diselesaikan.yang membuatsituasi semakin rumitdan menegangkan. Penundaan akhirnyaakan membuat anda ssemakin menyesal bahwahidup berlalu begitu saja didepan mata,sebelum anda melakukan yang direncanakan.
Ada yang bersembunyi dibalik alasan hebat:” saya sedang menganalisis,sedang melakukan survey,atau sedang mengonsultasikan dengan para pakar”. Tapidua tahun kemudian,ia masih menganalisis survey dan konsultasi.ia tak prnah melakukan action yang nyata.
Adapula yang bilang menunggu waktuyang tepat. Tahunperekonomian lesu,jadi yang paling tepat adalah memulainya tahun depan.kenyataannya?sampai tiga tahun,ia tidak merealisasikannya. Waktu yang tepat itu tak kunjung tiba. Iamenyesal ketika peluang itu sudah disambar orang lain.
Kita hanya punyasatu kali giliran dalam permainan yang disebut hidup. Pertanyaannya begitu tinggi. Kita hanya punyawaktu untuk saat ini. Mamfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya dan jalani hidup ini sampai sepenuh-penuhnya, secara otomatis kita telah menaburkan benih masa depan yang lebih baik.
Kecerdasan finansial membutuhkan langkah nyata. Kalau andatidak bisa segera membuktikannya,berarti anda tidak cerdas secara finansial.kalau anda selalu menunda untuk menjadi kaya, maka anda tidak cerdas secara finansial, sebab anda telah mengorbankan waktu.
Semua pemenang pasti pernah ingin menunda.tapi mereka tak pernah mau melakukannya. Dankarena itulah, mereka sukses.
Ilmu ekonomi mempelajari perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnnya.Pada hakikatnya,ilmu ekonomi mempelajari tiga hal,yaitu; produksi,konsumsi, dan distribusi.Dalam perekonomian modern dewasa , aktivitasa distribusi dapat dikategorikan sebagaia aktivitas distribusi menciptakan nilai tambah [value added].Iniberarti , pelaku distribusi adalah aktor – aktor bisnis yang menciptakan uang dengan cara creating voloe.
Konsumen adalah tindakan menghabiskan nilai guna suatu barang. Konsumen berarti mengorbankan sejumlah uang yang tidak akan kembali. Lantas apayang kita peroleh Kepuasan, nilai guna atau utilitas.Kalau kita membeli baju,kita mengorbankan sejumlah uang[katakanlah Rp100 ribu].Namun kita memperoleh manfaat dari baju terbut,yaitu badan terlindungi.
Sedangkan produksi adalah menciptakan sesuatu [barang dan jasa]yang memiliki nilai guna masyarakat.Dalam berproduksi, kita mengeluarkan sejumlah uang sebagai modal, namun kelak aakan kembali dengan nilai yang diharapkanlebih besar. Selisihnya adalah laba, yang dalam bahasa ekonomi adalah nilai tambah.
Tindakan kita sehari-hari adalah berdifat mengeluarkan uang, dapat dikategorikan kedalam dua jenis; produktif atau konsumtif. Cobalah membuat daftar 50 hal yang biasa anda lakukan setiap hari. Pilah kegiatan-kegiatan tersebut menjadi aktivitas produksi atau konsumsi. Yang termasuk kegiatan konsumsi a.1. memakai mobil ke mall, makan, membeli cemilan, membeli pulsa, bayar servis kendaraan, membayar rekening listrik, beli baju, membayar angsuran rumah yang sitempati keluarga, dan lain-lain. Biaya anak sekolah juga termasukaktivitas konsumtif ( dari sudut pandang orang tua ),karena tingkat kembaliannya sukar dihitung. walau begitu, dari sudut pandang anak, biaya pendidikan harus tetap dianggap sebagai investasi jangka panjang.
Sementara itu yang termasuk kegiatan produktif a.1. bekerja dikantor, jual beli mobil bekas, mengerjakan script-writing/tulisan desain grafis yang dipesan klain, membeli mobil untuk disewakan,dll.
poinnya. Yang penting bagi anda adalah mempertimbangkan kembali setiap item kegiatan konsumtif. Benarkah uangnya layak dikeluarkan? Mengapa harus ikut fitness yang tarifnya Rp 2 juta sebulan, kalau ada alternatif lain yang hanya Rp 25 ribu sekali dating? Mengapa harus membeli baju seharga Rp 500 ribu kalau ada pilihan lain dengan harga seperlimanya.
# 2 MEMBEDAKAN ASET DAN LIABILITAS
Pelajaran terpenting dari pakar kecerdasan finansial seperti kiyosaki adalah tiori untuk memisahkan dengan tegas antara aset dan liabilitas. Banyak liabilitas yang tampakseolah-olah sebagai aset, sehingga kita merasa kaya ( tapi sebenarnya miskin ).
Misalnya saja, mobil pribadi dan rumah pribadi. Secara akunting, kedua harta ini akan dicatat dikolom aset. Namun bagi kiosaki tidak demikian. Rumah pribadi dan aset pribadi adalah liabilitas. Mengapa? Sebab angsuran atas dua jenis harta itu bisa menguras 40% dari pendapatan bulanan anda.
Apa yang membedakan antara aset dan liabilitas?
Cash flow, sekali lagi, aliran uang kas.
Aset adalah harta yang memberikan aliran kas bagi pundi-pundi anda secara rutin. Ibaratnya, aset adalah pacar yang produktif, yang setiap waktu membantu anda meraih kesuksesan secara finansial. Yang termasuk aset adalah:
Kamar-kamar dirumah anda yang disewakan untuk anak-anak kos
Rumah yang dikontrakkan
Mobil yang disewakan
Tanah yang dibudidayakan scara produktif atau disewakan
Uang yang ditanamkan dalam berbagai bentuk investasi
Kekayaan intelektual yang memberi royalti
Karya cipta/karyaseni yang memberi royalti
Sedangkan liabilitas adalah harta yang menguras isi kocek anda secara rutin. Liabilitas ibarat “cewek matre” yang bisa membuat anda failit. Sebagian besar daftar konsumsi anda pada prinsipnya bisa dikategorikan sebagai liabilitas, misalnya:
Hand phone, televisi,kulkas, dan barang-barang elektronik lainnya
Kendaraan pribadi
Rumah pribadi
Koleksi busana, termasuk sepatu
Keanggotaan padaklub tertentu
Pangkaslah liabilitas anda, dan milikilah sebanyak mungkin aset yang bisa memberikan cash inflow ( pendapatan tunai ) bagi anda. Dengan cara itu, anda akan memperbaiki kondisi keuangan anda. Pengeluaran yang dihemat itu bisa dialokasian sebagai investasi, untuk menambah sisi pendapatan tunai anda.
Kalau memang liabilitas tidak mungkin dihindari, gunakan cara pembayaran tunai agar anda tidak dikenai bnga untuk sesuatu yang bersifat konsumtif. Kalau anda harus membayar bunga, usahakan semaksimal mungkin agar benda yang dibeli mempunyai nilai produktif, sehingga benda tersebut mampu membayar sendiri cicilannya.
# 3 MEMAHAMI ALIRAN UANG
Lihatlah disekeliling, dan perhatikanlah bagaimana roda bisnis berputar.Cermati transaksi yang terjadi setiap; orang membeli pulsa,direstoran terlaris, termasuk juga transaksi yang terjadi di pasar tradisional. Pahamilah mengapa orang rela mengorbankan sejumlah uang tertentu untuk mendapatkan barang atau jasa tertentu.
Selama 15 minit, cobalah perhatikan kasir disuatu swalayan.perkirakan berapa rupiah transaksi yang dialakukan.Selama 30 minit, ketika makan siang, cobalah menghitung berapa konsumen yang datang kerestoran tempat anda makan.Taksirlah berapa pengeluaran peroang,dan cobalah menebak berapa omzet restoran tersebut setiap harinya.Pahami juga cara pengelolaannya,dan bagaimana mereka mendapatkan bahan baku, dan bagaimana mereka memperlakukan stok yang tidak laku dijual.
Cobalah mengamati perilaku orang –orang ketika berbelanja.Selidiki latar belakang mereka.Lihatlah preferensi barang yang mereka beli.Ketika sedang ngoprol dengan teman – teman,cobalah bertanya tentang barang atau jasa apa yang sangat ingin mereka dapatkan kalau merka banyak uang.
Berikut ini hal –hal yang mungkin anda temukan :
Kaum berpenghasilan tetap ( karyawan swasta, pegawai negri ) memiliki polabelanja yang hampir sama, baik siklus waktu maupun barang yang ingin meraka beli.
Terjadi pola aliran uang,pada awal bulan uang mengucur dari employer ke employee. Tetapi itu hanya terjadi dalam beberapa hari. Selebihnya, aliran uang berbalik kembali kekalangan employer, yaitu mereka yang memiliki dan mengelola bisnis. Kalaupun gaji sudah habis, kaum employee itu tidak berhenti berbelanja. Kan ada kartu kredit?
Dibandingkan kaum empeloyer, justru employee yang berpendapatan tetap, yang paling berani nerutang. Sebagian besar utang mereka adalah utang konsumtif, bayak diantara mereka yang angsuran rutinnya lebih dari separuh gaji mereka.jadi, 90 % ditujukan untuk tujuan komsumsi! Bukan untuk memperbaiki arus kas. Semkin lama mereka terjerat utang konsumtif, semakin kecilpeluangnya untuk bebas secara finansial.
Kebanyakan orang memiliki obsesi- obsesi yang bersifat konsumtif (misalnya liburan ke bali) hanya sedikit yang terobsesi untuk melakukan restrukturisasi aset dan membudidayakan uang agar bisa mendapatkan passive income.
# 4 CARILAH EMAS YANG TERSEMBUNYI
Orang cerdas secara finansial, mampu melihat apa yang tidak mampu di lihat orang awam.di mata awam, seeokor ayam betina adalah binatang berkaki dua kalau dipanggang akan menjadi makanan lezat. namun bagi seorang yang cerdas secara finansial, seekor ayam betina itu tiga tahun ke depan akan menjadi akan menjadi ratusan ekor ayam.
Lihatlah keseliling. Cobalah memainkan imajinasi anda. Bayangkan jika lahan rawa-rawa itu disulap menjadi menjadi pemukiman real estat, pusat perbelanjaan atau apartemen mewah.tentu harga tanahnya akan berlipat ganda luar biasa.
Banyak pemain bisnis sektor propersi yang mencari emas tersembunyi. Mereka mencari lahanyng tidak ada nilainya bagi orang lain, kemudian di sulap menjadi emas. Mereka menciptakan lingkungan dan menjualnya dengan mudah. Yang mereka jual sebetulnya adalah gagasan,bukan rumah atau taman.
Keuntungannya jelas luar biasa.namun,mereka sangat sadar bahwa mereka sangat sadar bahwa keuntungan diperoleh pada saat membeli,bukan pada saat menjual.ini berarti,mereka tahu persis apa yang harus mereka lakukan, pada saat melakukan pada saat melakukan dealing pembelian awal.
Segala yang berharga letaknya tersembunyi. Kita harus menggali gunung untuk mendapatkan sebungkah emas.kita harus menyelam kedasar laut untuk mendapatkan mutiara.emas tidak tampak di atas permukaan tanah,begitu pula mutiara tidak kelihatan diatas permukaan laut.
Emas yang tersembunyi adalah kiasan dari peluang-peluang bisnis yang bisa anda garap. Mungkin itu tidak berharga bagi orang kebanyakan,namun jika anda menyentuhnya,ia bisa menjadi mesin uang. Kebanyakan orang tidak menyadarinya,jadi peluang anda semakin terbuka lebar.
Bisnis barang rongsokan dan kertas bekas misalnya, adalah jenis bisnis yang yang tidak menarik bagi kebanyakan orang. Sebab citranya buruk: kotor, ribet, dan mirip sampah. Lingkungan kerjanya juga tidak sehat.
Namun, gambaran itu menipu.persis kesan yang muncul ketika kita melihat padang pasir gersang yang terhampar luas. Padahal, dibalik gurun yang menyilaukan mata itu terdapat sumber minyakmirialan barel.
Jadi jangan tertipu penampilan atau gambaran permukaan. Mungkin kita tidak menyangka kalau seorang penjual pisang goreng biisa mencapai omset penjualan Rp 5 juta per hari. Seorang penjual siomay mampu meraup mendapatan bersih yang jauh besar dari pada gaji seorang manejer yang berpenampilan rapi yang kemana-mana naik mobil mewah.
# 5 MEMILIKI DAYA UNGKIT
Kalau sudah menemukan gunung yang akan digali dandicari bungkahan-bungkahan emasnya, kini waktunya merancang alat pengungkit. Yang membedakan orang kaya dengan kelas menengah serta orang orang miskin adalah kepemilikan daya ungkit.
Daya ungkit adalah sesuatu yang membuat asset anda akan tumbuh berlipat ganda mengikutideret waktu daya ungkit muncul dari system yang diciptakan yang sedemikian rupa, sehingga tidak lagi bergantung pada orangtertentu dengan daya ungkit, kita bias memindahkan sebongkah batu besar yang tak mungkin kita angkat.
Seorang penjual baksomaksimal memcapai omset Rp 1 juta sehari. Ia ingin melipatgandakan uangnya menjadi Rp 20 juta. Bagaimana caranya? Ya, membuka cabang, dengan 20 cabang, ia mencapai omset yang ditargetkan. Tentu saja untuk membuka cabang ia harus melatih karyawan dan setafnya, menstandarisasi resep, dan membuat tampilan outlet dengan cirri khas tertentu. Takkalah penting, ia harusmemilih lokasi-lokasi yang tepat agartarget penjualan tercapai.
Namun ternyata sipenjual bakso tak puas dengan omset 20 juta sehari, ia ingin Rp 100 juta sehari. Bagaimanacaranya setelah berkonsultasi kirikanan. Ia pun membuat system waralaba untuk produknya ia merancangstrategi promosi untuk menaikkan brand produknya juga agar para investor tertarik membeli lisensi miliknya. Dengan system waralaba, ia tidak kesulitan mencapai target yang diingankannya.
# 6 BIARKAN YANG BEKERJA
Kalau sistem sudah bekerja dengan baik, kini tiba waktunya beternak uang. Yang bekerja kini bukan orangnya,tetapi uangnya. Orangnyaboleh beristirahat, mengerjakan appun yang menjadi hobbinya, atau mencari ide-ide baruuntuk menambah bidangbisnis yang lain guna memperkuat jaringan usahanya. Tai prinsipnya, uang hasil jernih lelah selamanya, sudah waktunya jadi aset utama yang memberikan uanga tunai secara rutin.
Caranya? Sebarkan uang ersebut ke berbagai instrumen investasi. Sebarkan menurut skala resiko yang diinginkan,guna menghindari total loss. Kalau uangnya cukup banyak, pilihan yang tersedia semakin beragam. Lembaaga yanmg konservatif pun,seperti bankpastiakan tergiur. Mereka akan menawarkan suku bunga khusus seandainya pemilik uang menempatkan dananya dibank tersebut.
Deposito dan oblikasi pemerintah adalah alternatif investasi yang diyakini berisikominimal. Kemudian ada obligasi swasta dan saham, yang resikonya lebih tinggi.tapi tentu saja, kalau resikonya tinggi,peluang profitnya juga mesti tinggi. Penempatan uang tunai dibank pengkreditan lembaga non bank, mungkin mau memberi bunga yang legih tinggi dibandingkan bank umumtapi resikonya juga lebih tinggi.bermain valuta asing juga beresiko tinggi, walaupun anda berpeluanganda mendapatkan keuntunganbesardan cepat jadi antara resiko dan tingkat keuntungan selalu berbanding lurus. Disini yang berperan adalah kalkulasi anda,dan juga nyali.
Bidang properti adalah alternatif invesasi yang selama ini menjadi primadona. Membeli apartemen, rumah real estat, atautanah dilokasi yang strategis, biasanya akan membeerikan keuntungan yang lumayan. Namun lokasinya harus stategis.jauh lebih mudah menjual aset mahal dilokasi yang stategis dari pada aset murah dilokasi yang kurang berkambang.
Dibandingkan deposito, saham dan valas,properti lebih lambat diuangkan. Jadi lebih bersifattidak likuid.namun ada keuntungan gandayang bisa anda peroleh.yang pertama adalah pendapatan sewa properti, yang kedua adalah ekuity yang pastiakan anda dapatkan seiring naiknya harga properti. Properti adalah satu-satunya aset yang nilainya tidak pernah turun.
Namun sektor propertijuga memiliki siklus pasng surut sendiri. Dalam 3-5 tahun sekali, biasanya terjadi stagnasi pasar. Kondisi seperti ini terjadi oada saat kondisi ekonomi semakin melambat,suku bunga merangkak naik inflasi semakin meningkat, saatitu perusahaan-perusahaan propertisulitmenjual produknya. Sebaliknya. Pasar skunder sangat ramai banyakorang menjual rumahnya mungkin karena butuh uang tunai.
Pasangmata dan telinga, hingga anda tahu persis kapan saat-saat seperti itu terjadi.itulah waktu tepat untukmem bali karena harga biasanya dipatok diawah harga biasanya.kita memperoleh keuntungaan saat membelibukan pada saatmenjualnya
#7 CIPTAKAN ASET YANG TIDAK BISA HILANG
Kunci menuju kebebasan finansial adalah bagaimana menciptakan aset yang bisa memberrikan arus kas fositif. Namun, aset dalam pengertian fisik bisa saja setiap saat hilang. Entah dicuri orang,dirampok,atau hilang nilainya nilainya karena sudah lagi tidak produktif .
Karena itu, perlu bagi kita untuk menciptakan aset yang tidak bisa dicuri, hilang atau dirampok. Yaitu cara berpikir dan bertindak. Boleh saja anda bangkrut total, terkena musibah hingga seluruh milik anda rata dengan tanah. Namun jika anda masih mempertahankan cara berpikir dan cara bertindak cerdas secara finansial, maka semua yang hilang itu bisa kembali.
Cara berpikir adalah yang terpnting. Sebab cara berpikir mimpengaruhi cara bertindak. Cara ber pikir mempengaruhi sikap yang anda ambil mengenai persoalan apapun. Cara berpikir akan menyelamatkan akan perubahan yang cepat dewasa ini.
# 8 PAHAMI TANDA-TANDA MAKRO PREKONOMIAN
Dunia bisnis adalah bagian tak terpisahkan dari sistem perekonomi secara umum. Jadi, sangat penting untuk untuk tanda-tanda makro perekonomian.sebab dari sana, akan muncul berbagai peluang yang dapat dimamfaatkan, serta potensi-potensi hambatan yang perlu diantisipasi sejak dini.
Mulailah mengamati apa yang terjadi dengan perekonomiaan makro kita. Indikator-indikator yang harus diamati setiap saat adalah: tingkat pertumbuhan ekonomi, valas, laju inflasi,suku bunga perbankan,indek saham, dan tngkat pertumbuhan.
Pertumbbuhan ekonomi yang tinggi membuka peluang banyak bidang. Aplagibila tingkat sukku bunga cukup rendah, sehingga uang tunai mengalir ke setiap bidang bisnis, masyarakat relatif lebih gampang mengeluarkan uangnya. Indek saham semakin meningkat yang menandai dunia bisnis memasuki masa booming. Inilah saatnya berinvestasi pada saham atau bisnis sektor riil secara umum.
Namun jika itu diiringi oleh laju inflasi yang relatif tinggi, maka brsip-siaplah memasuki oeriode suram. Inflasi tinggi akan diikuti oleh tingginya suku bunga dan melemahnya nilai rupiah. Uang akan tersedot dari peredaran,sehingga jualan apapun menjadi lebih sulit.iniah saatnya menempatkan uang tunai dalam bentuk deposito atau valuta asing.atau waktunyamembeli properti yang nilainya telah mengaalami koreksi.
Pada prinsipnya perekonomian ibarat ayuanan pendulum antara pertumbuhan dan sagflasi, antara inflasi dengan tingka suku bunga, dan antara sektor riil dan sektor moniter. Jika anda mampu menemukan pola ayunan pendulumtersebut,maka sangat mudah bagi anda untuk menempatkan aset pada bidang-bidang yang keuntungannya maksimal.
Semua kebijakan pemerintah, dari kenaikan gaji pegawai hingga naiknya harga BBM akan menimbulkan dampak bagi bisnis.vermatilah bagaimana pemerintah merumuskan kebijakan –kebjakannya serta kebijakan apa yang akan diambil pada masa akan datang .dengan mencermati tren kebijakan pemerintah, beraarti anda akan lebih siapmengantisipasi peristiwa apapun yang akan terjadi dengan perekonomian dan bisnis dimasa depan.
First Think First:
Posisikan Diri dalam Cashflow Quadran
First think first untuk menyerap intisari kecerdasan finansial adalah memposisikan diri anda dalam cashflow quadran ala kiyosaki. Berarti anda harus memilih peransebagai karyawan atau employee( kuadran E ), profesional ( kuadran S ), business owner ( kuadran B ), atau investor ( kuadran I ).
Ingat anda tidakharus memilih salah satu kuadran. Anda boleh memilih dari satu peran dalam lebih dari suatu kuadran. Tergantung pada potensi yang anda miliki dan “nyali” untuk mlakukannya.
Kalau enggan meninggalkan meninggalkan pekerjaan anda,berarti anda tidak ingin pergi dari kuadra E. apakah ini buruk? Tidak juga. Anda bisa etap saja berperan sambil employee sambil anda memainkan uang anda berperan sebagai investor dikuadran I, atau membuka bisnis sendiri berperan dikuadran B, apakah bisa berhasil? Tergantung pada bagaimana anda mengalokasikan waktu, sumberdaya, dan perhatian atau konsentrasi.
Mungkin saat ini anda belum berniat untuk berpindah kuadran, atau melakukan ekvansi ke kuadranlain. Belum ada modal adalah alasan yang paling klasik. Namun itu bukan berarti anda tidak melakukannya.rencanakan dengan pasti, kapan anda akan berpindah kuadran atau merambah ke kuadran lain. Tampa perencanaan yang pasti, niat hanya tinggalsekadar niat yang tak pernah dirialisasikan, jadi harus punya target, padatahun berapa anda memiliki bisnis sendiri, dibidang apa, dan bagaimana anda mengatur waktu antara tetap bekerja sambilmengellola bisnis sendiri.
Setelah itu tentukan cara yang paling realistis untuk memcapa target. Jika modal adalah hambatan utama, maka mulailah menyisihkan pendapatan sedikit demi sedikit. Jika skilll dan pengetahuan masih menjadi kendala, maka berusahalah dengan keras untuk memahami bidang bisnis yang akan terjuni, jika jurang cukup pe-de untuk tampil sebagai singgle fighter, maka mulailah pasang mata dantelinga untuk mendapat partner yang tepat.
Intinya, anda harus memahami posisi dari anda sekarang dalam posisi cashflow kuadran kiyosaki. Kemudiaan , tentukan bagaimana posisis anda dimasa depan dalam kuadran yang sama.
Setelah itu, baru pikirkan strategi manapun langkah-langkah tyang realistis, berdasarkan delapan poin intisari kecerdasan finansial seperti diuraikan di bagian sebelumnya.
Banyak orang menganggap sukses dalam hidup dengan kerja keras, nasib baik, keberuntungan,keadaan, kekayaaan yang mereka tidak miliki, bantuan dari luar, koneksi atau pengorbanan-pengornbanan basar yang tak tetanggungkan. Mereka tidak tahu bahwa sukses tidak tergantung padakondisi ataau keadaan apapun untuk meraih sukses, kita harus mempersiapkan diri untuk sukses.pertama, harus ada kemauan untuk sukses, lalu kita harus melakukan hal-hal yang diperlukan untuk membantu kita mencapainya.
Sukses tidak akan datang dari menghabiskan semua penghasilan untuk makan dan minum, atau berpesta sampai larut malam. Sukses lahir dari usaha untuk membantu diri sendirimengembangkan mental, pikiran, jiwa dan raga.jika kita ingin sukses kita harus mempersiapkan diri untuk menerimanya. Persiapkan ini secara logis terdiri dari memperbaiki dari lewat pengetahuan self help yang harus kita dapatkan sendiri, untuk kemudian diterapkan dalam langkah-langkah nyata.
Kita tidak membuanga waktu dan uang-uang kita, tetapi kita belajar untuk membuatnya bermamfaat bagi kita. Untuk menguasai pengetahuan-pengetahuan praktis yanng jika diterapkan dengan tepat, akan mendatangkan kekuatan.sisihkan sebagian dari penghasilan anda,semakain banyak yang anda tabung, andasemakin dekat menjadi orang kaya.
Tidak ada keheidupanyang tak bisadiperkayalewatmenolong diri sendiri. Tak ada kehidupan yang takprodukif, lewat menolong diri sendiri. Tak ada hidup yang takmeraih sukses lewat menolong diri sendiri.hidup anda akan dierkaya sampai takterhitung harganya, lewat usaha yang rajindan terus-menerus untuk meninggikan nilai-nilai anda.
Energi Sukses Ada di Dalam Diri Sendiri
Ada dua jenis orang yang gagal. Yanag pertama, mereka yanga berbuat tapi tak pernah berpikir. Yang kedua, yang berpikir tak pernah berbuat.
Menjalani hidup tampa menggunakan kemampuan kit unuk berfikir sama dengan membidik tanpa sasaran.sebaliknya, berpikir saja tanpa ada perbuatan konkrit,jugag tidak memberi mamfaat apapun. Jadi perlu ada keseimbangan antara pemikiran dan perbuatan.
Dalamkaitannya dengan kecerdasan finansial, kita perluterus menerus mengasahnya dengan perbuatan-perbbuatan nyata. Ada begitu banyak orang yang tahu untuk menjadi kaya,tetapi mereka tidaak mempraktikkannya, sehingga seumur hidup mereka tetap saja miskin.ironi sepert ini haruskita hindari.mereka gagal menjadi kayakarena ketakutan menghadapi resiko.mereka tidak pernah menemukan persepsi yang tepat tentang resiko.
MENGUBAH PERSEPSI MENGENAI RESIKO
Sesungguhnya apapun yang kitalakukan memiliki resiko. Berjalan-jalanke pantai, pergi naik bis atau taksi,naik pesawa terbang, bahkan tidur dirumah pun,semuanya memiliki resiko. Kita bisa nyaman melakukanya setiap hari hanya karena kita tidak perlu terlalu memfokuskan fikiran pada resiko-resiko tersebut.
Berikut ini daftar resiko yang mucul dan tindakan kita sehari-hari:
Tertawa berisiko tampak bodoh
Menangis berisiko tampak sentimental
Mengulurkan tangan berisiko keterlibatan
Mengekpos perasaan berisiko mengekpos diri sejati
Mensintai beresiko tidak dicintai
Hidup berisiko mati
Mengharap berisiko putus asa
Mencoba beresiko gagal
Tapi resiko tetap harus diambil karena bencana terbesar dalam hidup ini adalah tidak berisiko apa-apa. Apapun ada resikonya. Hanya saja kalau menyangkut uang, kita sering bersifat sangat konservatif atau defensif. Kalau ada kerja bakti, sebagian besar diantara kita lebih memilih menyumbang tenaga, kita dihargai tidak lebih dari upah pekerja kasar.
Orang yang tak pernah mengambil resiko, tak pernah melakukan apa-aapa, tak punya apa-apa. Lebih parah lagi,mereka bukan apa-apa. Mereka mungkin terhindar dari penderitaan dan kesusahan, tapi merekatak pernah belajar, merasakan, berubah, berkembang, mencintai, bahkan tak pernah hidup.
Mereka terbelenggu sikap—sikap mereka,mereka adalah budak, karena mereka mengorbankan kebebasan mereka, merekalahyang sesungguhnya terpenjara rasa keterkaitanyanag dalam terhadap uang, yang akhirnya terbelenggudiri sendiri.
Hanya orang yang mengambil resiko yang bisa bebas. Baik bebas secara finansial maupun beabs dalam arti sesungguhnya.cobalah berani ambl resiko dalamhal uang. Tentu saja, mesti ada perhitungan yang cermat. Batasilah resiko yang anda ambil.
KETEKUNAN DAN KETABAHAN ADALAH
FAKTOR YANG PALING MENDASAR UNTUK SUKSES
Pemenang tak pernaherhenti dan yang berhenti tak akan menang (pepatah lama)
Faktor paling mendasar untuk sukses adalah ketekunan suatu kebulatan tekad untuktidak membiarkan energy dan semangat runtuh karena keputusan yang sesekali pasti akan dirasakan. Orang-orang yang kurang berbakat tetapi tekun, akan lebih kaya dibanding mereka yang berbakat besar tapi tidak tekun, yang berhebti seebelum memulai.
Cobaan justru dapat dijadikan titik balikkkehidupan kita.seorang guru biologi menerangkan kepada murid tentang cara ulat bulu berubah menjadi kupu-kupu. Ia berkata, dalam berapajam si kupu-kupu akan berjuang keluar dari kokon.iamelarang murid-murid memberikan bantuan kepada kupu-kupu tersebut.sesudah itu, guru tersebut meninggalkan kelas seorang murid yang merasa kasihan, membantu salah satu kupu-kupu sehingga tak perlu berjuang lagi.sesaat sesudah keluar, kupu-kupu itu mati.ketika guru itu kembali,murid-murid brcerita tentang apa yang terjadi. Pak guru lalu menjelaskan bahwa hokum alamsudah mengatur,perjuangan kupu-kupu keluardari kokon sebenarnyamembantu kupu-kupu mengembangkan dan menguatkan sayapnya. Ang murid yangkasihan itu memang berniat membantu kupu-kupu terssebut, namun dengan bertindak seperti itu ia justru membunuhnya.
MENJADI ORANG BERKARAKTER KUAT
Disekeiling kita banyak pria dan wanita ber kemampuan tinggi yang gagal, karena kekurangan stamina. Mereka mempunyai [pikiran setengah-setengah, mempunyai kemauan seengah-setengah,dan mengerjakan suatu cara setengah-setengah. Mereka tidak cukup keberanian untuk berdiri tegak, dan menyerah kepada godaan.
Orang berkarakterkuat adalah orang-orang yang walaupun digoda, mempunyai kekuatan untuk menolaknya. Mereka mempunyai stamina untuk mengendalikan nafsu. Kita memdpatkan kekuatan ketika menolak godaan dan mengendalikan nafsu kita ketimbang menyerah kepadanya.
Ditengah persaingan yang menghancurkan moral, kita makin sulit menemukan orang yang berrkarakter kuat, orang yang mempunyaistamina sejati,yang mempunyai keberanian moral, yang berani berdiri tegak diatas segala bentuk godaan dan perbuatan yang salah.
DO IT NOW!
Anda harus menebar benih masa depan yang lebih baik dengan mengerjakan segala sesuatu sekarang juga. Kita semua pernah menunda mengerjakan sesuatu dalam hidup ini.sesudah itu, biasanya kita lalu menyesal karena sementara harus menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, ada tugas baru yang mesti diselesaikan.yang membuatsituasi semakin rumitdan menegangkan. Penundaan akhirnyaakan membuat anda ssemakin menyesal bahwahidup berlalu begitu saja didepan mata,sebelum anda melakukan yang direncanakan.
Ada yang bersembunyi dibalik alasan hebat:” saya sedang menganalisis,sedang melakukan survey,atau sedang mengonsultasikan dengan para pakar”. Tapidua tahun kemudian,ia masih menganalisis survey dan konsultasi.ia tak prnah melakukan action yang nyata.
Adapula yang bilang menunggu waktuyang tepat. Tahunperekonomian lesu,jadi yang paling tepat adalah memulainya tahun depan.kenyataannya?sampai tiga tahun,ia tidak merealisasikannya. Waktu yang tepat itu tak kunjung tiba. Iamenyesal ketika peluang itu sudah disambar orang lain.
Kita hanya punyasatu kali giliran dalam permainan yang disebut hidup. Pertanyaannya begitu tinggi. Kita hanya punyawaktu untuk saat ini. Mamfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya dan jalani hidup ini sampai sepenuh-penuhnya, secara otomatis kita telah menaburkan benih masa depan yang lebih baik.
Kecerdasan finansial membutuhkan langkah nyata. Kalau andatidak bisa segera membuktikannya,berarti anda tidak cerdas secara finansial.kalau anda selalu menunda untuk menjadi kaya, maka anda tidak cerdas secara finansial, sebab anda telah mengorbankan waktu.
Semua pemenang pasti pernah ingin menunda.tapi mereka tak pernah mau melakukannya. Dankarena itulah, mereka sukses.
Rabu, 17 Maret 2010
3 TIPE KARYAWAN
Menjadi karyawan suatu perusahaan besar menjadi prestise tersendiri bagi siapapun.Apalagi jika Anda bekerja di sebuah perusahaan besar dan jika perusahaan itu memiliki pekerjaan yang menantang dan menarik.Tidaklah mengherankan jika pada sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja yang menantang dan menarik merupakan karakteristik penting yang dicari pemburu kerja.
Tipe 1 : Jika Anda Ada Maka Ada Masalah
Kedatangan Anda tidak diharapkan!
Maksudnya adalah kehadiran Anda sebagai karyawan dalam sebuah perusahaan ternyata menjadi masalah,baik bagi rekan kerja Anda ataupun bagi perusahaan dan Anda akan dicap sebagai karyawan yang negative.Ada beberapa faktor yang menyebabkan Anda dicap sebagai karyawan negative.
a. SI PENINDAS
Contoh : Heran aku sama dia,kenapa dia tidak pernah bisa melepaskan arogansinya dalam berhubungan dengan orang lain,secara dia sudah dewasa gitu.
Amelia,sekretaris
Karyawan yang memiliki tipe ini biasanya mempunyai hobi “menindas” teman sekerjanya.Bagaimana tips agar Anda melepaskan diri dari cap penindas?
1. Lepaskan diri Anda dari arogansi
2. Mulailah untuk menyelesaikan pekerjaan Anda.Jika Anda butuh bantuan,bisa me-
minta tolong bukan memerintah.
3. Mulai bergaul dengan positif dan lebih ramah.
4. Jika ada yang terlihat masih kesal pada Anda,dekati dan meminta maaflah.
b. SI DETAIL
Karyawan ini suka terlalu berlebihan dalam memperhatikan segala sesuatu yang sifatnya detail,sehingga segala sesuatu yang sifatnya utama kadang-kadang bisa terlewat begitu saja.Kedetilan Anda itu menyebabkan ketidaknyamanan rekan kerja Anda,karena akhirnya rekan kerja Andalah yang harus menyelesaikan pekerjaan Anda.
Tips agar Anda tidak menjadi Si pendetail yang berlebihan:
1. Pahami bahwa tidak ada pekerjaan yang bisa sempurna 100%.
2. Semakin Anda sering mengecek pekerjaan rekan Anda,semakin menambah beban
pekerjaan Anda.
3. Bersikaplah bahwa,setiap orang pasti punya kekurangan dalam pekerjaannya.
4. Mulailah,berpikir lebih fleksibel
c. SI PERFEKSIONIS
Terlalu perfectionist akan membuat Anda stress sendiri
Contoh:Aku merasa pekerjaan tak kunjung selesai.Yang ini salah,yang itu salah.Terus yang bener yang mana dong?Stress deh aku.
Hana,Public Relations
Karyawan yang memiliki tipe ini menginginkan segala sesuatunya sempurna,jika tidak maka dia akan uring-uringan.Sebenarnya bagus menjadi karyawan yang sempurna,namun jika sangat-sangat sempurna sekali bisa-bisa kehadiran Anda mengganggu teman kerja yang lainnya dan standar kerja Anda biasanya sangat tidak realistis.
Agar Anda terbebas dari sikap perfeksionis:
1. Mulailah mengukur kemampuan Anda.
2. Mintalah orang untuk mengukur perubahan Anda.
3. Sadarkah Anda bahwa sikap Anda justru membuat Anda stress?Karena itu lepaskan
4. Jika Anda mulai bersikap perfectionist,tarik nafas panjang dan bersikaplah tenang.
d. SI GUNUNG ES
Karyawan yang memiliki sifat seperti es,keras pada pendirian dan cepat emosian dan akan merasa kesal jika dia menyadari adanya perubahan sekecil apapun.Apalagi karyawan yang memiliki tipe ini memang tak suka akan perubahan,apalagi jika dianggap perubahan itu bakal mengancam posisi Anda.”Saya lebih suka seperti dulu,”begitu yang akan Anda ucapkan.
Agar Anda tidak terus menjadi si gunung es:
1. Rubahlah pola berpikir Anda untuk bisa menerima pendapat orang lain.
2. Mintalah masukan dari rekan Anda mengenai sikap Anda.
3. Berdiskusilah dengan atasan Anda untuk menjaga sebuah perubahan.
e. SI PERAJUK
Karyawan jenis ini biasanya tak jarang menolak tugas yang diberikan kepadanya,jika merasa tugas itu bukan bagian dari tugasnya.
Agar Anda tidak menjadi si perajuk:
1. Asah terus skill Anda.
2. Mulailah berbagi tugas dengan rekan Anda.
3. Jika Anda suka meminta bantuan kepada orang lain,kenapa Anda tidak mau mem-
Bantu jika mereka meminta bantuan?
4. Berteman baiklah dengan banyak orang sehingga Anda senantiasa mau membantu
mereka.
f. SI PENYEBAR GOSIP
Karyawan yang memiliki tipe penggosip ini,akan merasa menjadi orang penting saat cerita yang disampaikan dan dibesar-besarkan membuat orang-orang di sekitarnya bereaksi dan ternyata itulah menjadi kepuasan bagi dirinya.Jangan terpancing oleh cerita yang ia sampaikan,apalagi jika menyangkut hal-hal yang berbau tempat Anda bekerja,jangan-jangan nanti Anda pun bisa dicap negatif oleh perusahaan.
Demi gossip Anda rela merusak karir Anda?
Agar Anda tidak menjadi penggosip:
1. Ketika ada kabar burung jangan langsung disampaikan ke yang lain.
2. Hindari berkumpul terlalu sering dengan rekan kerja Anda.
3. Jika Anda akan bergosip tahan dulu.Tanya pada diri Anda sendiri,bagaimana jika
Anda yang digosipkan?
g. SI PESIMIS
Anda merasa tidak ada peluang bagi Anda untuk maju!
Banyak orang yang memiliki tipe seperti ini.Apalagi jika kantor dan pekerjaan yang Anda lakukan sudah tidak nyaman lagi.Apapun yang dikerjakan tidak membuat Anda memiliki semangat untuk melakukan perubahan.Anda pun akan sering mengucapkan,”Wah,kayaknya saya tidak sanggup.”
Agar Si Pesimis menjadi Si Optimis:
1. Yakinkan bahwa Anda punya potensi lebih seperti yang lainnya.
2. Mulailah berniat untuk mengejar masa depan Anda dengan semangat.
3. Catat segala sesuatu yang Anda ingingkan dan capai satu persatu.
4. Berikan penghargaan ketka Anda bisa mencapai sesuatu.
5. Asah terus skill Anda agar Anda bisa lebih percaya diri.
h. SI TAK PUNYA KOMITMEN
Karyawan tipe ini tidak pernah melakukan pekerjaan dengan serius,sehingga membuat pekerjaan teman sekerja menjadi jauh lebih sulit.Baginya,kerja menempati prioritas nomor sekian,bukan sesuatu yang sangat penting.Mereka tak menganggap penting suatu tugas.Mungkin ucapan favorit mereka adalah,”Ah,Pekerjaan jangan sampai mengganggu hobi atau urusan pribadi,kan kerjaan bisa menunggu.”
Agar Anda tidak dicap tak punya komitmen:
1. Mulailah mendata apa saja yang sudah Anda ingin jalankan.
2. Sekuat tenaga mulailah meluruskan niat Anda untuk melaksanakan komitmen yang
harus dijalankan.
3. Minta dukungan rekan untuk selalu mengingatkan Anda.
i. SI TUKANG JEGAL
Misi utama Si Tukang Jegal adalah untuk tidak setuju dengan pendapat dari siapapun.Saling menjatuhkan sesama rekan kerja pun akan terjadi.Biasanya dia akan mengucapkan kata,”Ah,usulannya tidak oke.”
Agar Anda berhenti menjadi tukang jegal:
1. Mulailah berempati pada rekan kerja Anda.
2. Pahamilah bahwa karir Anda tidak akan berjalan mulus dengan cara yang kotor.
3. Semakin Anda menjatuhkan rekan Anda,sebetulnya semakin Anda menjatuhkan
karir Anda.
j. SI BOCAH
Tingkahnya seperti anak-anak.Ngambek,menarik diri dan akhirnya menangis.Sehingga kalimat,”Tak seorang pun menyukai saya,”,akan terucap dari bibirnya.
Agar Anda tak selalu jadi Si Bocah:
1. Mulailah dukungan dari rekan Anda untuk memperbaiki sikap Anda.
3. Jika Anda kesal,tarik nafas menata hidup Anda.
2. Mintalah panjang dan segera melihat ke luar jendela.
4. Jika Anda akan marah,katakan dalam hati,”Pasti tidak ada yang menyukai saya jika
saya begini terus.”
k. SI RELA BERKOBAN
Ia akan mengerjakan tugas apapun yang disuruh oleh atasannya.Tak jarang Anda pun akan mengeluh,meski mungkin pada diri Anda sendiri,tentang beban kerja yang begitu menumpuk,rekan kerja yang tak mau bekerjasama atau juga persoalan dengan atasan.Si Rela Berkorban ini biasanya memiliki kehidupan pribadi yang kurang menyenangkan dan mencari kompensasi dengan bekerja keras.Biasanya ia akan mengeluh.”Saya sudah berkorban untuk perusahaan ini,yapi apa sih yang dikasih perusahaan untuk saya.”
Agar tak perlu menjadi si rela berkorban:
1. Mulailah mengatakan tidak pada hal-hal yang tidak penting.
2. Prioritaskan pekerjaan Anda bukan pekerjaan orang lain.
3. Mulailah bekerja dan membantu tanpa pamrih.
4. Yakini bahwa sekecil apapun bantuan yang Anda berikan pada siapapun membuat
skill Anda bertambah.
l. SI GAMANG
Ia sangat gampang jengkel pada kelemahan yang ia miliki,yang biasanya kemudian akan merembet keluar.Yang sering ia katakan adalah,”Duh,kok aku bodoh sekali sih!” Pangkal persoalannya terletak pada persepsinya pada dirinya sendiri.
Agar Anda tidak jadi si gamang:
1. Terus update pengetahuan Anda.
2. Jika Anda mulai jengkel dengan diri Anda,lihat kembali kelebihan Anda.
3. Daripada Anda mengomel pada orang,lebih baik Anda menulis omelan Anda.
m. SI PELEMPAR KESALAHAN
Karyawan tipe ini tak pernah bisa menerima tanggung jawab atau kesalahan .Dia lebih senang menimpakannya pada orang lain.
Agar Anda tidak jadi si pelempar kesalahan:
1. Tentu Anda tidak ingin dijadikan kambing hitam bukan?
2. Apakah Anda senang melihat orang lain berada dalam kesulitan? Bagaimana jika
Anda berada di posisi itu?
n. SI SENSITIF
Sedikit saja ucapan atau tindakan yang Anda lakukan terhadapnya salah,sudah cukup untuk merontokkan hatinya.
Agar Anda tidak jadi si sensitif:
1. Jika Anda ingin menangis,jangan tunjukkan di hadapan publik.
2. Jika Anda kecewa pada salah satu rekan,Anda bisa mengatakannya secara langsung
Tipe 2 : Adanya Anda Tidak Memberikan pengaruh Apapun
Kehadiran Anda sebagai karyawan sebenarnya sangat menyenangkan,tetapi ketidak hadiran Anda tidak terasa kehilangan.Mungkin sebenarnya Anda memiliki prestasi dan etos kerja yang baik,memiliki kepribadian yang menyenangkan,hanya saja ketidak hadiran Anda membuat lingkungan kerja Anda merasa tidak kehilangan diri Anda karena kenangan yang menyenangkan kurang mendalam.
Atau bisa jadi kehadiran Anda tidak berpengaruh karena Anda benar-benar karyawan yang tidak bermanfaat bagi perusahaan dan rekan kerja Anda,Anda tidak mempunyai motivasi,asal-asalan saja,asal kerja,asal ada,tidak memikirkan kualitas,prestasi,kemajuan,perbaikan dan hal produktif lainnya.Sehingga kehidupannya pun tidak menarik,datar-datar saja.
Tipe 3 : Adanya Anda Memberi Kontribusi Positif
Karyawan seperti ini yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan,karyawan yang dapat memberi kontribusi positif bagi perusahaan dan bagi sebagian orang karyawan seperti ini adalah wajib hukumnya untuk berada di sebuah perusahaan.Keberadaannya sangat disukai.dibutuhkan,harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan kehilangan.
Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya,bahkan pembicaraannya sangat bijak,menjadi penyejuk bagi hati yang gersang,penuntun bagi yang tersesat,perintahnya tak dirasakan sebagai suruhan,orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa rasa tertekan.Selain itu,dia juga sering memberikan sumbangan ide-ide yang fresh bagi kemajuan perusahaan tempat dia bekerja.
Sumber : Menjadi KAryawan dalam empat minggu, penulis : rizal rickieno
Posted by : Syafrizal Helmi
Tipe 1 : Jika Anda Ada Maka Ada Masalah
Kedatangan Anda tidak diharapkan!
Maksudnya adalah kehadiran Anda sebagai karyawan dalam sebuah perusahaan ternyata menjadi masalah,baik bagi rekan kerja Anda ataupun bagi perusahaan dan Anda akan dicap sebagai karyawan yang negative.Ada beberapa faktor yang menyebabkan Anda dicap sebagai karyawan negative.
a. SI PENINDAS
Contoh : Heran aku sama dia,kenapa dia tidak pernah bisa melepaskan arogansinya dalam berhubungan dengan orang lain,secara dia sudah dewasa gitu.
Amelia,sekretaris
Karyawan yang memiliki tipe ini biasanya mempunyai hobi “menindas” teman sekerjanya.Bagaimana tips agar Anda melepaskan diri dari cap penindas?
1. Lepaskan diri Anda dari arogansi
2. Mulailah untuk menyelesaikan pekerjaan Anda.Jika Anda butuh bantuan,bisa me-
minta tolong bukan memerintah.
3. Mulai bergaul dengan positif dan lebih ramah.
4. Jika ada yang terlihat masih kesal pada Anda,dekati dan meminta maaflah.
b. SI DETAIL
Karyawan ini suka terlalu berlebihan dalam memperhatikan segala sesuatu yang sifatnya detail,sehingga segala sesuatu yang sifatnya utama kadang-kadang bisa terlewat begitu saja.Kedetilan Anda itu menyebabkan ketidaknyamanan rekan kerja Anda,karena akhirnya rekan kerja Andalah yang harus menyelesaikan pekerjaan Anda.
Tips agar Anda tidak menjadi Si pendetail yang berlebihan:
1. Pahami bahwa tidak ada pekerjaan yang bisa sempurna 100%.
2. Semakin Anda sering mengecek pekerjaan rekan Anda,semakin menambah beban
pekerjaan Anda.
3. Bersikaplah bahwa,setiap orang pasti punya kekurangan dalam pekerjaannya.
4. Mulailah,berpikir lebih fleksibel
c. SI PERFEKSIONIS
Terlalu perfectionist akan membuat Anda stress sendiri
Contoh:Aku merasa pekerjaan tak kunjung selesai.Yang ini salah,yang itu salah.Terus yang bener yang mana dong?Stress deh aku.
Hana,Public Relations
Karyawan yang memiliki tipe ini menginginkan segala sesuatunya sempurna,jika tidak maka dia akan uring-uringan.Sebenarnya bagus menjadi karyawan yang sempurna,namun jika sangat-sangat sempurna sekali bisa-bisa kehadiran Anda mengganggu teman kerja yang lainnya dan standar kerja Anda biasanya sangat tidak realistis.
Agar Anda terbebas dari sikap perfeksionis:
1. Mulailah mengukur kemampuan Anda.
2. Mintalah orang untuk mengukur perubahan Anda.
3. Sadarkah Anda bahwa sikap Anda justru membuat Anda stress?Karena itu lepaskan
4. Jika Anda mulai bersikap perfectionist,tarik nafas panjang dan bersikaplah tenang.
d. SI GUNUNG ES
Karyawan yang memiliki sifat seperti es,keras pada pendirian dan cepat emosian dan akan merasa kesal jika dia menyadari adanya perubahan sekecil apapun.Apalagi karyawan yang memiliki tipe ini memang tak suka akan perubahan,apalagi jika dianggap perubahan itu bakal mengancam posisi Anda.”Saya lebih suka seperti dulu,”begitu yang akan Anda ucapkan.
Agar Anda tidak terus menjadi si gunung es:
1. Rubahlah pola berpikir Anda untuk bisa menerima pendapat orang lain.
2. Mintalah masukan dari rekan Anda mengenai sikap Anda.
3. Berdiskusilah dengan atasan Anda untuk menjaga sebuah perubahan.
e. SI PERAJUK
Karyawan jenis ini biasanya tak jarang menolak tugas yang diberikan kepadanya,jika merasa tugas itu bukan bagian dari tugasnya.
Agar Anda tidak menjadi si perajuk:
1. Asah terus skill Anda.
2. Mulailah berbagi tugas dengan rekan Anda.
3. Jika Anda suka meminta bantuan kepada orang lain,kenapa Anda tidak mau mem-
Bantu jika mereka meminta bantuan?
4. Berteman baiklah dengan banyak orang sehingga Anda senantiasa mau membantu
mereka.
f. SI PENYEBAR GOSIP
Karyawan yang memiliki tipe penggosip ini,akan merasa menjadi orang penting saat cerita yang disampaikan dan dibesar-besarkan membuat orang-orang di sekitarnya bereaksi dan ternyata itulah menjadi kepuasan bagi dirinya.Jangan terpancing oleh cerita yang ia sampaikan,apalagi jika menyangkut hal-hal yang berbau tempat Anda bekerja,jangan-jangan nanti Anda pun bisa dicap negatif oleh perusahaan.
Demi gossip Anda rela merusak karir Anda?
Agar Anda tidak menjadi penggosip:
1. Ketika ada kabar burung jangan langsung disampaikan ke yang lain.
2. Hindari berkumpul terlalu sering dengan rekan kerja Anda.
3. Jika Anda akan bergosip tahan dulu.Tanya pada diri Anda sendiri,bagaimana jika
Anda yang digosipkan?
g. SI PESIMIS
Anda merasa tidak ada peluang bagi Anda untuk maju!
Banyak orang yang memiliki tipe seperti ini.Apalagi jika kantor dan pekerjaan yang Anda lakukan sudah tidak nyaman lagi.Apapun yang dikerjakan tidak membuat Anda memiliki semangat untuk melakukan perubahan.Anda pun akan sering mengucapkan,”Wah,kayaknya saya tidak sanggup.”
Agar Si Pesimis menjadi Si Optimis:
1. Yakinkan bahwa Anda punya potensi lebih seperti yang lainnya.
2. Mulailah berniat untuk mengejar masa depan Anda dengan semangat.
3. Catat segala sesuatu yang Anda ingingkan dan capai satu persatu.
4. Berikan penghargaan ketka Anda bisa mencapai sesuatu.
5. Asah terus skill Anda agar Anda bisa lebih percaya diri.
h. SI TAK PUNYA KOMITMEN
Karyawan tipe ini tidak pernah melakukan pekerjaan dengan serius,sehingga membuat pekerjaan teman sekerja menjadi jauh lebih sulit.Baginya,kerja menempati prioritas nomor sekian,bukan sesuatu yang sangat penting.Mereka tak menganggap penting suatu tugas.Mungkin ucapan favorit mereka adalah,”Ah,Pekerjaan jangan sampai mengganggu hobi atau urusan pribadi,kan kerjaan bisa menunggu.”
Agar Anda tidak dicap tak punya komitmen:
1. Mulailah mendata apa saja yang sudah Anda ingin jalankan.
2. Sekuat tenaga mulailah meluruskan niat Anda untuk melaksanakan komitmen yang
harus dijalankan.
3. Minta dukungan rekan untuk selalu mengingatkan Anda.
i. SI TUKANG JEGAL
Misi utama Si Tukang Jegal adalah untuk tidak setuju dengan pendapat dari siapapun.Saling menjatuhkan sesama rekan kerja pun akan terjadi.Biasanya dia akan mengucapkan kata,”Ah,usulannya tidak oke.”
Agar Anda berhenti menjadi tukang jegal:
1. Mulailah berempati pada rekan kerja Anda.
2. Pahamilah bahwa karir Anda tidak akan berjalan mulus dengan cara yang kotor.
3. Semakin Anda menjatuhkan rekan Anda,sebetulnya semakin Anda menjatuhkan
karir Anda.
j. SI BOCAH
Tingkahnya seperti anak-anak.Ngambek,menarik diri dan akhirnya menangis.Sehingga kalimat,”Tak seorang pun menyukai saya,”,akan terucap dari bibirnya.
Agar Anda tak selalu jadi Si Bocah:
1. Mulailah dukungan dari rekan Anda untuk memperbaiki sikap Anda.
3. Jika Anda kesal,tarik nafas menata hidup Anda.
2. Mintalah panjang dan segera melihat ke luar jendela.
4. Jika Anda akan marah,katakan dalam hati,”Pasti tidak ada yang menyukai saya jika
saya begini terus.”
k. SI RELA BERKOBAN
Ia akan mengerjakan tugas apapun yang disuruh oleh atasannya.Tak jarang Anda pun akan mengeluh,meski mungkin pada diri Anda sendiri,tentang beban kerja yang begitu menumpuk,rekan kerja yang tak mau bekerjasama atau juga persoalan dengan atasan.Si Rela Berkorban ini biasanya memiliki kehidupan pribadi yang kurang menyenangkan dan mencari kompensasi dengan bekerja keras.Biasanya ia akan mengeluh.”Saya sudah berkorban untuk perusahaan ini,yapi apa sih yang dikasih perusahaan untuk saya.”
Agar tak perlu menjadi si rela berkorban:
1. Mulailah mengatakan tidak pada hal-hal yang tidak penting.
2. Prioritaskan pekerjaan Anda bukan pekerjaan orang lain.
3. Mulailah bekerja dan membantu tanpa pamrih.
4. Yakini bahwa sekecil apapun bantuan yang Anda berikan pada siapapun membuat
skill Anda bertambah.
l. SI GAMANG
Ia sangat gampang jengkel pada kelemahan yang ia miliki,yang biasanya kemudian akan merembet keluar.Yang sering ia katakan adalah,”Duh,kok aku bodoh sekali sih!” Pangkal persoalannya terletak pada persepsinya pada dirinya sendiri.
Agar Anda tidak jadi si gamang:
1. Terus update pengetahuan Anda.
2. Jika Anda mulai jengkel dengan diri Anda,lihat kembali kelebihan Anda.
3. Daripada Anda mengomel pada orang,lebih baik Anda menulis omelan Anda.
m. SI PELEMPAR KESALAHAN
Karyawan tipe ini tak pernah bisa menerima tanggung jawab atau kesalahan .Dia lebih senang menimpakannya pada orang lain.
Agar Anda tidak jadi si pelempar kesalahan:
1. Tentu Anda tidak ingin dijadikan kambing hitam bukan?
2. Apakah Anda senang melihat orang lain berada dalam kesulitan? Bagaimana jika
Anda berada di posisi itu?
n. SI SENSITIF
Sedikit saja ucapan atau tindakan yang Anda lakukan terhadapnya salah,sudah cukup untuk merontokkan hatinya.
Agar Anda tidak jadi si sensitif:
1. Jika Anda ingin menangis,jangan tunjukkan di hadapan publik.
2. Jika Anda kecewa pada salah satu rekan,Anda bisa mengatakannya secara langsung
Tipe 2 : Adanya Anda Tidak Memberikan pengaruh Apapun
Kehadiran Anda sebagai karyawan sebenarnya sangat menyenangkan,tetapi ketidak hadiran Anda tidak terasa kehilangan.Mungkin sebenarnya Anda memiliki prestasi dan etos kerja yang baik,memiliki kepribadian yang menyenangkan,hanya saja ketidak hadiran Anda membuat lingkungan kerja Anda merasa tidak kehilangan diri Anda karena kenangan yang menyenangkan kurang mendalam.
Atau bisa jadi kehadiran Anda tidak berpengaruh karena Anda benar-benar karyawan yang tidak bermanfaat bagi perusahaan dan rekan kerja Anda,Anda tidak mempunyai motivasi,asal-asalan saja,asal kerja,asal ada,tidak memikirkan kualitas,prestasi,kemajuan,perbaikan dan hal produktif lainnya.Sehingga kehidupannya pun tidak menarik,datar-datar saja.
Tipe 3 : Adanya Anda Memberi Kontribusi Positif
Karyawan seperti ini yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan,karyawan yang dapat memberi kontribusi positif bagi perusahaan dan bagi sebagian orang karyawan seperti ini adalah wajib hukumnya untuk berada di sebuah perusahaan.Keberadaannya sangat disukai.dibutuhkan,harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan kehilangan.
Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya,bahkan pembicaraannya sangat bijak,menjadi penyejuk bagi hati yang gersang,penuntun bagi yang tersesat,perintahnya tak dirasakan sebagai suruhan,orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa rasa tertekan.Selain itu,dia juga sering memberikan sumbangan ide-ide yang fresh bagi kemajuan perusahaan tempat dia bekerja.
Sumber : Menjadi KAryawan dalam empat minggu, penulis : rizal rickieno
Posted by : Syafrizal Helmi
Rabu, 10 Maret 2010
KARAKTERISTIK KONSUMEN INDONESIA
Manusia memiliki banyak sekali kebutuhan dalam hidupnya dengan jumlah yang tidak terbatas, baik kebutuhan fisik maupun rohani.Untuk kebutuhan fisik manusia membutuhkan barang-barang seperti makanan, pakaian, dan rumah. Sementara untuk kebutuhan rohani, manusia membutuhkan jasa seperti hiburan dan konsultasi.
Adapun pengertian konsumsi secara khusus adalah suatu kegiatan yang tujuannya mengurangi atau menghabiskan faedah suatu benda (barang dan jasa) dalam rangka pemenuhan hidup. Untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam, kita mengkonsumsi barang dan jasa. Barang adalah alat pemuas kebutuhan yang mempunyai bentuk seperti tas, baju, dan berbagai barang laiinya.Adapun jasa adalah alat pemuas kebutuhan yang tidak berbentuk tetapi dapat dirasakan manfaatnya.Adapun manfaat dari suatu barang yang dipakai dalam pemenuhan kebutuhan manusia adalah kepuasan yang dapat diberikan oleh barang tersebut untuk memenuhi kebutuhan yang dapat menyebabkan barang tersebut lebih bernilai.
Masing-masing konsumen memiliki pribadi yang unik.Konsumen yang satu dengan yang lainnya mempunyai kebutuhan yang bebeda dan prilaku yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.Konsumen di Indonesia memiliki karakter yang berbeda pula dengan konsumen di negara lain.Sebagai contoh pada penjualan produk telekomunikasi seperti ponsel. Sebagai contoh penjualan ponsel Nokia 9500 yang ternyata di pasaran negara Amerika Serikat kurang begitu diminati oleh konsumennya, tetapi di Indonesia produk ini sangat laris bahkan menempati urutan ketiga dalam penjualan ponsel Nokia 9500 di dunia. Ternyata setelah dianalisis oleh para ahli ekonomi ternyata hal ini dipengaruhi oleh faktor “gengsi”.
Tetapi berkembangnya selera juga mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat seperti pada saat hari besar keagamaan cenderung pengeluaran lebih besar daripada hari biasanya.Contohnya pada saat bulan puasa permintaan akan barang- barang pasti akan naik seperti barang-barang kebutuhan pokok, barang sandang dan barang elektronik juga terpengaruhi.Tetapi ada selera konsumen yang tidak berubah. Contohnya pada bulan April 1985, perusahaan Coca-Cola mengganti formula produk terkenal mereka yang telah dipakai 99 tahun. Coca-Cola telah mengeluarkan jutaan dollar biaya iklan untuk meyakinkan masyarakat bahwa Coke terbaru mereka dengan rasa lebih manis lebih baik. Tetapi , perusahaan itu justru diserbu oleh ribuan surat dan telepon bernada protes dari konsumen yang meminta agar perusahhan tersebut memakai kembali formula lama. Semakin gelombang protes itu tidak semakin berkurang yang membuat perusahaan tersebut tidak tahan dan mempopulerkan kembali formula asli dengan nama Coca-Cola Clasic. Pada tahun 1990, Coca-Cola Clasic menjadi produk minuman ringan terlaris mengalahkan “New Coke”dengan perbandingan 8 lawan 1. Pada awal 1991, perusahaan mengganti “NewCoke” dengan nama “Coke II”. Jadi contoh diatas menjelaskan bahwa selera makanan dan minuman jarang bahkan tidak bisa berubah.
Kebutuhan digunakan agar kepuasan konsumen dapat tercapai. Konsumen yang merasakan manfaat dari suatu prodik bekum tentu merasa puas. Ada yang hanyta merasa cukup baik, baik ,dll. Faktor yang mempengaruhi kepuasan bagi seorang konsumen adalah Pertama, harga. Jelas sekali apabila harga barang yang murah akan menarik hati konsumen dikarenakan konsumen sangat sensitif, biasanya harga murah adalah sumber kepuasan yang penting karena mereka mendapatkan value or money yang tinggi. Komponen harga ini relative tidak penting bagi mereka yang tidak sensitive terhadap harga.Untuk industri ritel, komponen harga sangat penting dan kontribusinya besar terhadap kepuasan yang relatif besar. Kualitas dan harga produk seringkali tidak mampu menciptakan keunggulan bersaing dalam hal kepuasan pelanggan.Kedua aspek ini relative mudah ditiru dengan teknologi yang standar maka produk yang dihasilkan dapat membi\eri kepuasan yang setidaknya bernilai baik.
Kedua, Kualitas pelayanan. Hal ini sangat dipengaruhi oleh sistem, teknologi, dan manusia.Faktor manusia ini memegang peranan terpenting karena tidak mengherankan bahwa kualitas pelayanan sulit ditiru.
Ketiga, Faktor emosonal. Kepuasan pelanggan dapat timbul apabila pada saat produk tersebut memiliki merek yang terkenal dan memiliki kualitas yang baik di mata konsumen.
Keempat, Kemudahan. Pelanggan akan semakin merasa puas apabla relati murah, nyaman dan efisien dalam mendapatkan produk atau pelayanan. Contohnya pada bank BCA yang nasabahnya sering mengantri jika ingin melakukan aktivitas perbankannya.Tetapi, tingkat kepuasan terhadap BCA secara keseluruhan relative tinggi karena presepsi terhadap total value yang diberikan BCA relative tinggi dibandingkan bank-bank lain.Ha ini didukung oleh jumlah ATM-nya yang banyak. Produk tabungan BCA mungkin tidak terlalu istimewa bagi sebagian nasabahnya dan bahkan suku bunga yang relative rendah, tetapi jumlah nasabah tabungannya masih besar.
Mungkin dalam penggunaan barang tersebut, konsumen memerkukan garansi agar tingkat kepuasannya bertambah lama khusunya bagi barang yang dapat dipakai beberapa kali contohnya mobil, barang-barang elektronik, dll.Selain barang- barang, garansi juga sangat berperan penting bagi pelayanan jasa karena jelas akan mempunyai nilai tersendiri bagi konsumennya. Garansi adalah program yang sering kali efektif dalam meningkatkan kepuasan konsumen karena pelanggan merasa senang dengan adanya jaminan, dan kepercayaan terhadap perusahaan. Hanya saja, kemampuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan agak berbeda antara produk manufaktur dan pelayanan. Untuk produk, garansi adalah hal yang umumnya cukup biasa dan oleh karena tu, program garansi hanya sekedar agar tidak tert inggal dengan produk lain. Tetapi untuk pelayanan, garansi bisa menjadi alat untuk menciptakan kepuasan yang sangat efektif.
Pelayanan sangat bergantung pada faktor manusia yang jauh lebih sulit distandarisasi sehingga tidak mengherankan perusahaan-perusahaan jasa dapat dikatakan tidak mempunyai keberanian untuk memberikan garansi. Tetapi pemberian garansi tanpa syarat tetap menjadi suatu cara yang sangat efektif dalam meningkatkan kepuasan pelanggan tetapi terkadang garansi ini juga tidak efektif apabila diberikan dengan pertimbangan beberapa syarat. Kadang konsumen sering jengkel denagn pembelian barang yang memberikan syarat yang terlalu banyak yang justru membuat konsumen menjadi bingung. Seperti mengisi dan mengirimkan form, yang mana dalam form tersebut diberikan pada kondisi-kondisi khusus saja. Sehingga tidak mengherankan konsumen bukannya puas tetapi justru menjadi jengkel sehingga hal inilah yang menyebabkan banyak konsumen yang cenderung ingin membeli barang yang tidak bergaransi dan tentu harganya pasti lebih murah. Contohnya pada perusahaan penerbangan sangat sulit memberikan suatu jaminan bagi konsumen yang menggunakan jasa penerbangannya. Hal seperti keterlambatan dalam setiap penerbangan sangat sulit dikontrol oleh perusahaan yang disebabkan oleh banyak hal baik internal seperti kerusakan mesin maupun hal eksternal yang menyangkut cuaca yang tidak memungkinkan pesawat untuk terbang.
Secara garis besar prilaku konsumen dipengaruhi oleh 3 faktor :
1. Faktor Internal
a. Pendapatan
Pendapatan konsumen berpangaruh pada besarnya konsumsi yang dilakukan. Semakin tinggi pendapatan konsumen, cenderung semakin besar pula.
b. Motivasi
Setiap orang mempunyai motivasinya sendiri-sendiri dalam melakukan kegiatan konsumsi. Ada yang melakukan kegiatan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar diperlukan. Namun ada pula yang membeli barang hanya karena ikut-ikutan orang lain, padahal sebenarnya ia tidak membutuhkannya. Sebagian yang lain mengkonsumsi barang dan jasa tertentu demi memperlihatkan status sosialnya atau gengsi. Misalnya seorang remaja yang membeli handphone keluaran terbaru agar dianggapkeren oleh teman-temannya.
c. Sikap dan kepribadian
Sikap dan kepribadian individu juga mempengaruhi perilaku konsumsinya. Orang hemat biasanya hanya akan membeli barang-barang yang telah direncanakan, dimana hal ini sangat berbeda jauh dengan orang boros yang selalu membeli barang yang tidak dibutuhkannya.
2. Faktor eksternal
a. Kebudayaan
Kebudayaan yang terdapat di suatu daerah berpengaruh pada pola konsumsi masyarakatnya. Di Jepang dan Cina, orang makan menggunakan sumpit. Semantara di negara barat, sendok dan garpu sering ditemani oleh pisau. Tak heran bila konsumsi sumpit d Jepang dan Cina lebih tinggi dibandingkan di negara barat. Begitu pula sebaliknya.
b. Status Sosial
Status atau posisi seseorang di dalam masyarakat dengan sendirinya akan membentuk pola konsumsi orang tersebut. Konsumsi seorang presiden, raja, atau menteri sudah jelas berbeda dengan konsumsi supir taksi, tukang kayu, atau pengusaha kecil.
c. Harga Barang
Sudah menjadi hukum ekonomi bahwa harga barang naik, konsumsi akan menurun, dan apabila harga rendah, konsumsi akan tinggi. Ini juga berlaku untuk tingkat harga barang substitusi.
3. Faktor Strategi Marketing
Strategi marketing dalam suatu negara berbeda dengan negara lain karena perbedaan masyarakat dan pola konsumsi juga sehingga tidak mengherankan bahwa suatu produk laris di suatu negara tetapi setelah dikenalkan dan dijual ke negara lain tidak mendapatkan respon yang baik dari masyarakat di negara tersebut.Contohnya konsep marketing dari AS tidak sepenuhnya bisa
menjelaskan fenomena perilaku konsumen Indonesia. Terbukti, banyak produk yang
sukses di AS-sebut saja Kodak, Campbell Soup, The Body Shop, Amazon, IBM PC
dan asuransi jiwa-penjualannya melempem di negeri kita yang memang unik.
Sebaliknya, produk yang berjaya di Indonesia belum tentu sukses di sana. Ambil
contoh Nokia 9500, Fuji Film, Extra Joss, Teh Botol, Aqua, fitur SMS, dlsb
Prilaku konsumen secara umum dapat dibagi atas 2 macam dalam memenuhi kebutuhannya, yaitu:
1.Prilaku konsumen yang rasional
Prilaku ini didasari oleh pertimbangan rasional (nalar) dalam memutuskan untuk mengkonsumsi suatu produk. Suatu pembelian dapat dikatakan rasional, bila dasar pertimbangannya adalah :
a. Produk tersebut mampu memberikan kegunaan optimal (optimum utility) bagi konsumen
Suatu pertimbangan dapat dikatakan rasional bila dalam membeli barang, barang tersebut benar-benar dapat memenuhi kebutuhan. Semakin lama jangka waktu pemuasannya, maka akan semakin baik. Misalnya, akan lebih bila kita membeli pakaian yang dapat digunakan dalam banyak acara daripada membeli pakaian yang hanya digunakan dalam suatu acara.
b. Produk tersebut benar-benar dibutuhkan konsumen
Butuh tidaknya seseorang akan barang tersebut dapat dilihat dari posisi barang tersebut dalam skala prioritas seseorang. Bila membeli barang yang ada di posisi paling atas dalam skala prioritas, bearti tindakan tersebut merupakan tindakan yang rasional.
c. Mutu produk terjamin
Untuk mengetahui produk tersebut bermutu atau tidak dapat dilihat dari kemasannya apakah sudah kadar luarsa atau tidak dan terdaftar di Departemen Kesehatan atau tidak untuk produk makanan. Untuk produk non makanan dapat dilihat pada garansi yang dapat diberikan kepada konsumennya.
d. Harga terjangkau dan sesuai dengan kemampuan konsumen yang membeli
Suatu pembelian dapat dikategorikan sebagai rasional, apabila ada kesuaian antara harga yang harus kamu bayar dan uang yang dimiliki oleh konsumen.
2.Perilaku konsumen yang tidak rasional
Seorang konsumen dikatakan tidak rasional apabila membeli barang tanpa pertimbangan yang baik. Misalnya :
a. Membeli barang hanya karena tertarik dengan iklannya
Banyak iklan yng menipu atau menyembunyikan informasi. Kalau melihat sebuah iklan dan keesokan harinya membeli produk yang diiklankan tersebut berarti itu merupakan tindakan yang irasional karena kualitasnya belum dapat dibuktikan dan akhirnya menimbulkan penyesalan.
b. Tertarik membeli barang hanya karena mereknya yang terkenal
Banyak orang yang menganggap bahwa kalau memiliki barang yang memiliki merek terkenal maka ia akan dianggap hebat. Namun kalau diteliti denagn seksama banyak produk denagn kualitas yang sama tetapi harganya jauh lebih murah.
c.Membeli barang hanya karena obral atau untuk memperoleh bonus
Pikirkanlah tujuan untuk membei barang obral atau barang yang ada bonusnya.apakah barang tersebut memng dibutuhkan atau hanya untuk mendapatkan harga yang murah atau hadiah yang ditawarkan produk tersebut.Apabila hanya ingin mengejar obral atau bonusnya maka itu merupakan tindakan yang irasional dalam ekonomi.
Pada saat Indonesia mengalami krisis ekonomi pada jatuhnya Orde baru ternyata penjualan mobil, alat-alat rumah tangga, dll ternyata meningkat serta jumlah jamaah haji terus meningkat tiap tahunnya begitu pula tempat-tempat perbelanjaan seperti swalayan maupun mall selalu ramai dengan pengunjung yang ingin berbelanja.
Segmen pasar konsumen secara umum dibedakan dalam beberapa segmen pasar yakni segmen pasar untuk anak-anak, remaja, dewasa. Dimana ketiga segmen tersebut hamper memiliki kesamaan tetapi para pengusaha atau perusahaan lebih mengfokuskan pada remaja dan dewasa saja.Perusahaan sering menganggap enteng anak-anak dalam mengidentifikasi produk apa yang akan dibuat untuk dilempar kepasaran. Hal ini dikarenakan karena anak-anak dianggap tidak dan belum mempunyai daya beli.Padahal hal ini sangat keliru, anak-anak sangat penting karena mereka mempunyai uang yang memang ditujukan untuk dibelanjakan, mereka mampu mempengaruhi berbagai keluaraga dan mereka adalah konsumen masa depan yang harus “dirawat” sejak dini.Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2000, populasi anak usia 0-14 tahun d Indonesia adalah sebesar 64,4 juta jiwa atau setara 30,6% dari seluruh jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 210,4 juta jiwa.
Satu lagi temuan yang menarik bahwa anak-anak pada usia 7-14 tahun diberi uang saku rata-rata Rp 1.500 per hari dan uang tersebut 99 % digunakan untuk dibelanjakan keperluan sehingga diperkirakan dalam satu tahun saja total pengeluaran anak-anak mencapai Rp 1 triliun.Itu hanya untuk 6 kota besar di Indonesia. Dari seluruh daerah di Indonesia mencapai Rp 4,4 triliun per tahun. Suatu angka yang menakjubkan bagi pengeluaran dalam bentuk uang saku bagi anak-anak.
Dari berbagai analisi diperoleh keinginan anak-anak pada usia 0-7 tahun biasanya menyukai produk yang memiliki fantasi tetapi yang tidak “memerlukan pemikiran” dan tidak nyata. Sebagai contoh digunakan tokoh animasi dalam produk anak-anak. Hal ini sangat menarik perhatian dan menimbulkan rasa keinginan untuk membelinya. Anak-anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan teman sebaya dan klan di berbagai media. Oleh karena itu iklan bagi anak-anak sering ditayangkan pada hari-hari libur yang umumnya adalah minggu pagi.
Secara umum karakter konsumen di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi 10 karakter yakni:
1.Berpikir jangka pendek (short term perspective)
Contoh paling mudah adakah banyaknya kredit konsumen di Indonesia dan sulitnya cash flow rumah tangga yang hanya melakukuan perhitungan kebutuhan jangka pendek., yaitu mudah mendapatkan dalam waktu singkat.Hal ini juga dipengarihi oleh kondisi ekonomi makro yang menyebabkan penurunan daya beli masyarakat sehingga konsumen mencari solusi dengan melakukan kredit atau hal yana lain agar kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dalam jangka pendek.
Selain itu konsumen Indonesia selalu membeli barang dengan berdasarkan bajet yang tersedia.hal ini dapat terlihat dengan konsumen yang selalu barang yang bernilai rendah daripada barang yang bernilai tinggi meskipun mereka mampu untuk membelinya.
Dampak dari berpikir jangka pendek ini adalah membuat konsumen Indonesia cepat lupa. Sebagai contoh, pada masalah maskapai penerbangan yang selalu mengalami kecelakaan.Namun, konsumen di Indonesia selalu menggunakan maskapai penerbangan tersebut dikarenakan murahnya tiket yang ditawarkan oleh maskapai tersebut yang tidak dapat dilakukan oleh maskapai penerbangan lain yang memberikan pelayanan dan jaminan keselamatan yang kebih menjanjikan.
2. Tidak berencana (dominated by unplanned behavior)
Konsumen Indonesia selalu tidak berencana dari jauh-jauh hari sebelumnya. Sebagai contoh konsumen yang selalu melakukan impulse buying yakni berbelanja dengan membeli langsung di tempat.
Hal lain adalah delalu melakukan berbagai kegiatan setelah mendekati waktu yang ditentukan telah dekat.contohnya pembayaran biaya telepon, listrik, air (PAM) dan biaya pendidikan anak-anak.
3. Suka Berkumpul (like to socialize)
Budaya konsumen Indonesia adalah kebiasaan berkumpul dengan lingkungan sekitar atau kemasyarakatannya sangat kental dimana hal ini juga mengakibatkan suburnya bisnis-bisnis seperti klub-klub atau arena berkumpul di Indonesia.
Contoh paling sederhana adalah dalam acara arisan yang selalu dilakukan oleh para ibu-ibu rumah tangga serta dalam tempat fitnes center untuk para remaja maupun orang tua yang ingin berolahraga.
4. Gaptek / Gagap Teknologi (not adaptive to high technology)
Konsumen Indonesia cenderung tidak mengikuti perkembangan teknologi yang disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan masyarakat Indonesia. Memang tidak semua masyarakat Indonesia gaptek namun secara keseluruhan nagara Indonesia masih tidak tahu penggunaan teknologi.
Menurut hasil riset menunjukkan jumlah pengguna teknologi di Indonesia hanya mencapai 7-8% saja.Sangat jauh jika dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat yang mencapai 73%.Selain itu, sebagian dari pengguna teknologi di Indonesia yang hanya 7-8% tersebut juga dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak berproduktif seperti untuk bermain game online, bahkan untuk mengakses situs-situs porno yang banyak dilakukan oleh para remaja Indonesia pada saat sekarang ini.
5. Berorientasi pada konteks (context, not content oriented)
Kecanderungan untuk membeli barang dilihat dari merk atau tampilan luarnya sangat melekat pada konsumen Indonesia. Konsumen Indonesia cenderung lebih suka membaca informasi yang sederhana, ringan dan mudah dicerna serta dimengerti.
Pendapat tersebut terbukti dengan kurangnya minat baca masyarakat Indonesia terutama literatur maupun bacaan tentang pengetahuan yang agak susah dimengerti.Selain itu konsumen Indonesia lebih suka melihat acara di televisi yang kurang bermanfaat seperti acara sinetron, infotanment, berita krimnal, kuis, dan film dibandingkan dengan tayangan yang memiliki pengetahuan lebih besar dan bermanfaat.
Sebagai contoh masalah artis sinetron Maia Ahmad yang bertengkar dengan suaminya sangat diekpos oleh media dan masyarakat.Secara umum konsumen Indonesia lebih melihat isinya atau bentuk luarnya saja dibandinakan dengan manfaat yang dapat diperolehnya.
6.Suka barang Luar Negeri
Hal ini sangat dipengaruhi oleh ingin mencari kualitas yang lebih baik.Meskipun produk yang ingn dibeli lebih mahal dari produk dalam negeri.Ini disebabkan oleh pandangan masyarakat Indonesia yang selalu menganggap prodik dalam negeri lebih tidak buruk kualitasnya dibandingkan denagn produk luar negeri yang telah terkenal di dunia sehingga produsen di Indonesia cenderung membuat produk yang hampir sama merknya. Bahkan ada oknum yang mengilegalkan produknya dengan menggunakan merk yang sama dengan merk barang luar negeri yang laris di pasaran Indonesia. kadang konsumen cenderung membeli barang yang tidak dibutuhkan denagn alasan gengsi, maupun nama produk tersebut yang telah memiliki nama tersendiri dalam suatu pasaran
7.Beragama(religious)
Konsumen Indonesia memilki kepercayaan yang kuat diman masyarakat Indonesia yang mayoritas memeluk agama islam yang sangat memperhatikan kehalalan suatu produk yang mempengaruhi jumlah daya beli masyarakat.Karena masyarakat lebih mengutamakan kehalalan baik produk makanan, minuman, maupun restoran.
Contoh paling sederhana pada kasus bumbu maskan Ajinomoto yang dianggap mengandung lemak babi yang mengakibatkan masyarakat islam Indonesia merasa khawatir dan menurunnya daya beli masyarakat akan bumbu masakan tersebut dan sedikit berdampak pada produk lain yang sejenis.
Tetapi masyarakat Indonesia dapat dipengaruhi oleh media.Sebagai contoh dengan menghadirkan tokoh agama yang bersedia mengkonsumsi makan masakan yang diopinikan haram.
8. Gengsi (putting prestige as important motive)
Gengsi sangat melekat kuat pada konsumen Indonesia yang selalu ingin menggunakan produk yangh berkualitas dan bernilai eknomi tinggi.
Menurut Hadi Irawan, sikap gengsi pada seseorang dapat muncul apabila:
1.Konsumen suka bersosialisasi yang mendorong seseorang untuk pamer atau menunjukkan dirinya lebih hebat dari orang lain.
2.Indonesia masih menganut paham feodal yang mana masih adanya asas stratifikasi dalam masyarakat sehingga masyarakat masih dibedakan dalam kelas-kelas sosial yang berbeda.
3.Masyarakat Indonesia masih menilai kesuksesan seseorang dari jabatan maupun barang yang dimiliki.sehingga wajar bagi seseorang yang telah memiliki atribut-atribut kesuksesan seperti mobil, laptop, rumah ,kredit card, dll telah dianggap sukses dalam hidupnya.
9.Budaya lokal (strong in subculture)
Etnis, fanatisme dan kebiasaan suatu daerah sangat berbeda dengan daerah lain yang juga membuat selera konsumennya berbeda.Sebagai contoh pada masyarakat Padang yang biasa mengkonsumsi makanan yang pedas maka tidak cocok dengan masakan jawa yang cenderung manis.
Oleh karena itu tidak semua merek dalam suatu negara dapat menguasai pemasaran dalam semua wilayah Indonesia sebab beragamnya budaya dan etnis di Indonesia.
10. Kurang peduli lingkungan (low consciousness towards environment)
Masalah lingkungan merupakan masalah yang terus berkembang saat ini. Banyak produk yang memposisikan produknya sebagai produk ramah lingkungan tetapi bukti di lapangan hal ini tidak efektif.Masyarakat Indonesia selalu memposisikan masalah lingkungan pada urutan terbawah. Berbeda dengan luar negeri yang memposisikan masalah lingkungan di posisi paling teratas karena akibat yang ditimbulkan sangat beragam.
Jadi, itulah kesepuluh karakteristik konsumen Indonesia yang jika dicermati juga sangat dipengaruhi masalah perkembangan teknologi yang semakin lama semakin berkembang dengan pesat.
Sumber :
Irawan, Handi. 10 Prinsip Kepuasan Pelanggan.Jakarta :Elex Media Komputindo, 2004.
www.markplusnco.com diakses pada tanggal 24 November 2007
www.beyblog.syafaatadvertising.net dakses pada tanggal 24 November 2007
www.karakteristikkonsumenIndonesia diakses pada tanggal 25 November 2007
Adapun pengertian konsumsi secara khusus adalah suatu kegiatan yang tujuannya mengurangi atau menghabiskan faedah suatu benda (barang dan jasa) dalam rangka pemenuhan hidup. Untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam, kita mengkonsumsi barang dan jasa. Barang adalah alat pemuas kebutuhan yang mempunyai bentuk seperti tas, baju, dan berbagai barang laiinya.Adapun jasa adalah alat pemuas kebutuhan yang tidak berbentuk tetapi dapat dirasakan manfaatnya.Adapun manfaat dari suatu barang yang dipakai dalam pemenuhan kebutuhan manusia adalah kepuasan yang dapat diberikan oleh barang tersebut untuk memenuhi kebutuhan yang dapat menyebabkan barang tersebut lebih bernilai.
Masing-masing konsumen memiliki pribadi yang unik.Konsumen yang satu dengan yang lainnya mempunyai kebutuhan yang bebeda dan prilaku yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.Konsumen di Indonesia memiliki karakter yang berbeda pula dengan konsumen di negara lain.Sebagai contoh pada penjualan produk telekomunikasi seperti ponsel. Sebagai contoh penjualan ponsel Nokia 9500 yang ternyata di pasaran negara Amerika Serikat kurang begitu diminati oleh konsumennya, tetapi di Indonesia produk ini sangat laris bahkan menempati urutan ketiga dalam penjualan ponsel Nokia 9500 di dunia. Ternyata setelah dianalisis oleh para ahli ekonomi ternyata hal ini dipengaruhi oleh faktor “gengsi”.
Tetapi berkembangnya selera juga mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat seperti pada saat hari besar keagamaan cenderung pengeluaran lebih besar daripada hari biasanya.Contohnya pada saat bulan puasa permintaan akan barang- barang pasti akan naik seperti barang-barang kebutuhan pokok, barang sandang dan barang elektronik juga terpengaruhi.Tetapi ada selera konsumen yang tidak berubah. Contohnya pada bulan April 1985, perusahaan Coca-Cola mengganti formula produk terkenal mereka yang telah dipakai 99 tahun. Coca-Cola telah mengeluarkan jutaan dollar biaya iklan untuk meyakinkan masyarakat bahwa Coke terbaru mereka dengan rasa lebih manis lebih baik. Tetapi , perusahaan itu justru diserbu oleh ribuan surat dan telepon bernada protes dari konsumen yang meminta agar perusahhan tersebut memakai kembali formula lama. Semakin gelombang protes itu tidak semakin berkurang yang membuat perusahaan tersebut tidak tahan dan mempopulerkan kembali formula asli dengan nama Coca-Cola Clasic. Pada tahun 1990, Coca-Cola Clasic menjadi produk minuman ringan terlaris mengalahkan “New Coke”dengan perbandingan 8 lawan 1. Pada awal 1991, perusahaan mengganti “NewCoke” dengan nama “Coke II”. Jadi contoh diatas menjelaskan bahwa selera makanan dan minuman jarang bahkan tidak bisa berubah.
Kebutuhan digunakan agar kepuasan konsumen dapat tercapai. Konsumen yang merasakan manfaat dari suatu prodik bekum tentu merasa puas. Ada yang hanyta merasa cukup baik, baik ,dll. Faktor yang mempengaruhi kepuasan bagi seorang konsumen adalah Pertama, harga. Jelas sekali apabila harga barang yang murah akan menarik hati konsumen dikarenakan konsumen sangat sensitif, biasanya harga murah adalah sumber kepuasan yang penting karena mereka mendapatkan value or money yang tinggi. Komponen harga ini relative tidak penting bagi mereka yang tidak sensitive terhadap harga.Untuk industri ritel, komponen harga sangat penting dan kontribusinya besar terhadap kepuasan yang relatif besar. Kualitas dan harga produk seringkali tidak mampu menciptakan keunggulan bersaing dalam hal kepuasan pelanggan.Kedua aspek ini relative mudah ditiru dengan teknologi yang standar maka produk yang dihasilkan dapat membi\eri kepuasan yang setidaknya bernilai baik.
Kedua, Kualitas pelayanan. Hal ini sangat dipengaruhi oleh sistem, teknologi, dan manusia.Faktor manusia ini memegang peranan terpenting karena tidak mengherankan bahwa kualitas pelayanan sulit ditiru.
Ketiga, Faktor emosonal. Kepuasan pelanggan dapat timbul apabila pada saat produk tersebut memiliki merek yang terkenal dan memiliki kualitas yang baik di mata konsumen.
Keempat, Kemudahan. Pelanggan akan semakin merasa puas apabla relati murah, nyaman dan efisien dalam mendapatkan produk atau pelayanan. Contohnya pada bank BCA yang nasabahnya sering mengantri jika ingin melakukan aktivitas perbankannya.Tetapi, tingkat kepuasan terhadap BCA secara keseluruhan relative tinggi karena presepsi terhadap total value yang diberikan BCA relative tinggi dibandingkan bank-bank lain.Ha ini didukung oleh jumlah ATM-nya yang banyak. Produk tabungan BCA mungkin tidak terlalu istimewa bagi sebagian nasabahnya dan bahkan suku bunga yang relative rendah, tetapi jumlah nasabah tabungannya masih besar.
Mungkin dalam penggunaan barang tersebut, konsumen memerkukan garansi agar tingkat kepuasannya bertambah lama khusunya bagi barang yang dapat dipakai beberapa kali contohnya mobil, barang-barang elektronik, dll.Selain barang- barang, garansi juga sangat berperan penting bagi pelayanan jasa karena jelas akan mempunyai nilai tersendiri bagi konsumennya. Garansi adalah program yang sering kali efektif dalam meningkatkan kepuasan konsumen karena pelanggan merasa senang dengan adanya jaminan, dan kepercayaan terhadap perusahaan. Hanya saja, kemampuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan agak berbeda antara produk manufaktur dan pelayanan. Untuk produk, garansi adalah hal yang umumnya cukup biasa dan oleh karena tu, program garansi hanya sekedar agar tidak tert inggal dengan produk lain. Tetapi untuk pelayanan, garansi bisa menjadi alat untuk menciptakan kepuasan yang sangat efektif.
Pelayanan sangat bergantung pada faktor manusia yang jauh lebih sulit distandarisasi sehingga tidak mengherankan perusahaan-perusahaan jasa dapat dikatakan tidak mempunyai keberanian untuk memberikan garansi. Tetapi pemberian garansi tanpa syarat tetap menjadi suatu cara yang sangat efektif dalam meningkatkan kepuasan pelanggan tetapi terkadang garansi ini juga tidak efektif apabila diberikan dengan pertimbangan beberapa syarat. Kadang konsumen sering jengkel denagn pembelian barang yang memberikan syarat yang terlalu banyak yang justru membuat konsumen menjadi bingung. Seperti mengisi dan mengirimkan form, yang mana dalam form tersebut diberikan pada kondisi-kondisi khusus saja. Sehingga tidak mengherankan konsumen bukannya puas tetapi justru menjadi jengkel sehingga hal inilah yang menyebabkan banyak konsumen yang cenderung ingin membeli barang yang tidak bergaransi dan tentu harganya pasti lebih murah. Contohnya pada perusahaan penerbangan sangat sulit memberikan suatu jaminan bagi konsumen yang menggunakan jasa penerbangannya. Hal seperti keterlambatan dalam setiap penerbangan sangat sulit dikontrol oleh perusahaan yang disebabkan oleh banyak hal baik internal seperti kerusakan mesin maupun hal eksternal yang menyangkut cuaca yang tidak memungkinkan pesawat untuk terbang.
Secara garis besar prilaku konsumen dipengaruhi oleh 3 faktor :
1. Faktor Internal
a. Pendapatan
Pendapatan konsumen berpangaruh pada besarnya konsumsi yang dilakukan. Semakin tinggi pendapatan konsumen, cenderung semakin besar pula.
b. Motivasi
Setiap orang mempunyai motivasinya sendiri-sendiri dalam melakukan kegiatan konsumsi. Ada yang melakukan kegiatan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar diperlukan. Namun ada pula yang membeli barang hanya karena ikut-ikutan orang lain, padahal sebenarnya ia tidak membutuhkannya. Sebagian yang lain mengkonsumsi barang dan jasa tertentu demi memperlihatkan status sosialnya atau gengsi. Misalnya seorang remaja yang membeli handphone keluaran terbaru agar dianggapkeren oleh teman-temannya.
c. Sikap dan kepribadian
Sikap dan kepribadian individu juga mempengaruhi perilaku konsumsinya. Orang hemat biasanya hanya akan membeli barang-barang yang telah direncanakan, dimana hal ini sangat berbeda jauh dengan orang boros yang selalu membeli barang yang tidak dibutuhkannya.
2. Faktor eksternal
a. Kebudayaan
Kebudayaan yang terdapat di suatu daerah berpengaruh pada pola konsumsi masyarakatnya. Di Jepang dan Cina, orang makan menggunakan sumpit. Semantara di negara barat, sendok dan garpu sering ditemani oleh pisau. Tak heran bila konsumsi sumpit d Jepang dan Cina lebih tinggi dibandingkan di negara barat. Begitu pula sebaliknya.
b. Status Sosial
Status atau posisi seseorang di dalam masyarakat dengan sendirinya akan membentuk pola konsumsi orang tersebut. Konsumsi seorang presiden, raja, atau menteri sudah jelas berbeda dengan konsumsi supir taksi, tukang kayu, atau pengusaha kecil.
c. Harga Barang
Sudah menjadi hukum ekonomi bahwa harga barang naik, konsumsi akan menurun, dan apabila harga rendah, konsumsi akan tinggi. Ini juga berlaku untuk tingkat harga barang substitusi.
3. Faktor Strategi Marketing
Strategi marketing dalam suatu negara berbeda dengan negara lain karena perbedaan masyarakat dan pola konsumsi juga sehingga tidak mengherankan bahwa suatu produk laris di suatu negara tetapi setelah dikenalkan dan dijual ke negara lain tidak mendapatkan respon yang baik dari masyarakat di negara tersebut.Contohnya konsep marketing dari AS tidak sepenuhnya bisa
menjelaskan fenomena perilaku konsumen Indonesia. Terbukti, banyak produk yang
sukses di AS-sebut saja Kodak, Campbell Soup, The Body Shop, Amazon, IBM PC
dan asuransi jiwa-penjualannya melempem di negeri kita yang memang unik.
Sebaliknya, produk yang berjaya di Indonesia belum tentu sukses di sana. Ambil
contoh Nokia 9500, Fuji Film, Extra Joss, Teh Botol, Aqua, fitur SMS, dlsb
Prilaku konsumen secara umum dapat dibagi atas 2 macam dalam memenuhi kebutuhannya, yaitu:
1.Prilaku konsumen yang rasional
Prilaku ini didasari oleh pertimbangan rasional (nalar) dalam memutuskan untuk mengkonsumsi suatu produk. Suatu pembelian dapat dikatakan rasional, bila dasar pertimbangannya adalah :
a. Produk tersebut mampu memberikan kegunaan optimal (optimum utility) bagi konsumen
Suatu pertimbangan dapat dikatakan rasional bila dalam membeli barang, barang tersebut benar-benar dapat memenuhi kebutuhan. Semakin lama jangka waktu pemuasannya, maka akan semakin baik. Misalnya, akan lebih bila kita membeli pakaian yang dapat digunakan dalam banyak acara daripada membeli pakaian yang hanya digunakan dalam suatu acara.
b. Produk tersebut benar-benar dibutuhkan konsumen
Butuh tidaknya seseorang akan barang tersebut dapat dilihat dari posisi barang tersebut dalam skala prioritas seseorang. Bila membeli barang yang ada di posisi paling atas dalam skala prioritas, bearti tindakan tersebut merupakan tindakan yang rasional.
c. Mutu produk terjamin
Untuk mengetahui produk tersebut bermutu atau tidak dapat dilihat dari kemasannya apakah sudah kadar luarsa atau tidak dan terdaftar di Departemen Kesehatan atau tidak untuk produk makanan. Untuk produk non makanan dapat dilihat pada garansi yang dapat diberikan kepada konsumennya.
d. Harga terjangkau dan sesuai dengan kemampuan konsumen yang membeli
Suatu pembelian dapat dikategorikan sebagai rasional, apabila ada kesuaian antara harga yang harus kamu bayar dan uang yang dimiliki oleh konsumen.
2.Perilaku konsumen yang tidak rasional
Seorang konsumen dikatakan tidak rasional apabila membeli barang tanpa pertimbangan yang baik. Misalnya :
a. Membeli barang hanya karena tertarik dengan iklannya
Banyak iklan yng menipu atau menyembunyikan informasi. Kalau melihat sebuah iklan dan keesokan harinya membeli produk yang diiklankan tersebut berarti itu merupakan tindakan yang irasional karena kualitasnya belum dapat dibuktikan dan akhirnya menimbulkan penyesalan.
b. Tertarik membeli barang hanya karena mereknya yang terkenal
Banyak orang yang menganggap bahwa kalau memiliki barang yang memiliki merek terkenal maka ia akan dianggap hebat. Namun kalau diteliti denagn seksama banyak produk denagn kualitas yang sama tetapi harganya jauh lebih murah.
c.Membeli barang hanya karena obral atau untuk memperoleh bonus
Pikirkanlah tujuan untuk membei barang obral atau barang yang ada bonusnya.apakah barang tersebut memng dibutuhkan atau hanya untuk mendapatkan harga yang murah atau hadiah yang ditawarkan produk tersebut.Apabila hanya ingin mengejar obral atau bonusnya maka itu merupakan tindakan yang irasional dalam ekonomi.
Pada saat Indonesia mengalami krisis ekonomi pada jatuhnya Orde baru ternyata penjualan mobil, alat-alat rumah tangga, dll ternyata meningkat serta jumlah jamaah haji terus meningkat tiap tahunnya begitu pula tempat-tempat perbelanjaan seperti swalayan maupun mall selalu ramai dengan pengunjung yang ingin berbelanja.
Segmen pasar konsumen secara umum dibedakan dalam beberapa segmen pasar yakni segmen pasar untuk anak-anak, remaja, dewasa. Dimana ketiga segmen tersebut hamper memiliki kesamaan tetapi para pengusaha atau perusahaan lebih mengfokuskan pada remaja dan dewasa saja.Perusahaan sering menganggap enteng anak-anak dalam mengidentifikasi produk apa yang akan dibuat untuk dilempar kepasaran. Hal ini dikarenakan karena anak-anak dianggap tidak dan belum mempunyai daya beli.Padahal hal ini sangat keliru, anak-anak sangat penting karena mereka mempunyai uang yang memang ditujukan untuk dibelanjakan, mereka mampu mempengaruhi berbagai keluaraga dan mereka adalah konsumen masa depan yang harus “dirawat” sejak dini.Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2000, populasi anak usia 0-14 tahun d Indonesia adalah sebesar 64,4 juta jiwa atau setara 30,6% dari seluruh jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 210,4 juta jiwa.
Satu lagi temuan yang menarik bahwa anak-anak pada usia 7-14 tahun diberi uang saku rata-rata Rp 1.500 per hari dan uang tersebut 99 % digunakan untuk dibelanjakan keperluan sehingga diperkirakan dalam satu tahun saja total pengeluaran anak-anak mencapai Rp 1 triliun.Itu hanya untuk 6 kota besar di Indonesia. Dari seluruh daerah di Indonesia mencapai Rp 4,4 triliun per tahun. Suatu angka yang menakjubkan bagi pengeluaran dalam bentuk uang saku bagi anak-anak.
Dari berbagai analisi diperoleh keinginan anak-anak pada usia 0-7 tahun biasanya menyukai produk yang memiliki fantasi tetapi yang tidak “memerlukan pemikiran” dan tidak nyata. Sebagai contoh digunakan tokoh animasi dalam produk anak-anak. Hal ini sangat menarik perhatian dan menimbulkan rasa keinginan untuk membelinya. Anak-anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan teman sebaya dan klan di berbagai media. Oleh karena itu iklan bagi anak-anak sering ditayangkan pada hari-hari libur yang umumnya adalah minggu pagi.
Secara umum karakter konsumen di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi 10 karakter yakni:
1.Berpikir jangka pendek (short term perspective)
Contoh paling mudah adakah banyaknya kredit konsumen di Indonesia dan sulitnya cash flow rumah tangga yang hanya melakukuan perhitungan kebutuhan jangka pendek., yaitu mudah mendapatkan dalam waktu singkat.Hal ini juga dipengarihi oleh kondisi ekonomi makro yang menyebabkan penurunan daya beli masyarakat sehingga konsumen mencari solusi dengan melakukan kredit atau hal yana lain agar kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dalam jangka pendek.
Selain itu konsumen Indonesia selalu membeli barang dengan berdasarkan bajet yang tersedia.hal ini dapat terlihat dengan konsumen yang selalu barang yang bernilai rendah daripada barang yang bernilai tinggi meskipun mereka mampu untuk membelinya.
Dampak dari berpikir jangka pendek ini adalah membuat konsumen Indonesia cepat lupa. Sebagai contoh, pada masalah maskapai penerbangan yang selalu mengalami kecelakaan.Namun, konsumen di Indonesia selalu menggunakan maskapai penerbangan tersebut dikarenakan murahnya tiket yang ditawarkan oleh maskapai tersebut yang tidak dapat dilakukan oleh maskapai penerbangan lain yang memberikan pelayanan dan jaminan keselamatan yang kebih menjanjikan.
2. Tidak berencana (dominated by unplanned behavior)
Konsumen Indonesia selalu tidak berencana dari jauh-jauh hari sebelumnya. Sebagai contoh konsumen yang selalu melakukan impulse buying yakni berbelanja dengan membeli langsung di tempat.
Hal lain adalah delalu melakukan berbagai kegiatan setelah mendekati waktu yang ditentukan telah dekat.contohnya pembayaran biaya telepon, listrik, air (PAM) dan biaya pendidikan anak-anak.
3. Suka Berkumpul (like to socialize)
Budaya konsumen Indonesia adalah kebiasaan berkumpul dengan lingkungan sekitar atau kemasyarakatannya sangat kental dimana hal ini juga mengakibatkan suburnya bisnis-bisnis seperti klub-klub atau arena berkumpul di Indonesia.
Contoh paling sederhana adalah dalam acara arisan yang selalu dilakukan oleh para ibu-ibu rumah tangga serta dalam tempat fitnes center untuk para remaja maupun orang tua yang ingin berolahraga.
4. Gaptek / Gagap Teknologi (not adaptive to high technology)
Konsumen Indonesia cenderung tidak mengikuti perkembangan teknologi yang disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan masyarakat Indonesia. Memang tidak semua masyarakat Indonesia gaptek namun secara keseluruhan nagara Indonesia masih tidak tahu penggunaan teknologi.
Menurut hasil riset menunjukkan jumlah pengguna teknologi di Indonesia hanya mencapai 7-8% saja.Sangat jauh jika dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat yang mencapai 73%.Selain itu, sebagian dari pengguna teknologi di Indonesia yang hanya 7-8% tersebut juga dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak berproduktif seperti untuk bermain game online, bahkan untuk mengakses situs-situs porno yang banyak dilakukan oleh para remaja Indonesia pada saat sekarang ini.
5. Berorientasi pada konteks (context, not content oriented)
Kecanderungan untuk membeli barang dilihat dari merk atau tampilan luarnya sangat melekat pada konsumen Indonesia. Konsumen Indonesia cenderung lebih suka membaca informasi yang sederhana, ringan dan mudah dicerna serta dimengerti.
Pendapat tersebut terbukti dengan kurangnya minat baca masyarakat Indonesia terutama literatur maupun bacaan tentang pengetahuan yang agak susah dimengerti.Selain itu konsumen Indonesia lebih suka melihat acara di televisi yang kurang bermanfaat seperti acara sinetron, infotanment, berita krimnal, kuis, dan film dibandingkan dengan tayangan yang memiliki pengetahuan lebih besar dan bermanfaat.
Sebagai contoh masalah artis sinetron Maia Ahmad yang bertengkar dengan suaminya sangat diekpos oleh media dan masyarakat.Secara umum konsumen Indonesia lebih melihat isinya atau bentuk luarnya saja dibandinakan dengan manfaat yang dapat diperolehnya.
6.Suka barang Luar Negeri
Hal ini sangat dipengaruhi oleh ingin mencari kualitas yang lebih baik.Meskipun produk yang ingn dibeli lebih mahal dari produk dalam negeri.Ini disebabkan oleh pandangan masyarakat Indonesia yang selalu menganggap prodik dalam negeri lebih tidak buruk kualitasnya dibandingkan denagn produk luar negeri yang telah terkenal di dunia sehingga produsen di Indonesia cenderung membuat produk yang hampir sama merknya. Bahkan ada oknum yang mengilegalkan produknya dengan menggunakan merk yang sama dengan merk barang luar negeri yang laris di pasaran Indonesia. kadang konsumen cenderung membeli barang yang tidak dibutuhkan denagn alasan gengsi, maupun nama produk tersebut yang telah memiliki nama tersendiri dalam suatu pasaran
7.Beragama(religious)
Konsumen Indonesia memilki kepercayaan yang kuat diman masyarakat Indonesia yang mayoritas memeluk agama islam yang sangat memperhatikan kehalalan suatu produk yang mempengaruhi jumlah daya beli masyarakat.Karena masyarakat lebih mengutamakan kehalalan baik produk makanan, minuman, maupun restoran.
Contoh paling sederhana pada kasus bumbu maskan Ajinomoto yang dianggap mengandung lemak babi yang mengakibatkan masyarakat islam Indonesia merasa khawatir dan menurunnya daya beli masyarakat akan bumbu masakan tersebut dan sedikit berdampak pada produk lain yang sejenis.
Tetapi masyarakat Indonesia dapat dipengaruhi oleh media.Sebagai contoh dengan menghadirkan tokoh agama yang bersedia mengkonsumsi makan masakan yang diopinikan haram.
8. Gengsi (putting prestige as important motive)
Gengsi sangat melekat kuat pada konsumen Indonesia yang selalu ingin menggunakan produk yangh berkualitas dan bernilai eknomi tinggi.
Menurut Hadi Irawan, sikap gengsi pada seseorang dapat muncul apabila:
1.Konsumen suka bersosialisasi yang mendorong seseorang untuk pamer atau menunjukkan dirinya lebih hebat dari orang lain.
2.Indonesia masih menganut paham feodal yang mana masih adanya asas stratifikasi dalam masyarakat sehingga masyarakat masih dibedakan dalam kelas-kelas sosial yang berbeda.
3.Masyarakat Indonesia masih menilai kesuksesan seseorang dari jabatan maupun barang yang dimiliki.sehingga wajar bagi seseorang yang telah memiliki atribut-atribut kesuksesan seperti mobil, laptop, rumah ,kredit card, dll telah dianggap sukses dalam hidupnya.
9.Budaya lokal (strong in subculture)
Etnis, fanatisme dan kebiasaan suatu daerah sangat berbeda dengan daerah lain yang juga membuat selera konsumennya berbeda.Sebagai contoh pada masyarakat Padang yang biasa mengkonsumsi makanan yang pedas maka tidak cocok dengan masakan jawa yang cenderung manis.
Oleh karena itu tidak semua merek dalam suatu negara dapat menguasai pemasaran dalam semua wilayah Indonesia sebab beragamnya budaya dan etnis di Indonesia.
10. Kurang peduli lingkungan (low consciousness towards environment)
Masalah lingkungan merupakan masalah yang terus berkembang saat ini. Banyak produk yang memposisikan produknya sebagai produk ramah lingkungan tetapi bukti di lapangan hal ini tidak efektif.Masyarakat Indonesia selalu memposisikan masalah lingkungan pada urutan terbawah. Berbeda dengan luar negeri yang memposisikan masalah lingkungan di posisi paling teratas karena akibat yang ditimbulkan sangat beragam.
Jadi, itulah kesepuluh karakteristik konsumen Indonesia yang jika dicermati juga sangat dipengaruhi masalah perkembangan teknologi yang semakin lama semakin berkembang dengan pesat.
Sumber :
Irawan, Handi. 10 Prinsip Kepuasan Pelanggan.Jakarta :Elex Media Komputindo, 2004.
www.markplusnco.com diakses pada tanggal 24 November 2007
www.beyblog.syafaatadvertising.net dakses pada tanggal 24 November 2007
www.karakteristikkonsumenIndonesia diakses pada tanggal 25 November 2007
Langganan:
Postingan (Atom)